Loading...

MENJAGA KETERSEDIAAN PAKAN TERNAK DARI ANCAMAN EL NINO DAN KEKERINGAN

MENJAGA KETERSEDIAAN PAKAN TERNAK  DARI ANCAMAN EL NINO DAN KEKERINGAN
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan Suhu Muka Laut ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Dampak yang ditimbulkan tentu saja sangat signifikan yaitu terjadi kekeringan dimana-mana dalam waktu yang cukup lama. Lantas, sektor apa saja yang terdampak oleh El Nino ini ? Tentu saja banyak. Salah satu diantaranya sektor peternakan. Dengan munculnya el nino, kekeringan dan suhu panas lebih ekstrim dibanding musim kemarau biasa. Dengan kondisi tersebut, akan sangat berpengaruh pada ketersediaan pakan ternak terutama hijauan. Untuk itu, sudah seharusnya kalangan peternakan berupaya mencarikan solusiya. Cara terbaik menyiasati kelangkaan pakan ternak adalah dengan mengawetkannya ketika di musim hujan pakan masih banyak tersedia. Salah satu cara pengawetan adalah menjadikan pakan dalam bentuk hay. HAY. Secara umum definisi Hay adalah pengawetan hijauan dalam bentuk kering, sehingga kelebihan produksi pada musim melimpah atau panen dapat disimpan untuk digunakan pada saat musim kekurangan. Tanaman hijauan diawetkan dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari kemudian disimpan dalam bentuk kering dengan kadar air antara 12% - 30%. Pengertian lain dari Hay adalah hijauan pakan ternak yang dikeringkan hingga kadar air rata-rata 20%. Biasanya rumput yang akan dijadikan Hay dipotong sebelum rumput berbunga atau rumput telah kering di lapangan (standing hay). Pada umumnya pembuatan hay bertujuan untuk : a) Pemanfaatan hijauan pada saat produksi berlimpah (musim penghujan); b)Penyediaan bahan makanan pada waktu tertentu (paceklik, cattle show/kontes, transport dan sebagainya); c)Keperluan perdagangan. Metoda penjemuran dalam pembuatan hay ada 2 macam, yaitu: Metode Hamparan dan Metode Pod. Metode Hamparan merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan di bolak-balik hingga kering. Hay yang dibuat dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20 – 30% (dapat dilihat dari: warna kecoklat-coklatan); 2) Metode Pod, dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama 1 – 3 hari (kadar air ± 50%). Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga (karena berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan air optimal), sehingga hay yang diperoleh tidak berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang akan meningkatkan palatabilitas dan kualitas. Bila memakai ‘dryer’ gunakan suhu pengering 1.000 - 2.500 C, hentikan bila kandungan air sudah mencapai 12 - 20 %. Bila menggunakan sinar matahari, lama pengeringan tergantung tercapainya kandungan air antara 12 - 20 %. Syarat hijauan (tanaman) yang dibuat Hay : 1) Bertekstur halus atau yang berbatang halus agar mudah kering; 2) Dipanen pada awal musim berbunga; 3) Hijauan (tanaman) yang akan dibuat hay dipanen dari area yang subur; 4) Hijauan yang akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga. Bahan pakan yang biasa digunakan untuk pembuatan hay adalah segala macam hijauan yang disukai oleh ternak ruminansia. Hasil Pengeringan, Hay disimpan di tempat yang kering. Hay diikat dengan ikatan sedang dan bervariasi, ditumpuk dalam gudang atau tempat yang diberi atap. Pengukuran kandungan air hay menggunakan: Delmhorst digital hay meter and bale sensor. Ciri-ciri hay yang berkualitas baik adalah: a)Warnanya masih kehijau-hijauan; b)Bentuk daun masih jelas; c)Teksturnya masih lemas, tidak keras dan tidak pula mudah patah; d)Baunya agak harum, tidak apek dan kelihatan bersih. Demikian sekilas informasi tentang Hay sebagai salah satu cara menjaga ketersediaan pakan ternak dari acaman El Nino dan kekeringan, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/82914/HAY/ https://emodul.untad.ac.id/pluginfile.php/493/mod_resource/content/1/Keg%20Belajar%204.pdf https://www.google.com/search?q=hay&hl=