Banua Lawas, 19 Juni 2025. Mengenal dunia pertanian pasti tidak lepas dengan pelaku usaha yaitu petani, saat ini sektor pertanian mulai kekurangan regenerasi petani karena banyak petani yang berusia lanjut dan sedikitnya anak muda yang tertarik untuk terjun ke dunia pertanian. Minat generasi muda terhadap sektor pertanian menurun karena dianggap kurang menjanjikan,berisiko tinggi dan identik dengan pekerjaan tradisional. Selain itu seringkali kesulitan mengakses teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan produktivitas, keterbatasan modal juga menjadi masalah utama serta, kurangnya dukungan sosial dan ekonomi. Tetapi hal tersebut tidak menjadi permasalahan bagi Mohammad Elmi (36 th), petani milenal dari Desa Hariang Kecamatan Banua Lawas. Imi, sapaan akrab sehari – hari tetap menekuni bidang pertanian khususnya hortikultura komoditas cabai. Berawal dari lahan warisan orang tua pada tahun 2018, dia mulai menggarap lahan tersebut dan menanam cabai dengan bekal ilmu dari yang dipelajari disekolah, pemuda lulusan SMK pertanian mulai menerapkan ilmu yang sudah dipelajari. Meskipun usaha yang dijalani tidak mulus, dia tetap semangat menekuni meskipun pernah mengalami kegagalan akhirnya pada tahun 2022, Imi mulai membentuk kelompok tani dan tergabung di kelompok tani setia kawan dan mulai mendapatkan bimbingan dan arahan dari penyuluh pertanian serta pelatihan – pelatihan yang sudah diikuti untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Seiring berjalan waktu, berdasarkan pengalaman di lapangan akhirnya usaha budidaya cabai membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Dengan lahan 6 borong cabai, imi dapat menghasilkan 2.7 ton cabai atau 16 ton/ha dengan kisaran harga mulai dari Rp.55.000- s/d Rp.70.000,-. Yang menjadi fokus pemuda ini adalah penentuan jadwal tanam yang tepat sehingga harga jual pada saat panen sangat tinggi, memprediksi harga pasar di musim – musim tertentu serta pencatatan dan dokumentasi usaha tani yang lengkap serta inovasi pertanian. Oleh karena itu, melihat potensi yang dimiliki Muhammad Elmi, Balai Penyuluhan Pertanian Banua Lawas mencalonkan Pemuda ini menjadi petani berprestasi dan mengikuti penilaian petani prestasi sampai tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Usaha yang dilakukannya tidak sia – sia. Terpilih sebagai terbaik I petani berprestasi Tingkat Provinsi merupakan kebanggaan bagi tersendiri bagi Penyuluh Pertanian, Balai Penyuluh Pertanian Maupun Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong. Dengan prestasi yang diraih oleh Muhammad Ilmi ini, kita dapat berharap semoga lebih banyak lagi generasi muda yang mau dan minat untuk terjun ke dunia pertanian dan menjadi motivasi bagi petani – petani lainnya. PENULIS : ERMAYASARI,SP –PENYULUH WKPP PEMATANG