Mengenal Potensi Cabai Rawit Prima Agrihorti di lahan kering masam
Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berperan penting memenuhi konsumsi masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Permintaan cabai dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pertambahan penduduk Indonesia. Salah satu Varietas cabai yang berpotensi dikembangkan di Lampung yaitu Cabai rawit varietas Prima Agrihorti. Cabai rawit varietas Prima Agrihorti merupakan hasil inovasi Balitsa, Balitbangtan Kementan dengan nomor SK: 112/Kpts/SR.120/D.2.7/9/2015. Keunggulan Cabai rawit varietas Prima Agrihorti memiliki Daya hasil yang tinggi mencapai 9,64 - 20,25 ton per hektar dengan berat buah pertanaman 902,45 - 1881,75 gram. Bentuk buah cukup besar dengan berat 2,1-3,2 gram. Warna buah sangat menarik dimana saat muda kuning kehijauan lalu setelah matang menjadi merah, dengan bentuk buah elongate. Cabai ini juga memiliki rasa yang pedas dengan tingkat kepedasan 980 ppm. Lahan sub optimal atau lahan marjinal di Indonesia didominasi oleh lahan kering masam berupa PMK, atau Ultisol, Oxisol dan Latosol. lahan kering masam yang sesuai dan tersedia untuk tanaman semusim seperti cabai hanya 7, 08 juta ha. Untuk menyediakan kebutuhan pangan nasional, potensi lahan sub optimal kering masam masih mencukupi namun perlu pemecahan berbagai kendala dari karakteristik lahan tersebut (Murtilaksono dan Anwar, 2014). Cabai rawit varietas Prima Agrihorti diharapkan dapat menjadi varietas unggulan yang dapat dikembangkan di lahan kering masam Provinsi Lampung. Cabai rawit ini mampu beradaptasi baik di dataran tinggi dan sedang oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian dan pengembangan di lahan sub optimal yang luas seperti di lahan kering masam di Lampung. Penyusun : Gohan O.M. Sumber : Balitsa & BPTP Lampung