Mengetahui Tahap Kedua Pasca Panen Tanaman Kedelai : Pembijian Kedelai
Pembijian atau yang disebut dengan pemisahan biji dari kulitnya dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain a, Digebug/dipukul - Brangkasan yang cukup kering di atas lantai jemur/alas lain - Dipukul menggunakan tongkat pemukul dilapisi dengan karet ban dalam sepeda atau kain untuk menghindarkan terjadinya biji pecah. -Biji yang terlepas dari polong ditampi -Biji dijemur sampai kadar air mencapai ± 14% -Disimpan dalam wadah/karung yangbebas hama/penyakit b. Di atas anjang-anjang (dampar perontok) Anjang-anjang dibuat dari anyaman bambu -yang agak jarang. Pada bagian ujung diberi tambahan 4 buah kaki agar dapat berdiri, Pada bagian tepi diberi dinding untuk mencegah biji berhamburan. Pada saat digunakan untuk perontokan hendaknya anjang-anjang diletakkan di atas untuk mencegah tercecernya biji,Brangkasan dalam anjang-anjang dipukul dengan alat pemukul (bambu/kayu), dan biji kedele ditampung dalam wadah. c. Menggunakan alat mekanis (Power Thresher) Power Thresher yang biasa digunakan untuk pada dapat dimanfaatkan untuk merontokkan kedele. Pada waktu perontokan perputaran drum perontok dikurangi hingga mencapai ± 400 rpm. Brangkasan kedele yang dirontokkan dengan alat ini hendaknya tidak terlalu basah. Kadar air yang terlalu tinggi mengakibatkan biji yang rusak atau peralatan tidak dapat bekerja dengan baik (sering macet). sumber:Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian