Mentha arvensis L, merupakan salah satu tanaman herbal aromatic penghasil minyak atsiri yang bermanfaat sebagai penambah aroma dan rasa pada makanan, minuman, obat kosmetik, bahan campuran dalampembuatan permen, pasta gigi, minyak angina, balsam dan berbagai obat-obatan dan produk penyegar lainnya. Saat ini Indonesia masih mengimpor minyak mentha dan kristal menthol, kebutuhan minyak mentha dan kristal terus meningkat sehingga tanaman mentha mempunyai prospek yang sangat luas untuk dikembangkan. Minyak cornmint mempunyai sifat mudah menguap, tidak berwarna, berbau tajam dan menimbulkan rasa hangat di ikuti rasa dingin menyegarkan, minyak ini diperoleh dengan cara menyuling batang dan daun. Menthol berkhasiat sebagai obat penenang (karminatif), anti batuk (antispasmodic) dan menghangatkan, menginduksi keringat (diaforetik), kandungan utama minyak M. arvensis (cornmint oil) adalah menthol, menthone dan methyl asetat, dengan kandungan menthol tertinggi. Beberapa jenis dari marga mentha yang memiliki nilai ekonomi sebagai penghasil minyak atsiri dan menthol serta banyak dibudidayakan adalah M. arvensis L, M. piperita L dan M. spicata, di Indonesia menthe yang dapat dibudidayakan adalah Mentha arvensis L karena tidak tergantung photopriodesitas (penyinaran matahari). Morfologi tanaman, batang tegak atau sedikit menjalar dengan tinggi tanaman 30 - 99 cm, mempunyai percabangan simpodial, berbentuk segi empat, tekstur permukaan licin, sedikit berbulu, berwarna hijau keunguan; daun hijau dengan panjang 1,3 - 6,5 cm dan lebar 1 - 3,2 cm, berbentuk lanset (laceolate) sampai setengah bundar (suborbiculaer), letak daun berseling berhadapan, ujung daun runcing (acute) sampai segitiga tumpul (obtuse); bunga majemuk bergerombol, berbentuk karangan melingkar diketiak daun, warna putih, putih keunguan sampai ungu, bunga berkelamin dua (hermaprodit) dan bersifat aktinomorf mempunyai pelindung bunga menyerupai daun dan dasar bunga berbentuk cawan; biji berukuran kecil dan berwarna hitam, M. arvensis yang dibudidayakan di Indonesia dapat berbunga tetapi jarang terjadi pembuahan sehingga jarang membentuk biji. Persyaratan tumbuh mentha, tumbuhnya menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik (air tidak tergenang), dapat tumbuh dengan baik pada tanah latosol dan andosol, tanah berpasir dengan tekstur lempung, debu berpasir, lait berpasir, subur dan kaya bahan organik dengan pH 5,5 -7,0. Tanaman dapat tumbuh dan berproduksi optimal didataran rendah (100-400 m dpl) sampai medium (400 - 700 m dpl), dengan curah hujan 2.000 - 4.000 mm/ tahun, kelembaban 70-80 %, intensitas cahaya matahari penuh pada temperatur 20-30 oC. Karakteristik agro klimat tanaman Mentha arvensis : ketinggian tempat sangat sesuai 100-500 m dpl, sesuai 500-700 m dpl, hampir sesuai 700-900 m dpl atau 1-100 m dpl, tidak sesuai lebih 900 m dpl; curah hujan sangat sesuai 2.000-3.000 mm per tahun, sesuai 3.000-3.500 mm per tahun, hampir sesuai 1.500-2.000 mm per tahun atau 3.500-5.000 mm per tahun, tidak sesuai lebih 5.000 mm per tahun; jumlah bulan basah sangat sesuai 10-11 bulan per tahun, sesuai 8-9 bulan pertahun, hampir sesuai 6-7 bulan per tahun, tidak sesuai kurang 6 bulan per tahun; kelembaban udara sangat sesuai 70-90 %, sesuai 60-70 %, hampir sesuai 50-60 %, tidak sesuai kurang 50 % atau lebih 90 %; temperatur sangat sesuai 20-23 oC, sesuai 24-25 oC, hampir sesuai 18-19 oC atau 25-30 oC, tidak sesuai lebih 30 oC; hari hujan tahunan sangat sesuai 200-240 hari, sesuai 180-200 hari, hampir sesuai 120-180 hari atau 240-280, tidak sesuai kurang 120 hari atau lebih 280 hari; bulan kering pertahun sangat sesuai kurang 2 bulan, sesuai 2-3 bulan, hampir sesuai 4-5 bulan; jenis tanah sangat sesuai andosol dan latosol, sesuai regosol dan podsolik, hampir sesuai alluvial dan kambisol, tidak sesuai jenis tanah lainnya; drainase tanah sangat sesuai baik, sesuai agak baik, hampir sesuai agak terhambat, tidak sesuai terhambat; tekstur sangat sesuai lempung, sesuai liat berpasir, hampir sesuai berpasir, tidak sesuai lainnya; kedalaman air tanah sangat sesuai lebih 100 cm, sesuai 75-100 cm, hampir sesuai 50-75 cm, tidak sesuai kurang 50 cm; pH tanah sangat sesuai 5,5-7,0, sesuai 5-5,5, hampir sesuai 4,5-5, tidak sesuai kurang 4,5 atau lebih 7; C-organik sangat sesuai 2-3 %, sesuai 3-5 %, hampir sesuai kurang 1 %; P205 sangat sesuai 16-25 ppm, sesuai 10-15 ppm, hampir sesuai kurang 10 ppm; K20 sangat sesuai lebih 1 me per 100 gram, sesuai 0,6-1 me per 100 gram, hampir sesuai kurang 1 me per 100 gram; KTK sangat sesuai lebih 17 me per 100 gram, sesuai 5-16 me per 100 gram, hampir sesuai kurang 5 me per 100 gram. Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan Penulis : Agus Sutarman Penyuluh Pertanian Madya Pusluh BPPSDMP Kementan