Monitoring tanaman cabai sangat penting dilakukan untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitasnya. Faktor-faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan cabai antara lain suhu, kelembapan tanah, dan pH tanah. Suhu ideal bagi tanaman cabai adalah 25–27°C pada siang hari dan 18–20°C pada malam hari. Selain itu, kadar air tanah yang optimal berkisar antara 60–80%. Jika kelembapan terlalu tinggi, tanaman cabai menjadi lebih rentan terserang penyakit.
Dalam hal irigasi, pemberian air dilakukan secara berkala dengan interval pagi dan sore selama 14 hari setelah tanam (HST). Irigasi sebaiknya tidak langsung mengenai tanaman, melainkan dialirkan melalui lubang mulsa yang juga digunakan untuk pemupukan. Dengan cara ini, kelembapan tanah dapat terjaga dengan baik meskipun dalam kondisi cuaca panas. Selain irigasi menggunakan sistem teratur, penyiraman manual juga dapat membantu membersihkan sisa asam yang terbawa oleh air hujan serta mengurangi risiko toksisitas pada tanaman.
Selain menjaga kelembapan tanah, pengamatan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) juga perlu dilakukan sejak dini. Pada umur 1–14 HST, pengamatan serta pengendalian OPT dilakukan secara mekanis untuk mencegah serangan. Memasuki umur 15 HST, tanaman cabai sudah bisa diberikan tindakan preventif baik melalui pengendalian hayati maupun kimia agar tetap sehat dan terhindar dari serangan OPT.
Dengan pemantauan suhu, kelembapan tanah, penerapan irigasi yang tepat, serta pengendalian OPT secara berkala, budidaya cabai dapat berjalan optimal dan hasil panen dapat lebih maksimal.