Loading...

MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG

MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI  PADA TANAMAN JAGUNG
Dalam rangka mempertahankan swasembada pangan, sasaran utamanya yaitu perbaikan sistem produksi tanaman pangan, khususnya tanaman serealia ditujukan untuk : ( 1 ) meningkatkan produksi agar mampu mendukung ketahanan pangan, terutama melalui peningkatan produktivitas dan perluasanareal panen, ( 2 ) meningkatkan nilai tambah ekonomi sistem produksi, terutama melalui peningkatan efisiensi produksi, perbaikan mutu produk, diversifikasi pengembangan sistem dan usaha agribisnis tanaman serealia khususnya tanaman jagung. Kebutuhan bahan makanan bangsa Indonesia semakin bertambahnya penduduk Indonesia upaya diversifikasi bahan makanan terus dilaksanakan, salah satu diantaranya bahan makanan non beras adalah jagung. Permintaan jagung yang tinggi terutma dipiu oleh kebutuhan untuk menghasilkan pakan ternak, dan akhir – akhir ini semakin tinggi permintaan jagung untuk diolah menjadi etanol ( bahan bakar ), dan kebutuhan untuk industri lainnya. Pemanfaatan jagung yang semula untuk bahan makanan langsung, kini telah berubah menjadi komoditas industri. Permintaan jagung yang semakin meningkat itu belum seiring dengan produktifitas jagung di Indonesia. Banyaknya faktor yang membuat produktifitas jagung tidak meningkat, salah satunya yaitu serangan penyakit yang saat ini sangat ngetren yaitu penyakit Bulai. Penyakit bulai adalah penyakit yang perkembangannya melalui spora. Waktu keluarnya spora pada pagi hari, jam 04.00 Wib sampai dengan 05.30 Wib. Gejala serangan penyakit ini secara umum adalah : 1. Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas.2. Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut ( terlihat lebih jelas saat pagi hari ).3. Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku.4. Tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol.5. Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati ( umur tanaman dibawah 1 bulan ).6. Kadang – kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir. Cara pengendalian yang efektifLangkah Pertama1. Siapkan alat dan bahan yaitu handsprayer dan air bisa.2. Handsprayer yang telah berisi air biasa disemprotkan pada tanman dan lahannya pada jam 04.00 Wib s/d 05.30 Wib pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hst. Langkah Kedua1. Siapkan alat dan bahan yaitu handsprayer dan air biasa dan fungisida.2. Handsprayer yang telah berisi air biasa dan fungisida disemprotkan pada tanaman dan lahannya pada jam 0400 Wib sd 05.30 Wib pagi, mulai tanaman berumur 7 s/d 21 hst.3. Dengan melakukan hal tersebut maka dapat menekan perkembangan spora bulai, sehingga tanaman tidak terserang oleh penyakit bulai.