Loading...

MENGENAL TANAMAN KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA WILLD) SEBAGAI TANAMAN REMPAH DAN OBAT

MENGENAL TANAMAN KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANA WILLD) SEBAGAI TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Sumanto Pasally, S.TP Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Desa Pulliwa. Kecamatan Bulo. Polman. Sulbar Kemiri (Aleurites moluccana) adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut. Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan campuran cat. Tidak diketahui dengan tepat asal tumbuhan kemiri ini, namun tumbuhan ini menyebar luas mulai dari India dan Cina, melewati Asia Tenggara dan Nusantara, hingga Polinesia dan Selandia Baru. Di Indonesia, kemiri dikenal dengan banyak nama. Di antaranya, kembiri, gambiri, hambiri, kemili, kemiling, buah kareh, keminting dan lain-lain. Di Indonesia sendiri tumbuhan kemiri sering di manfaatkan sebagai bahan rempah masakan. Kemiri tumbuh dengan baik pada tanah-tanah kapur, tanah-tanah berpasir di pantai. Tetapi dapat juga tumbuh pada tanah-tanah podsolik yang kurang subur sampai yang subur dan pada tanah-tanah latosol. Tanaman kemiri dapat tumbuh dan berproduksi baik pada ketinggian 0 – 800 meter di atas permukaan laut, walaupun dibeberapa tempat dapat juga tumbuh pada ketingian 1.200 meter dpl. Tanaman kemiri dapat tumbuh pada lahan datar, bergelombang dan bertebing-tebing curam. Ditinjau dari kondisi iklimnya, tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah-daerah yang beriklim kering dan basah. Tanaman kemiri dapat tumbuh di daerah dengan jumlah curah hujan 1.500 – 2.400 mm per tahun dan suhu 200 – 270C. Klasifikasi Kemiri Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Super Divisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Sub Kelas : Rosidae Ordo : Euphorbiales Famili : Euphorbiaceae Genus : Aleurites Spesies : Aleurites moluccana Bahan tanam Benih kemiri dapat diperbanyak dengan cara vegetatif dan generatif. Untuk pengadaan benih generatif bisa diambil dari pohon induk terpilih. Benih dipilih dari jenis betina berbentuk gepeng, berasal dari buah yang beruang dua, dan masak pohon. Untuk mempercepat perkecambahan benih dari perbanyakan generatif, biji kemiri harus di rendam dengan air dingin selama 15 hari kemudian dipukul sampai retak pada bagian yang lancip denggan menggunakan palu. Selain itu bisa juga dengan mengikis biji kemiri pada bagian mikrofil dengan mengggunakan gurinda atau kikir sampai tempurungnya menjadi tipis. Cara selanjutnya juga bisa dengan membakar biji persemaian, caranya semai biji di bedengan kemudian tutup dengan tanah setelah 3 cm kemudian tutup dengan alang-alang kering setebal 10 cm. Bakar sampai habis, lalu siram dengan air sampai basah merata. Pembakaran di ulang 6 hari kemudian. Cara terakhir yakni dengan merendam biji kemiri dengan bahan kimia KNO3 0,2% selama 30 menit, kemudian bersihkan lalu semai. Dengan cara ini kecepatan tumbuh vigor lebih seragam dan lebih baik. Penanaman Persiapan yang dilakukan pertama kali saat akan menanam kemiri di lahan lapang adalah membersihkan lahan dari gulma dan tanaman lain yang tidak bermanfaat. Untuk menghasilkan biji, usahakan jarak tanamnya 10 x 10 meter sedangkan untuk menghasilkan kayu untuk pulp jarak tanamnya 4 x 4 meter. Pengairan dilakukan sesuai jarak tanam, harus lurus muka, belakang, dan samping kiri kanan. Pada ajir dibuat lubang ukuran 60 x 60 x 60 cm. Pisahkan tanah galian bagian atas, tanah galian bagian bawah dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Jika penanaman musim kemarau, lubang dapat langsung di timbun dengan cara campuran media atas, bibit dapat segera di tanam. Bila musim hujan, campuran tanah dan pupuk kandang di biarkan sementara waktu dekat lubang tanam. Tanam bibit kemiri dengan melepas kantong plastik pada lubang tanam yang telah di isi dengan tanah dan pupuk kandang. Penanaman bibit diusahakan agar perakarannya teratur dan terbuka. Pemeliharaan Penyiangan Penyiangan pada tanaman kemiri sangat diperlukan pada saat tanaman masih muda (1-3) tahun. Penyiangan terutama dilakukan pada bobokor (tanah disekitar batang) diameter 2 meter. Penyiangan dapat dilakukan sekali tiga bulan atau sesuai dengan keadaan diikuti dengan penggemburan tanah disekitar bobokor. Penyiraman Tanaman kemiri yang masih muda umur 1 tahun sangat peka terhadap kekeringan. Oleh sebab itu, diperlukan penyiraman bila keadaan betul-betul kering. Penyiraman menjadi sangat penting bila baru saja dilakukan pemupukan sementara curah hujan kurang. Pemupukan Meskipun tanaman kemiri dapat tumbuh pada tanah yang marginal bukan berarti tidak memerlukan pemupukan. Untuk mendapatkan produksi biji yang lebih banyak, tanaman kemiri perlu pupuk secara rutin. Jenis pupuk yang diberikan dapat pupuk kandang (organik) atau pupuk kimia (anorganik). Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan sekali setahun, dosis pada tanaman muda cukup 2 kg / pohon. Sedangkan untuk tanaman yang sudah berproduksi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 10 - 30 kg / pohon. Pemberian pupuk kandang dilakukan disekeliling piringan tanaman sedikit diluar tajuk daun, dengan jalan mencangkul dan membenamkan pupuk kandang sedalam 10 cm di bawah permukaan tanah. Jika pupuk yang di berikan jenis pupuk anorganik, maka dosis untuk masing-masing pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Pupuk kimia ini sebaiknya di berikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan menggali tanah di sekeliling batang tanaman tepat di bawah tajuk daun yang tertular. Pemangkasan Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, untuk pembentukan tunas-tunas baru memerlukan banyak air. Pemangkasan dilakukan terhadap cabang - cabang yang lemah, rusak, mati, sakit, dan yang terlalu berdesakan agar udara dan sinar matahari masuk kedalam kanopi tanaman. Waktu pemberian pupuk dapat bersamaan dengan pemangkasan. Hama dan penyakit Hama yang menyerang daun kemiri antara lain : Tungau (tetranichiadae) Hama ini menyerang dan menimbulkan kerusakan pada permukaan daun kemiri bagian atas. Tanda - tanda serangan berupa bintik - bintik berwarna merah kecoklatan atau bintik - bintik putih Moluska Hama ini menyerang permukaan daun kemiri bagian bawah dengan cara memakan jaringan epidermisnya. Tanda - tanda serangan hama ini nampak adanya luka berwarna merah kecoklatan Hama penggerek daun Hama ini menyerang daun - daun kemiri yang masih muda. Tanda-tanda serangan hama ini daun pertumbuhannya menjadi melengkung. Hama yang menyerang batang Hama yang menyerang batang kemiri adalah hama penggerek batang biasanya dari famili ceramicyadae. Tanda - tanda serangan adalah terdapat lubang - lubang pada batang kemiri yang dalamnya mencapai 2 cm, mengeluarkan lendir dan bekas gerekan Hama yang menyerang akar kemiri Hama yang menyerang akar kemiri adalah dari golongan rayap. Tanda - tanda serangan adalah terdapat bercak - bercak hitam pada permukaan akar dan pangkal batang, biasanya diserang adalah tanaman kemiri yang masih muda. Hama yang menyerang buah / biji Larva dacus sp Hama ini hidup di dalam kulit buah kemiri, menyerang buah yang sudah agak tua. Telur diletakan oleh kumbang sewaktu buah masih muda (berwarna hijau segar), kemudian menetas menjadi larva menggerek buah. Kumbang penggerek buah Hama ini menyerang buah kemiri yang sudah tua, serangan hama ini dapat menyebabkan seluruh isi buah termasuk endospermanya rusak. Hama ini juga dapat menyerang buah kemiri di dalam penyimpanan (gudang). Penyakit yang menyerang tanaman kemiri : Hawar daun cendawan Pada daun yang diserang penyakit ini terlihat bercak - bercak berwarna coklat, bercak ini makin meluas sampai hampir seluruh daun, pada serangan lanjut daun menjadi berwarna putih ke abu - abuan dan akhirnya mati. Antara jaringan yang mati dengan jaringan yang masih hidup terdapat warna coklat tua. Pada jaringan yang mati tampak bintik - bintik yang merupakan gloesporium sp. Penyakit antraknosa Penyakit ini disebut collectorichum sp. Tanda - tanda daun kemiri yang diserang adalah terdapat bercak - bercak bulat berwarna coklat yang mengelilingi lingkaran yang berwarna kuning. Warna daun terlihat lebih terang pada permukaan daun bagian bawah dari pada permukaan bagian atas. Penyakit gugur buah muda Akibat serangan penyakit ini banyak buah-buah muda berguguran Panen Kemiri yang berasal dari biji akan mulai berbuah saat berumur 3 - 4 tahun. Sedangkan yang berasal dari bibit vegetatif akan berbuah mulai umur 2 tahun. Panen buah bisa dilakukan 2 - 3 kali setahun, untuk konsumsi dipanen pada kemasakan 75 %. Bila untuk bibit / benih, buahnya ditunggu sampai jatuh sendiri dari pohon. Cara panen dilakukan dengan memanjat pohon atau menggunakan galah. Jumlah panen tergantung umur tanaman dan pertumbuhannya, pohon kemiri yang subur panen pertamanya dapat mencapai 10 kg biji kupasan / pohon. Pada umur 6 tahun menghasilkan 25 kg biji kupasan. Pada usia 11 - 20 tahun produksinya akan stabil sekitar 35 - 50 kg / pohon / tahun. Produksi pohon kemiri dewasa yang tumbuh dengan baik dapat mencapai 200 kg biji kupasan per pohon Pasca panen Pengupasan kulit buah Pengupasan kulit buah dapat dilakukan dengan cara manual atau mekanis. Dari pengupasan buah diperoleh biji dengan tempurungnya. Pengeringan gelondong Pengeringan gelondong dilakukan untuk mencegah rusaknya kemiri oleh cendawan atau serangga sebelum diproses lebih lanjut. Dengan rendahnya kadar air maka gelondong kemiri dapat disimpan lebih lama sebelum digunakan. Pengeringan gelondong kemiri dapat dilakukan dengan cara penjemuran di panas matahari. Usahakan tebal tumpukan tidak lebih dari tiga lapis. Selama penjemuran harus dilakukan pembalikan gelondong agar keringnya merata. Gelondong kemiri yang kondisinya baik, bila digoyang intinya terdengar lepas dari kulit tempurungnya, kadar air gelondong mencapai 7 – 10 %. Gelondong kering ini dapat juga langsung dijual. Penyimpanan gelondong Setelah gelondong kering dan belum akan di proses lanjut(digunakan), setelah dingin dapat dj masukkan dalam karung dan tempatlan di dalam gadang yang berventilasi baik. Bila tempat penyimpanan baik maka gelondong akan tahan untuk beberapa tahun. Sortasi Sortasi merupakan langkah yang penting dalam proses pengolahan selanjutnya. Sortasi bijj kemiri dilakukan berdasarkan pada bentuk ukurannya. Sortasi bisa dilakukan dengan manual atau mekanis dan akan mempermudah proses pemecahan tempurung. Penyangraian Sebelum di pecah, gelondong kemiri di sangrai agar daging biji lepas dari tempurungnya. Penyangraian dapat dilakukan secara manual ataupun secara mekanik. Ballitro telah merancang alat penyaringan biji kemiri tipe drum berputar dengan kapasitas 200 kg / batch. Pemecahan tempurung Proses pemecahan tempurung bisa dilakukan secara manual atau mekanis. Cara manual yaitu dengan membanting atau menumbuk biji yang sudah kering sampai pecah, sedangkan cara mekanis yaitu dengan menggunakan mesin pemecah tempurung, daging kemiri yang di pecahkan secara manual jika diekstarksi akan menghasilkan minyak kemiri yang keruh dan sering terkontaminasi kotoran. Untuk proses pemecahan tempurung secara mekanis, ballittro telah merancang alat pemecah biji kemiri berkapasitas 100 kg / jam dengan maksimum pecah 40 % Pengeringan daging biji kemiri Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengering atau secara penjemuran. Sortasi daging biji kemiri Sortasi biji kemiri dapat dilakukan secara manual atau menggunakan ayakan. Dari sortasi ini akan diperoleh daging biji utuh, pecah, dan afkir. Daging biji utuh dapat segera dipasarkan setelah dikemas. Syarat biji kemiri untuk diperdagangkan persentase kemiri pecah maksimum 0,5%. Daging biji pecah dapat segera dipasarkan atau diekstraksi untuk mendapatkan minyak kemiri. Sedangkan untuk daging biji afkir, pengolahan selanjutnya adalah ekstraksi hingga diperoleh minyak kemiri. Rendemen minyak kemiri 55 - 65% Pengemasan dan penyimpanan Pengemasan dapat dilakukan dengan karung atau kaleng yang baru, bersih, hampa udara atau dalam lingkungan pas inert. Sebelum dikemas, biji kemiri di biarkan sebentar agar menjadi dingin. Hal ini di maksudkan untuk mengeluarkan energi panas yang berada di dalam biji. Energi panas yang berada di dalam suatu komoditas akan mempercepat proses kerusakan. Pemasaran Daging biji kemiri untuk keperluan ekspor berkualitas A disyaratkan bentuknya utuh, bebas dari jamur, menghasilkan minyak dengan rendemen tinggi dan berwarna jernih. Kemudian ada kemiri berkualitas B yang memiliki 70 - 80% biji utuh mampu menembus ekspor namun harga lebih rendah.kemiri yang utuh hanya 20% atau bahkan hanya berisikan kernel belah atau pecah saja, kualitas ini untuk pasaran lokal. Produksi kemiri 95 % diserap olah pasar dalam negeri berbentuk kacang kemiri untuk memenuhi kebutuhan bumbu masak. Sedangkan pemakaian minyak kemiri untuk mengandung industri kosmetika dan farmasi sangat rendah, Pengendalian hama dan penyakit Pengendalian hama tanaman kemiri dapat dilakukan secara mekanik dan memakai pestisida. Pengendalian secara mekanik adalah dengan membuang hama tersebut secara langsung dan membuang bagian tanaman yang terdapat hama tersebut. Cara ini dapat dilakukan pada tanaman kemiri yang masih muda. Memakai pestisida dapat digunakan pestisida nabati dan pestisida kimia. Pestisida nabati yang digunakan dan banyak terdapat di lapangan adalah larutan yang berasal dari daun nimba, suren dan tanaman lainnya. Sedangkan pestisida kimia banyak terdapat di pasar demikron dan lain-lain. Pengendalian penyakit tanaman kemiri dapat dilakukan dengan sanitasi kebun dari gulma dan semak belukar serta pemangkasan bagian-bagian tanaman yang terserang Kandungan kimia Kandungan kimia yang terdapat dalam kemiri adalah gliserida, asam linolet, palmitat, stearat, miristat, asam minyak, protein, vitamin B1, dan zat lemak. Manfaat kemiri Rempah Manfaat paling utama kemiri adalah sebagai bahan rempah - rempah untuk bumbu masakan. Negara yang memanfaatkan kemiri sebagai rempah adalah indonesia dan malaysia. Bagian yang di jadikan rempah adalah biji kemiri dengan terlebih dahulu mengeluarkannya dari cangkang. Biji kemiri berwarna putih yang mengeluarkan aroma sedap ketika masak. Obat herbal Selain sebagai rempah kemiri juga mempunyai manfaat untuk kesehatan dan pengobatan. Bagian yang digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai penyakit adalah kulit, daun, dan biji tanaman kemiri. Pengawet kayu Kandungan asam olestearat dalam minyak kemiri bermanfaat untuk mengawetkan kayu. Minyak kemiri dapat digunakan sebagai pernasi atau cat, pelapis kertas agar anti air, bahan sabun, campuran isolasi dan pengganti karet.