MENILIK POTENSI PASAR, PETANI MENCOBA PERUNTUNGAN DENGAN BERBUDIDAYA TERONG
Terong (Solanum melongena) adalah salah satu komoditas sayuran yang memiliki potensi besar dalam industri agribisnis. Permintaan terong tinggi terutama di pasar lokal dan pasar luar daerah dengan tingkat konsumsi sayuran yang besar. Mengetahui potensi permintaan pasar dan harga yang bagus pada terong, petani mulai mencoba mengembangkan budidaya terong. Lahan yang sebelumnya merupakan lahan budidaya cabe rawit, kini berganti dengan budidaya terong ungu seluas lebih dari 1 hektar. Pada saat anjangsana (11/9/24) bersama penyuluh, Pak Edi menjelaskan “Kami memilih mencoba budidaya terong ungu ini, karena adanya permintaan dari pasar dengan harga yang dijanjikan cukup tinggi. Kemudian perawatan tanaman Terong relatif mudah, cukup tanam sekali petik bisa berkali-kali. Sehingga pada saat ini lahan ini kami alihkan menjadi lahan terong” Terong ungu yang siap panen biasanya sudah memasuki umur tiga sampai empat bulan. Tanaman terong ungu dapat memproduksi buah di sekitar usia lima hingga enam bulan.Menurut keterangan petani saat berdiskusi dengan Penyuluh, kondisi budidaya saat ini didukung oleh cuaca yang baik, sehingga terong yang berumur lebih dari tiga bulan ini sudah mampu menghasilkan produksi hingga 700 kg per panen, dan dapat dilakukan panen dalam rentang waktu dua kali seminggu. Hal ini tentu sangat menggembirakan petani dan meningkatkan semangat petani dalam berbudidaya pada saat ini. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)September 2024