Pendahuluan Tanaman nenas di Indonesia cukup populer dan banyak disukai oleh masyarakat.Budidaya tanaman nenas banyak dijumpai di daerah Bogor, Subang, Blitar, Lembang, Samarinda, Palembang, Bangka dan Riau.Tanaman Nenas (Ananas comosus (L.) Merr.)merupakan tanaman buah yang berasaldari Brazil, Amerika Selatan dan merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang potensial dikembangkan karena dalam budidaya dan pemeliharaannya yang cukup mudah. Tanaman nenas merupakan tanaman herbal tahunan dan dua tahunan, sukulen dan xerofit (hanya dapat bertahan hidup pada kondisi kekeringan).Bila tanaman ini dikembangkan dapat menjadi perekonomian nasional yang dapat meningkatkan ekspor non migas, gizi masyarakat, pendapatan petani dan suatu alternatif diversifikasi usaha, serta penyerapan tenaga kerja dan dapat menumbuhkan usaha di pedesaan serta pemanfaatan tanah pekarangan dan lahan kering. Syarat Tumbuh Suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalambudidaya nenas. Kondisi pertumbuhan tanaman nanas didaerah tropis terletak antara 25º LU – 25º LS dengan ketinggian 100-800m dpl dan temperatur 21- 27º C. Laju pertumbuhan tanaman berhubungan positif dengan kenaikan suhu sampai 29ºC, pada suhu yang tinggi ukuran tanaman daun lebih besar, teksturnya halus, warna buah gelap, ukuran buah lebih besar dan kandungan asamnya lebih rendah. Suhu yang rendah dan daerah dataran tinggi tanaman nenas mempunyai ukuran yang lebih pendek, daunnya sempit dengan tekstur yang cukup keras, ukuran buah kecil (kurang dari 1.8 kg), warna daging buah kuning pucat, kandungan asam cukup tinggi (± 1 %), kandungan gula rendah, tangkai buah lebih panjang daripada ukuran tanaman, dan mata buah lebih menonjol. Pada suhu yang sedang tanaman lebih besar dan datar, daging buah lebih kuning, kandungan gula lebih tinggi, kandungan asam lebih rendah daripada buah dataran tinggi. Suhu yang optimum untuk pertumbuhan akar yaitu 29ºC, pertumbuhan daun 32ºC dan untuk pemasakan buah yaitu 25ºC. Curah hujan pada tanaman nenas yang dibutuhkan sebesar 1000mm-1500mm per tahun. Tumbuhan nenas memerlukan tanah yang berlempung pasir sampai berpasir cukup dengan kandungan bahan organik, drainase baik dan pH sekitar antara 4,5 – 6,5. Varietas Varietas nenas ada beberapa jenis antara lain : Smooth Cayenne, Queen dan Spanish. Adapun Spanish ada 2 macam yaitu Red Spanish dan Green Spanish.Varietas yang dibudidayakan oleh petani secara luas adalah Smooth Cayenne dan Queen. Smooth Cayenne biasanya digunakan sebagai buah kalengan. Ciri kelompok ini adalah tepi daun tidak berduri, atau duri hanya terletak pada bagian ujung daun, mata lebar, daging buah berwarna kuning pucat dan tembus cahaya (transparan) serta mengandung banyak air. Queen banyak dikonsumsi dalam bentuk buah segar. Ciri kelompok ini adalah tepi daun berduri, buah berukuran kecil, mata kecil dan menonjol, daging buah berwarna kuning keemasan, renyah (crisp), serta tidak transparan. Spanish mempunyai ciri antara lain : daun berduri dengan warna duri merah atau hijau, mata datar dan lebih lebar dibandingkan dengan Smooth Cayenne, daging buah mengandung banyak air, berserat dan transparan, serta rasa kurang manis dibandingkan dengan Smooth Cayenne dan Queen. Manfaat Tanaman Nenas Tanaman nenas dibudidayakan dan dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan olahan beragam makanan seperti keripik, selai, bahan pembuatan rujak, campuran koktail atau es buah hingga dimakan langsung. Buah nenas memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, selain itu juga terdapat kandungan enzim bromelain yang berfungsi untuk melunakkan daging dan mempermudah proses pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh. Selain itu, buah nenas juga dipercaya ampuh dalam mengobati berbagai macam penyakit seperti flu, wasir, mual, gangguan saluran kencing, penyakit kulit hingga anemia.Beragam manfaat dan nilai ekonomis yang cukup bagus inilah yang membuat budidaya buah nenas sangat menguntungkan. Perbanyakan Tanaman Nenas Nenas dapat diperbanyak secara konvensional maupun secara in-vitro. Perbanyakan konvensional dilakukan dengan cara generative maupun vegetatif. Perbanyakan generatif biasanya dilakukan untuk tujuan pemuliaan.Nenas mempunyai sifat self incompatible, yaitu polen tidak dapat berfungsi jika terjadi penyerbukan sendiri sehingga tidak terbentuk biji.Biji hanya dapat terbentuk apabila terjadi penyerbukan diantara varietas yang berbeda. Perbanyakan nenas secara vegetatif dapat dilakukan melalui tunas anakan, tunas batang, slip (tunas dasar buah), tunas mahkota, mahkota, serta stek batang.Petani biasanya menggunakan bibit dari tunas anakan maupun tunas batang, karena ukuran tunas lebih besar sehingga dapat lebih cepat dipacu pembungaannya. Cara perbanyakan dengan menggunakan tunas ditujukan untuk varietas nenas yang memiliki jumlah anakan dan slip banyak, seperti Queen. Penanaman Tanaman Nenas PEMBIBITAN Pembibitan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan budidaya nenas. Pembibitan harus diambil dari tanaman yang sehat dan bebas dari berbagai macam hama dan penyakit yang diantaranya memiliki ciri daun yang tebal dan penuh serta memiliki warna yang segar. Proses pembibitan ini dapat dilakukan dengan dua cara yakni secara generatif dan vegetatif. Namun untuk mempercepat proses pembuahan, bembibitan secara vegetatif akan lebih cepat dan menguntungkan yang dengan cara tunas batang atau stek batang. a. Pembibitan dengan tunas batang Untuk proses pembibitan buah nanas secara vegetatif dengan tunas batang hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan memilih tanaman induk yang sedang berbuah atau sudah dipanen, pilih tunas batang yang berukuran 30-35 cm. Setelah menemukan tunas yang bagus, potong bagian daun yang dekat dengan pangkal pohon untuk mengurangi penguapan dan memudahkan pemindahan bibit. Selanjutnya lakukan penyemaian dengan menggunakan polybag dan tempatkan di tempat yang teduh.Dan setelah bibit tanaman mulai tumbuh Anda dapat memindahkannya pada lahan yang telah disediakan. b. Pembibitan dengan stek batang Untuk stek batang, Anda dapat memotong batang nanas yang sudah dipanen sepanjang 2,5 cm. Setelah itu, belah potongan batang menjadi 4 bagian sama panjang, dan pastikan tiap bagian memiliki mata tunas. Sebelum ditanam semai bibit stek terlebih dahulu dengan media yang berisi campuran pasir dan pupuk kandang. Tanam potongan stek batang dalam media semai hingga berumur 3-5 bulan atau setelah berukuran 25-35 cm dan selama proses penyemaian ini lakukan penyiraman secara rutin. PENYIAPAN LAHAN Penyiapan lahan dapat dilakukan pada awal musim hujan bersamaan dengan proses penyemaian. Hal ini bertujuan agar proses penyemaian dan pembibitan dapat selesai bersamaan. Proses penyiapan lahan ini dilakukan dengan cara menggemburkan, membalikkan posisi tanah, dan membuat sirkulasi udara pada tanah dengan cara dicangkul ataupun dibajak. Penyiapan lahan tanam ini dilakukan dengan menyiapkan dua hal berikut ini: a. Pembuatan bedengan Pembentukan bedengan ini dipilih untuk memudahkan sistem drainasi. Bedengan ini dibuat bersamaan proses pengolahan lahan, dan dibuat dengan ukuran lebar sekitar 80-120 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar tiap bedengan berkisar 90-150 cm. b. Pemberian kapur Syarat tumbuh tanaman nanas adalah memiliki pH tanah antara 4,5-5,5. Dan untuk menyeimbangkan kadar pH tanah langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengapuran. Proses pengapuran ini dilakukan dengan menggunakan bahan Calcit, Zeagro, Dolomit dan bahan kapur pertanian lainnya dengan dosis yang disesuaikan dengan pH tanah. PENANAMAN Tahap penanaman ini akan baik apabila dilakukan pada awal musim hujan dengan langkah sebagai berikut : Membuat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm sesuai dengan jarak tanam antara 40 x 60 cm atau 60 x 80 cm.Penanaman bibit dilakukan sampai 3-5 cm bagian pangkal batang dapat tertimbun tanah.Memindahkan dan menanam bibit nenas pada lubang tanam masing-masing satu bibit untuk tiap lubang tanam.Padatkan kembali tanah di sekitar pangkal bibit, agar tanaman tidak mudah roboh dan agar tanaman memiliki kontak langsung dengan air tanah.. PEMELIHARAAN Pemeliharaan tanaman nenas ini meliputi beberapa hal, yang antara lain adalah: a. Penyiraman Meskipun tanaman nenas sangat tahan terdapat cuaca panas, namun untuk mengoptimalkan hasil pembuahan proses penyiraman akan sangat dibutuhkan. Penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari selama dua minggu sekali untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Lakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah b. Penyulaman Penyulaman atau penggantian tanaman yang mati dengan tanaman baru ini dilakukan apabila ditemukan tanaman baru yang tidak tumbuh atau terserang hama dan penyakit. Penyulaman dapat dilakukan paling lambat satu bulan setelah masa tanam. c. Penyiangan Penyiangan ini dilakukan untuk mengantisipasi gulma yang dapat memicu timbulnya serangan hama dan penyakit. Penyiangan ini dapat dilakukan secara rutin menyesuaikan tingkat pertumbuhan gulma di sekitar tanaman. d. Penggemburan Penggemburan dan pembumbunan tanah dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menjaga struktur tanah dan menjaga agar tanaman tetap kokoh dan tidak keluar dari permukaan tanah. Proses ini dapat dilakukan dengan cara menggemburkan tanah di sekitar bedengan dan menimbunkannya pada pangkal batang nanas hingga membentuk bendengan. 5. PEMUPUKAN Pemupukan tanaman nenas dapat dilakukan dua kali yakni pada saat usia tanam mencapai 2-3 bulan dan dilanjutkan dengan tempo 3-4 bulan sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah. Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang memiliki kandungan nitrogen, kalium, fosfor dan unsur hara mikro untuk itu Anda dapat menggunakan pupuk Urea 100 kg, SP-36 150 kg dan pupuk KCL 100 kg untuk tiap hektar lahan tanam. Setelah dicampurkan, selanjutnya pemberian pupuk dapat dilakukan dengan membenamkan pupuk ke dalam parit atau dengan menyemprotkan pupuk cair pada daun tanaman. 6. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Untuk mengendalikan berbagai jenis hama dan penyakit dapat menyemprotkan pestisida pada tanaman. Pengendalian hama dan penyakit juga dapat melakukan perendaman pangkal bibit pada larutan fungisida sebelum melakukan penanaman untuk mencegah pembusukan akar. 7. PEMANENAN Pemanenan pada buah nenas yang dilakukan dengan cara vegetatif akan lebih cepat dibandingkan dengan cara budidaya secara generatif. Tanaman yang berasal dari bibit tunas batang sudah dapat dipanen pada umur 18 sejak masa tanam, sedangkan untuk tanaman yang dikembangkan dengan bibit tunas akar dapat mulai dipanen pada umur 12 bulan sejak masa tanam. Hal ini berbeda dengan proses penanaman buah nanas yang dilakukan dengan cara generatif yang baru dapat ditanam pada umur 2 tahun sejak masa tanam. Proses pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau yang tajam dan steril, selain itu untuk menjaga kondisi buah agar tidak rusak maka proses pemanenan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Periode pemanenan dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 25% pada periode pertama, 50% pada periode kedua dan 25% pada periode ketiga.