Loading...

MENGENAL TANAMAN NILAM

MENGENAL TANAMAN NILAM
Apa itu Tanaman Nilam? Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak nilam ("patchouly oil"). Minyak nilam banyak dipergunakan dalam industri kosmetik, parfum, sabun, dan industri lainnya. Dengan berkembangnya pengobatan aromaterapi, minyak nilam selain sangat bermanfaat untuk penyembuhan fisik juga mental dan emosional. Manfaat lainnya, minyak nilam bersifat fixatif (yakni bisa mengikat minyak atsiri lainnya) yang sampai sekarang belum ada produk substitusinya (pengganti). Produk yang dihasilkan dari tanaman nilam adalah terna (daun dan ranting). Melalui proses penyulingan dihasilkan minyak nilam. Dalam proses penyulingan tersebut dihasilkan limbah berupa ampas penyulingan minyak. Ampas ini dapat digunakan sebagai mulsa untuk mengembalikan lahan ke kondisi semula (virgin soil). Nilam dapat dipanen pertama kali saat berumur 4-6 bulan. Panen berikutnya dilakukan dalam selang waktu 2-6 bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Keuntungan mengusahakan budidaya nilam bisa mencapai Rp. 5.285.000/ha. Bagi petani yang sekaligus menjadi pengrajin, mempunyai alat suling sendiri dan menjual dalam bentuk minyak, hasil penjualan dapat mencapai Rp.40.000.000/ha/tahun (dengan harga minyak Rp.200.000/kg dan produksi minyak 200 kg/ha). Untuk meningkatkan produktivitas terna dan minyak nilam, perlu dilakukan cara-cara budidaya, panen dan pasca panen yang baik dan benar. Syarat Tumbuh Tanaman Nilam Tanaman nilam dapat tumbuh dan berproduksi baik pada daerah dengan ketinggian 0-1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Namun nilam akan tumbuh dan berproduksi optimum pada daerah dengan ketinggian 10-400 m dpl. Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman nilam 2.300-3.000 mm/tahun. Suhu udara antara 24-28oC dengan kelembaban di atas 75%. Untuk mencapai produksi misak optimal, intensitas penyinaran berkisar 75-100%. Tanaman nilam membutuhkan tanah yang subur dan gembur, serta perlu banyak air, tetapi tidak tahan genangan air. Oleh karena itu, perlu dibuat drainase (pengairan) yang baik dan dapat menahan air. Tanaman ini juga tumbuh baik pada tanah bertekstur lempung sampai liat berpasir, dengan tingkat kemasaman (pH) 5,5 - 7. Kriteria kesesuaian lahan dan iklim untuk tanaman nilam secara lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel. Kriteria kesesuaian lahan dan iklim untuk tanaman nilam Parameter Tingkat kesesuaian Sangat sesuai Sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Ketinggian (m dpl) 100-400 0-700 >700 >700 Jenis tanah Andosol Latosol Regosol Podsolik Kambisol Lainnya Lainnya Drainase Baik Agak baik Agak baik Terhambat Tekstur Lempung Liat dan berpasir Lainnya Pasir Kedalaman air tanah (cm) >100 75-100 50-75 <50 pH 5,50-7 5 - 5,5 4,5-5 <4,50 CH tahunan (mm) 2.300-3.000 1.750-2.300 3.000-3.500 >3.500 1.200-1.700 >5.000 <1.200 Bulan basah per tahun 10-11 9-10 <9 <8 Sumber: Puslitbang Perkebunan, 2007 Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Nilam