Loading...

MENGENAL TANAMAN SRIKAYA

MENGENAL TANAMAN SRIKAYA
Srikaya merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan di Indonesia. Hasilnya pun dapat meningkatkan pendapatan petani, bahkan tidak mustahil menjadi komoditas ekspor. Masyarakat Indonesia yang hidup di negara agraris ini harus memperhatikan kebutuhan hasil pertanian, khususnya srikaya jumbo. Pemerintah bahkan telah mendirikan Taman Buah Nasional di Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Di masa mendatang diharapkan pemenuhan kebutuhan buah-buahan dapat terpenuhi dari dalam negeri - tidak impor - sehingga kebutuhan vitamin dan mineral bisa dilayani dari dalam negeri. Tanaman srikaya berbentuk pohon tegak dan hidup tahunan. Species dari famili Annonaceae ini sangat banyak. Ada yang dimanfaatkan untuk tanaman hias, tanaman industri, tanaman buah, bahkan saat ini ada yang tergolong tanaman langka seperti Stelachocripus burahol (burahol, kepel). Buah srikaya bersisik halus dan setiap sisik merupakan karpel yang berisi 1 (satu) butir biji. Buah srikaya yang masih muda berwarna hijau. Buah srikaya yang sudah tua berwarna hijau kekuningan, pecah, lembek, dan mengeluarkan aroma harum yang khas. Daging buah berwarna putih dan terasa seperti "berpasir". Berat buah rata-rata 80 - 200 gram dan jumlah buah per pohon per musim sekitar 50 buah untuk tanaman dewasa. 1. Kandungan Gizi Buah Srikaya Buah srikaya mempunyai tekstur yang lembut dan memiliki kandungan zat gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan lain-lain. Selain itu, beberapa penyakit dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi buah srikaya. Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia, setiap 100 gram daging buah srikaya segar mengandung komposisi gizi sebagai berikut: kalori 101,00 kal, protein 1,70 gram lemak 0,60 gram karbohidrat 25,20 gram kalsium 27,00 miligram, fosfor 20,00 miligram, besi 0,80 miligram, vitamin B 0,80 miligram, vitamin C 22,00 miligram, air dan bdd 58%. 2. Jenis-jenis Srikaya Buah srikaya yang dibudidayakan dan tersebar di Indonesia terbagi dalam 2 jenis yaitu srikaya lokal dan srikaya varietas unggul dari luar negeri yang telah lama beradptasi. Srikaya jenis lokal terdiri atas 2 varietas yaitu varietas srikaya gading dengan kulit buah berwarna kekuning-kuningan dan variatas srikaya lumut dengan kulit buah berwarna hijau. Kedua varietas ini sangat unik karena memiliki permukaan yang berbenjol-benjol dan bersisik, rasanya manis dan berukuran besar, bijinya sedikit dengan warna daging buah putih.Sedangkan jenis varietas unggul yaitu srikaya jumbo memiliki daun yang agak tertutup dengan warna hijau. Bentuk buahnya bulat dan sangat besar serta warna buahnya merah dengan permukaan berbenjol-benjol, tidak merata. Berat rata-rata bisa mencapai 500 gram per buah,bahkan bisa mencapai 2.000 gram. Daging buahnya manis,kental,tebal,putih,tetap keras sehingga tidak mudah penyek (tahan banting), bertekstur lembut berwarna putih bersih dan beraroma harum sehingga konsumen sangat senang untuk menikmatinya. Srikaya yang berasal dari luar negeri yang telah dikenal di Indonesia yaitu srikaya yang berasal dari Australia dan srikaya Bangkok. Srikaya asal Australia dikenal sebagai srikaya New Varietas seperti yang dikembangkan oleh kebun bibit Trubus sedangkan srikaya bangkok saat ini terdiri atas 2 varietas yaitu varietas Fai dan varietas Nang. Bentuk buahnya sama dengan srikaya lokal tetapi kulit buahnya hijau, jarak antar mata lebih jarang, buahnya tetap keras meskipun telah matang, bijinya lebih sedikit, kecil dan umur buah hingga siap panen sekitar 40 hari. 3. Manfaat Tanaman Srikaya Tanaman srikaya selain sebagai tanaman buah untuk konsumsi buah segar, juga sebagai tanaman pelindung di depan rumah, dan tanaman pagar. Buahnya dijadikan bahan pembuatan minuman asam, sirup, sari buah. Banyak orang sudah menggunjingkan bahwa bijinya pun bisa digunakan untuk membunuh kutu kepala, sedangkan akarnya mengandung racun. Daunnya yang digilas dapat dimanfaatkan untuk mencuci anjing sehingga anjing akan terhindar dari kutu yang merugikan. Hal tersebut merupakan kabar baik bagi para penghobi anjing karena dapat memanfaatkan srikaya khususnya srikaya jumbo. Bijinya digiling halus digunakan untuk membunuh kutu kepala, akarnya menurut Indische Vergiftraporten mengandung racun, dan daun yang dimemarkan digunakan untuk mengobati penyakit kulit. Selain bermanfaat seperti diuraikan diatas, tanaman srikaya juga dapat dimanfaatkan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu dan bijinya. Jenis penyakit yang dapat digunakan dari tanaman srikaya adalah : ¢ Daun digunakan untuk mengatasi batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekszema sedangkan ¢ Buah digunakan untuk mengatasi pencernaan, lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga ¢ Buah muda digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia) ¢ Akar digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung serta ¢ Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare, disentri dan luka bakar. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Juhaeni P, 1997. Budidaya Srikaya. Penerbit Kanisius Yogyakarta. 2. Sumarno DS, Isto Suwarno; 2011. Srikaya Jumbo Potensi Unggul Sibuah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta 3.Sobir; Mega A, 2013. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.