MENGENAL TRICHOKOMPOS, PUPUK HAYATI YANG MENGUNTUNGKAN Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak sesuai rekomendasi pemupukan telah mengakibatkan kondisi sebagian lahan pertanian di Indonesia mengalami degradasi tingkat kesuburannya. Untuk memulihkan kembali kondisi kesuburan tanah, perlu dilakukan upaya memasifkan penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati. Sedangkan Pupuk hayati adalah merupakan pupuk organik yang diperkaya oleh mikroba-mikroba tertentu, antara lain mikroba yang berperan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan berperan mengoptimalkan penyerapan unsur hara tertentu, seperti Nitrogen, Posfat dan Kalium dan lain-lain. Salah satu mikroba yang dimasukkan pada pupuk hayati yaitu : Trichoderma spp. Trichoderma spp., diketahui memiliki berbagai “mode of action” sebagai agens biocontrol, pemacu pertumbuhan, biodekomposer dan bioremediasi tanah-tanah tercemar. Trichoderma spp., sebagai agens biocontrol penyakit kresek pada tanaman padi, melalui mekanisme langsung seperti hiperparasitisme, antibiosis dan kompetisi nutrisi dan mekanisme tidak langsung seperti induksi ketahanan tanaman, memacu pertumbuhan dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara makro dan mikro (Tuminem,2023) Pupuk hayati yang diperkaya oleh mikroba tertentu seperti Trichoderma spp. Disebut Trichokompos. Trichokompos mengandung unsur hara makro dan mikro, berfungsi memperbaiki struktur tanah, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, menahan air, meningkatkan aktivitas biologis mikroorganisme tanah yang menguntungkan, meningkatkan PH pada tanah asam, dan sebagai pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) penyakit tular tanah (Sujatna et.al., 2017). BAGAIMANA MEMBUATNYA? Pembuatan pupuk hayati dimulai dari pengomposan pupuk organik. Pengomposan sisa tanaman (Jerami dan lain-lain) dengan decomposer menggunakan Effective Microorganism 4 (EM4), merupakan larutan yang terbuat dari bahan-bahan alami (utamanya sayur-sayuran dan buah-buahan serta bahan alami lainnya) yang mengandung banyak bakteri menguntungkan, merupakan salah satu aktivator yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan. Selanjutnya Bahan Trichoderma Spp. Yang sudah disiapkan dikocorkan pada pupuk kompos yang sudah matang. Selanjutnya ditutupi terpal dan diinkubasi selama kurang lebih 3 minggu. APA MANFAAT TRICHOKOMPOS? Trichokompos merupakan salah satu bentuk pupuk organik/kompos yang mengandung jamur antagonis Trichoderma spp. Beberapa manfaat Trichokompos adalah : Sebagai decomposer/pengurai bahan organik Mempercepat proses pelapukan/dekomposisi. Proses penguraian ini juga dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman. Sebagai pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Trichokompos juga memiliki kemampuan untuk mencegah dan menjaga tanaman dari gangguan serangan jamur penyebab penyakit yang ditularkan melalui tanah. Diantara beberapa jenis Trichoderma telah dilaporkan sebagai agensia hayati seperti T. Harzianum, T. Viridae, dan T. Konigii yang berspektrum luas pada berbagai tanaman pertanian (Junyah et.al, 2022). Salah satu penyakit utama pada tanaman padi adalah hawar daun bakteri yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae yang dapat menginfeksi tanaman padi mulai dari pembibitan sampai panen. Terdapat dua macam gejala hawar daun bakteri, yaitu gejala yang terjadi pada tanaman berumur kurang dari 30 hst, disebut kresek dan gejala yang timbul pada tanaman stadia anakan sampai pematangan bulir disebut sebagai hawar (blight). Gejala serangan hawar daun pada tanaman muda (kresek) dan stadia anakan dimulai dari tepi daun, berwarna keabu- abuan dan lama-lama daun menjadi kering. Kehilangan hasil akibat penyakit ini dapat mencapai 50 – 70%. Berdasarkan potensi kehilangan hasil tersebut, maka upaya pengendalian penyakit kresek harus dilaksanakan sedini mungkin atau dilakukan secara pre-emtif sehingga tidak menyebabkan kehilangan hasil panen. Pengendalian yang dianjurkan adalah dilakukan secara pre-emtif dengan menggunakan bahan pengendali ramah lingkungan. Pengendalian menggunakan agens hayati merupakan salah satu alternatif yang dikembangkan dalam rangka pengamanan produksi padi dari gangguan OPT. Agens pengendali hayati yang memiliki potensi untuk pengendalian penyakit kresek diantaranya adalah Trichoderma sp., yang dibuat menjadi pupuk hayati Trichokompos (Tuminem, 2023). Penyedia unsur hara tambahan . Berdasarkan uji Laboratorium, trichokompos dari bahan organik kotoran sapi mengandung hara N 0,50%, P 0,28%, K 0,42%, Ca 1,035 ppm, Fe 958 ppm, Mn 147 ppm, Cu 4 ppm dan Zn 25 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk hayati yang diperkaya jamur Trichoderma, memberikan kontribusi pada penyediaan unsur hara utama tanaman (Sujatna et.al., 2017). Ditulis Kembali Oleh : M. Takdir Mulyadi (Penyuluh pada Pusluhtan) Sumber Bacaan : Junyah, L.I, Syahruni,T. , Asmaul H, and Nur E.R. (2022). Aplikasi jamur Trichoderma pada pembuatan Trichokompos dan pemanfaatannya. Jurnal Aplikasi Teknologi Rekayasa dan Inovasi Vol. 1 No. 1 Hal. 58−63. Sujatna, I., Muchtar, R., & Banu, L.S. (2017). Pengaruh Trichokompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens l.) pada sistem wall garden. Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 11(2), 731–738. Sosialisasi penggunaan Trichokompos di Desa Poopo Tengah dan Poopo Utara. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 5(2), 96– 102. Tuminem (2023). Trichoderma spp., Sebagai Agens Biokontrol Penyakit Utama pada Tanaman Padi. Website Ditjen Tanaman Pangan, Agustus 2022)