Loading...

MENGENAL TEKNOLOGI HIDROPONIK DI KELOMPOK WANITA TANI FOKUS USAHA

MENGENAL TEKNOLOGI HIDROPONIK  DI KELOMPOK WANITA TANI FOKUS USAHA
Kelompok wanita tani fokus usaha berada di kelurahan penyengat rendah,Kecamatan Telanaipura Kota Jambi.Lokasi tempat tinggal anggota tani tidak jauh dari sungai batang hari bahkan lahan pertanian mereka berada di pinggiran bantaran sungai batang hari.Setiap tahun lokasi tempat tinggal dan lahan pertanian mereka selalu terkena banjir .Sehingga anggota tani hanya bisa berusaha tani diantara bulan Juni sampai dengan November.Itupun mereka masih belum aman dari resiko banjir dan kemarau.Agar kegiatan berusaha tani tetap berlanjut tanpa harus terkendala banjir,dan kemarau,maka pada akhir tahun 2015 dilakukan penyuluhan mengenai sistem penanaman hidroponik dan sistem hidroponik ini sudah diterapkan dan dijadikan salah satu kegiatan usaha tani sampai sekarang. Apa itu hidroponik? Hidroponik (hydroponics) berasal dari bahasa Yunani yang memiliki dua kata,yaitu hydro yang brarti air dan ponos yang memiliki makna daya atau kerja.Jadi,dapat kita pahami bahwa hidroponik adalah bercocok tanam dengan memanfaatkan air.Seiring perkembangan zaman,jika semula hidroponik hanya diartikan sebagai sistem budidaya tanaman yang mengandalkan air,saat ini hidroponik berkembang menjadi soilles culture (bercocok tanam tanpa tanah) Alasan kelompok wanita tani fokus usaha yakin ingin menerapkan sistem hidroponik sebagai salah satu usaha tani karena kelebihan hidroponik bisa mereka laksanakan dan kelemahan pada sistem hidroponik masih bisa mereka atasi.Adapun kelebihan sistem hidroponik antara lain sebagai berikut: 1.Perawatan lebih praktis dan gangguan hama lebih terkontrol 2.Pemakaian pupuk dan air lebih efisien 3.Tanaman tumbuh lebih cepat dengan kondisi yang lebih baik 4.Hasil produksi lebih konsisten dan banyak 5.Harga jual hidroponik lebih tinggi 6.Tidak ada resiko kebanjiran dan kekeringan 7.Dapat dilakukan pada lahan terbatas 8.Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan 9.Tanpa pestisida kimia Sedangkan kelemahan hidroponik pada umumnya adalah: 1.Ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit 2.Memerlukan keterampilan khusus untuk meramu nutrisi pupuk 3.Investasi awal yang relatif besar Dengan melihat potensi alam,dan kemampuan ekonomi para anggota tani bisa mengatasi kelemahan tersebut dengan memanfaatkan limbah sekam padi,botol plastik,gelas air minum mineral bekas,dirgen bekas,box buah bekas,kain bekas. Didalam budidaya tanaman sistem hidroponik terdapat beberapa komponen utama yang sangat menentukan keberhasilan usaha ini,yaitu: 1.Green House atau Serra Adalah suatu tempat yang terlindung dari beberapa unsur alami, yaitu hujan,cahaya matahari,angin,hama,penyakit dan sebagainya.Namun apabila budidaya msh skala kecil atau tahap pembelajaran,tanaman hidroponik bisa ditempatkan di bagian tertentu di rumah yang beratap.Seperti yang dilakukan kelompok wanita tani fokus usaha.Pada awalnya ,karena masih skala kecil dan coba coba,para anggota tani meletakkan tanamannya di teras rumah,atau membuat tempat naungan.Dimana tanaman bisa mendapatkan sinar matahari penuh.Namun karena melihat kesungguhan dari anggota taninya,akhirnya pada tahun 2017 proposal pengajuan green house disetujui,melalui Dinas Pertanian,Peternakan, dan Perikanan Kota Jambi. 2.Media Tanam Penggunaan jenis media tanam di dalam budidaya sistem hidroponik harus memperhatikan aspek teknis dan ekonomis.Aspek teknis yang dimaksud adalah kemudahan didalam mendapatkan bahan baku dan proses pembuatannya dan memenuhi persyaratan sebagai media tanam.Aspek ekonomis menyangkut biaya pengadaan dan harga bahan baku dimaksud di atas. Untuk memilih jenis media tanam yang baik,maka perlu diketahui beberapa sifat yang dikehendaki agar tanaman yang tumbuh diatasnya dapat tumbuh dengan baik. Beberapa sifat tersebut antara lain memiliki daya serap terhadap air tinggi,memiliki aerasi yang baik,tidak bersifat toxicracun bagi tanaman,memiliki ketahanan yang cukup. Media tanam ada dua jenis yaitu media air /hidroponik non-substrat berupa larutan hara/nutrien, dan media padat/hidroponik substrat berupa selain tanah.yaitu arang sekam,kerikil,serbuk kayu,rockwool,pasir ,cocopeat dan hydroton Di kelompok wanita tani fokus usaha,lebih memilih menggunakan arang sekam yang mereka buat sendiri,karena di wilayah penyengat rendah dan sekitarnya juga merupakan daerah penghasil padi otomatis sekam padi sangat murah dan mudah didapat.Selain itu arang sekam cukup steril,bersifat porous dan daya serap air tinggi. Ada dua prinsip kerja hidroponik.Prinsip kerja hidroponik pertama pada dasarnya terbagi dua1.Hidroponik substrat . Sistem ini menggunakan media padat yang dapat menyerap /menyediakan nutrisi,air dan oksigen serta sedikit mengandung bahan organik.Media substat itu,diantaranya seperti yang disebut diatas, arang sekam,pasir,rockwool.Teknik hidroponik yang menggunakan media padat diantaranya teknik statis,pasang surut,irigasi tetes dan run to waste.2.Hidroponik non substrat. Sistem ini merupakan model budidaya dengan meletakkan akar tanaman pada aliran air dangkal yang tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan sayuran.Akar akan berkembang di dalam larutan nutrisi.Metode yang menggunakan media ini antara lain NFT,aeroponik dan deep water culture. Prinsip kerja hidroponik kedua berdasarkan pergerakan nutrisi terbagi menjadi dua Sistem hidroponik aktif/dinamis Larutan dibuat bergerak bersirkulasi dengan menggunakan pompa.Contohnya DFT(deep flow technique),NFT (nutrient film technique),dan aeroponik.Kelebihannya yaitu larutan yang bersirkulasi dengan sendirinya menjadi kaya akan oksigen terlarut.Namun,investasi awal untuk sistem ini relatif lebih mahal dan pemasangan instalasi irigasinya pun lebih rumit. Sistem hidroponik pasif/statis Sistem ini bergantug pada gaya kapilaritas dari media tumbuh.Contohnya,wicks system ( sumbu) dan floating hydroponic (rakit apung).Kelebihan sistem ini yaitu larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.Cukup baik untuk tanaman sauran daun,tetapi tidak direkomendasikan untuk tanaman buah yang berukuran besar.Sementara itu kekurangannya adalah ketidakmampuan memberikan cukup oksigen melalui akar untuk mendukung oertumbuhan tanaman.Untuk lebih optimal dapat dibantu dengan aerasi gelembung udara menggunakan aerator/bubbler. Berdasarkan dua prinsip kerja hidroponik diatas,maka ada enam sistem dasar hidroponik yang nantinya bisa dikembangkan lagi, yaitu: 1.Wick system (Sumbu) 2.Ebb dan flow (pasang surut) 3.Floating system (rakit apung) 4.Aeroponik 5.Nutrient film technique (NFT) 6.Drip Irrigation (irigasi tetes) Wick system merupakan tekhnik irigasi pasif yang paling sedrhana (dasar) dalam berhidroponik.Oleh karena itu tekhnik ini sangat membantu bagi anggota tani kwt fokus usaha yang tertarik dan ingin mencoba bertanama secara hidroponik.Namun sekarang sebagian sudah menggunakan sistem DFT. Pada prinsipnya wick system hanya membutuhkan sumbu sebagai reservoir yang menghubungkan antara nutrisi dan media tanam.Cara kerjanya mirip dengan prinsip kompor minyak,hanya memanfaatkan prinsip kapilaritas air.Nutrisi dapat sampai ke akar tanaman melalui perantara sumbu.Kemudian larutan nutrisi pupuk yang berada di bak peampungan disedot oleh akar tanaman yang berada pada posisi di atas dengan perantaraan sumbu atau kain.Dengan demikian media tanam akan terus menerus basah oleh air dan nutrisi yang diberikan di sekitar akar tanamanUntuk metode DFT (Deep Flow Techique) adalah metode yang memanfaatkan aliran larutan hara/nutrisi hanya saja kedalaman larutan dibuat 5 sampai 8 cm,sehingga ketika aliran listrik mati,larutan tidak habis,tapi tetap tergenang. Adapun jenis jenis tanaman yang sudah dibudidayakan dengan sistem hidroponik di kelompok wanita tani fokus usaha adalah,Pakcoy,daun mint,selada hijau,selada merah,kangkung,bayam merah,kailan ,seledri,Pagoda dan cabai.Demikian pengalaman bertanam hidroponik di kelompok wanita tani fokus usaha,di artikel yang akan datang akan kita bahas lebih dalam tahapan tahapan dalam menanam sayuran dengan sistem sumbu .Tetap ikuti ya...... Oleh: Putri Indah Hayati,S.TP (Penyuluh Pertanian Kel. Penyengat Rendah) Sumber : PROGRAM CAPACITY BUILDING TH 2001 PERSONAL MASTERY PEMBEKALAN MASA PERSIAPAN PENSIUNPENERBIT : PT PLN (PERSERO) UNIT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JAKARTAPENULIS : Ir.Agung Wahyudi MODUL PELATIHAN SISTEM PENANAMAN HIDROPONIKPENERBIT : JirifarmPENULIS :Ir.Jimmy Halim