Teknologi pemangkasan merupakan rangkaian Budidaya tanaman kakao yang harus dilakukan dan memiliki manfaat besar bagi peningkatan produksi, namun sebagaimana sering kita jumpai dilapangan kegiatan pemangkasan ini jarang dilakukan oleh petani padahal dampak pada tanaman sangatlah bagus, diduga hal ini disebabkan minimnya penyampaian informasi teknologi pemangkasan ke pelaku utama. Pemangkasan adalah rangkaian kegiatan pemeliharaan tanaman kakao dengan cara mengurangi bagian dari organ tanaman yang berupa tunas, cabang ranting dan daun. Secara umum Tujuan dari pemangkasan adalah untuk pertumbuhan tanaman, mengurangi resiko serangan hama dan penyakit pada tanaman serta merangsang pembungaan dan pembentukan buah. Pemangkasan terdiri dari 3 jenis yaitu : Pemangkasan Bentuk Pemangkasan bentuk dilakukan sebanyak dua kali pada saat tanaman berumur 8-12 bulan (tanaman muda) dan pada saat berumur 18-24 bulan (tanaman remaja). Tujuan dari pemangkasan bentuk adalah untuk mendapatkan kerangka tanaman yang sehat, kuat dan penyebarannya merata. Cara Pemangaksaan: Umummnya tanaman kakao ketika berbentuk jorget ditumbuhi tunas 4-6 cabang . Pangkas cabang-cabang primer yang tidak layak lagi dan sisakan 3-4 cabang yang memiliki kondisi pertanaman sehat dan arahannya simetris untuk dibiarkan (pertumbuhannya merata kesegala arah) Buang cabang –cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat dengan jorket batas jaraknya sekitar 30-60 cm Cabang primer yang ditumbuhi cabang-cabang sekunder, diatur berselang-seling dengan jarak terdekat dari jorket 30-40 cm, kemudian lakukan pemotongan (topping) pada ujung cabang primer pada jarak 80-120 cm dari jorket. Buang cabang kecil (cabang cacing), cabang yang tumbuh kearah jorket (cabang balik), cabang menggantung, cabang sakit dan cabang patah, cabang kering /mati dan buang semua tunas air Pemangkasan Pemeliharaan Kagiatan pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk baik, mengatur penyebaran daun produktif, dengan cara membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki seperti tunas air, cabang –cabang sakit dan patah. Cara pemangkasan: Lakukan pemangkasan/potong tanaman yang tinggi melewati batas ukuran 3-3,5 m Lakukan pengaturan cabang sekunder berikutnya agar jarak tidak terlalu rapat. Potong cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat dengan jorket sekitar 40-60 cm Kurangi daun yang menggantung agar sirkulasi udara dalam kebun lancar Lakukan pemangkasan pemeliharaan 2/3 bulan sekali. Pemangkasan Produksi Pemangkasan produksi juga identik dengan pemangkasan berat, kegiatan pemangkasan dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu : 1) Awal musim hujan atau akhir musim kemarau, 2) Pertengahan hujan sampai akhir penghujan. Tujuan dari pemangkasan produksi adalah marangsang pertumbuhan bunga dan pembentukan buah Cara pemangkasan : Lakukan pengurangan daun pada tajuk kakao yang terlalu rimbun Buang ranting yang saling menaugi, cabang masuk kedalam, cabang yang menggantung dan ranting-ranting yang kurang bagus. Lakukan pemangkasan ranting dan daun hingga 25-50% Jenis cabang-cabang yang tidak produktif dan harus dipangkas adalah: Cabang rapat, cabang selingkuh, cabang bertingkat, cabang menjulang, cabang rusak, cabang cacing, cabang cambuk, cabang gantun, cabang ternaugi, cabang balik, cabang silang, cabang tindih dan cabang searah. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemangkasan: Jangan melakukan pemangkasan pada musim kemarau Pastikan alat yang digunakan sesuai rekomendasi pemangkasan (menggunakan alat yang standar) Jangan melakukan pemangkasan berat pada saat tanaman berbunga atau berubahpentil lebat Jangan melakukan pemangkasan ranting dan daun lebih dari 50% hingga terbukanya tajuk tanaman Hindari pemangkasan melebihi intensitas cahaya matahari 30 % Tidak dianjurkan melakukan pemangsakan sambil manjat Lakukan Pemangkasan pohon pelindung terlebih dahulu sebelum tanaman kakao Hindari pemotongan cabang yang berdiamter dari 3 m Sumber : di ambil dari berbagai sumber bacaan Penulis: Marwayanti Nas . SST (Penyuluh Pertanian BPTP Sulawesi Barat)