Loading...

Meningkatkan Budidaya Sayuran Secara Vertikultur Dengan Memperhatikan PemeliharaanTanaman Dan Pemanenan

Meningkatkan Budidaya Sayuran Secara Vertikultur Dengan Memperhatikan PemeliharaanTanaman Dan Pemanenan
Tanaman memerlukan perawatan seperti halnya makhluk hidup lain. Tanaman memerlukan perhatian dan kasih sayang. Selain perlu menyiramnya setiap hari, tanaman juga perlu dipupuk dan harna penyakit dikendalikan. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik, seperti kompos, pupuk kandang, atau bokashi. Agar sayuran buah seperti cabai dan tomat tidak mudah rontok sebaiknya diberikan pula KCI satu sendok teh atau satu sendok makan, bergantung besar kecilnya pohon. Pemberian KCI setiap 5-6 bulan sekali. Limbah dapur atau daun-daun kering bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk bokashi. Pupuk bokashi adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami, sampah organik, pupuk kandang, dan lain- lain) dengan teknologi EM. Bokashi digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan bisa langsung digunakan sebagai pupuk. Di perdesaan, biasanya sampah atau kotoran hewan dimasukkan ke lubang dan Jika lubang telah penuh, sampah dibakar dan dimanfaatkan sebagai pupuk. Jika menggunakan pupuk kotoran hewan, hendaknya dipilih yang sudah tidak berbau busuk. Di toko swalayan atau kios tanaman, saat ini sudah tersedia pupuk kandang kering yang tidak berbau dan steril. Saat ini masyarakat mulai banyak mengonsumsi produk pertanian yang sehat, yaitu yang menggunakan pupuk dan pengendalian hama secara alami, meskipun harga produk tersebut lebih mahal. Berkebun di sekitar rumah sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia, seperti furadan untuk mengendalikan hama dalam tanah. Penggunaan furadan dapat me- ngurangi kesuburan tanah dan juga mencemari tanaman kurang lebih selama sebulan. Jadi, sebaiknya menaman sayuran tidak perlu menggunakan furadan. Pemanenan Sayuran seperti sawi, bayam, seledri, selada, dan kangkung biasanya dipanen dengan dicabut. Apabila kita menanamnya sendiri dan untuk dikonsumsi sendiri akan lebih hemat bila panen dilakukan dengan mengambil daunnya saja. Dengan cara ini, tanaman bisa bertahan lebih lama dan dipanen berulang-ulang [Liferdi Lukman). Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, 2011