Terinspirasi oleh masa-masa kejayaan Swasembada Beras tahun 1984 dan dalam upya mendukung peningkatan produksi beras 10 juta ton tahun 2014, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kab. Bandung menyelenggarakan Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian atau Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2013, di Kampung Cai Rancai Upas, Ciwidey, Kab. Bandung, Jawa Barat. Jambore tersebut dihadiri oleh 325 orang peserta, yang terdiri dari penyuluh PNS (pertanian, perikanan dan kehutanan), Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), penyuluh swadaya se- kabupaten Bandung. Hadir pula sebagai undangan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) Dr. Ir. Momon Rusmono, MS, Ketua Komisi B DPRD Kab. Bandung, Kepala Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Barat, Kepala BKP3 Kab. Bandung serta para pejabat SKPD lingkup Kab. Bandung. Dalam arahannya, Kapusluhtan menyampaikan bahwa Jambore Penyuluh ini merupakan upaya untuk meningkatkan gerakan penyuluhan di lapangan sebagai salah satu implementasi dalam mendukung terwujudnya 4 Sukses Pembangunan Pertanian. "Kegiatan yang bisa meningkatkan kapasitas petani dan untuk mewujudkan pertanian handal dan berkualitas salah satunya adalah melalui kegiatan penyuluhan, oleh karena itu tidak bisa dipungkiri dan jadi sebuah kewajiban gerakan penyuluhan pertanian di lapangan harus ditingkatkan, maka kapasitas, motivasi, kinerja dan kreatifitas penyuluh juga harus ditingkatkan,'' ujar Kapusluh. Selanjutnya, Kapusluhtan mengatakan,"Untuk mewujudkan tercapainya target pembangunan pertanian, dari aspek peningkatan kelembagaan penyuluhan, Kapusluh menghimbau kepada Bakorluh dan Bapelluh untuk bersama-sama menggempur Balai Penyuluhan Kecamatan dengan anggaran yang besar, sehingga penyuluhan dapat berjalan dengan baik". Selain itu, dari aspek ketenagaan beliau menghimbau agar para Bupati dan Walikota untuk bersurat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) tembusan ke Menteri Pertanian, untuk meminta rekruitmen penyuluh dengan analisis peta jabatan dan kebutuhan penyuluh didaerah masing-masing. Karena diperkirakan 5 tahun kedepan, apabila tidak ada rekrutan baru, penyuluh pertanian PNS tinggal separuh dari jumlah 28.494 orang penyuluh pertanian PNS yang ada saat ini. Disampaikan pula bahwa untuk dukungan sarana dan prasarana, Kementerian Pertanian pada tahun 2013 akan memberikan bantuan sebanyak 3.000 unit kendaraan operasional roda-2 bagi penyuluh pertanian, 2.000 perangkat alat cyber extension bagi Balai Penyuluhan Kecamatan, dan alat bantu kerja penyuluh berupa Soil Test Kit sebanyak 3.200 unit. Untuk peningkatan pemberdayaan petani, Kapusluh meminta penyuluh untuk mendorong dan menumbuhkan kelompoktani dan gabungan kelompoktani, dan mengharapkan agar Gapoktan yang sudah maju bisa didorong sebagai koperasi atau Badan Usaha Milik Petani. Dalam akhir arahannya, Kapusluhtan meminta kesiapan penyuluh untuk bekerja keras dan mendampingi serta mengawal pembangunan pertanian, yang langsung dijawab secara secara serempak oleh para penyuluh dengan kata," SIAPPPP".