TANJUNG BARU, LAMPUNG UTARA – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Baru Sejahtera di Desa Tanjung Baru, Lampung Utara, menerima bantuan bibit jeruk varietas unggul nasional Keprok RGL (Rimau Gerga Lebong) dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung Utara. Bantuan ini disalurkan dalam upaya strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan ekonomi petani setempat.
Kegiatan distribusi bibit yang dikenal sebagai dropping ini dilaksanakan pada 14 Oktober 2025 dan didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tanjung Baru, Ima Kurnia.
Total sebanyak 800 bibit Jeruk Keprok RGL didistribusikan dari Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Utara. Bantuan ini dialokasikan secara merata kepada seluruh 12 kelompok tani yang aktif di Desa Tanjung Baru. Jeruk Keprok RGL sendiri merupakan varietas unggul nasional sejak tahun 2012, dikenal karena buahnya yang besar (173–347 gram per buah) dengan rasa manis segar, serta kemampuannya berbunga hingga enam kali dalam setahun, menjanjikan potensi panen yang tinggi.
PPL Desa Tanjung Baru, Ima Kurnia, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah. "Kami mendampingi langsung kegiatan dropping ini untuk memastikan bibit diterima oleh kelompok tani yang berhak. Harapan besarnya, dengan adanya bantuan bibit jeruk varietas Keprok RGL yang dikenal unggul, dapat memberikan dampak positif signifikan untuk meningkatkan hasil panen dan pada akhirnya pendapatan petani," jelasnya.
Para petani yang tergabung dalam Gapoktan Baru Sejahtera menyambut bantuan ini dengan gembira. Salah satu perwakilan petani mengungkapkan rasa syukurnya dan motivasi baru yang muncul. "Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Utara. Bantuan bibit ini sangat berarti dan memotivasi kami untuk lebih giat dalam mengembangkan komoditas jeruk," ujarnya.
Program bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus kuat bagi pengembangan agribisnis jeruk di Desa Tanjung Baru, dengan visi menjadikan desa tersebut sebagai sentra produksi jeruk Keprok RGL dan meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan ekonomi masyarakat petani setempat.