Kopi merupakan komoditas perkebunan yang nilai ekonomisnya tinggi. Semakin tinggi kualitas kopi akan semakin tinggi nilai jualnya. Penanganan pasca panen adalah dengan penanganan pasca panen yang tepat. Dikutip dari berbaai sumber, kegiatan pasca penen terdiri atas penyortiran, pengupasan kulit, fermentasi, pencucian, pengeringan, pengemasan, dan penyimpanan. Berikut penjelasannya Penyortiran. Adalah untuk mendapatkan kopi berkualitas baik, yaitu tidak cacat, telah matang, tidak berlubang, tidak busuk, tidak terserang hama penyakit, bersih dari kotoran seperti daun atau ranting tanaman yang terbawa saat proses pemanenan Pengupasan kulit untuk diproses lebih lanjut. Pengupasan menggunakan mesin sangat disarankan agar cepat. Penggunaan alat yang berkualitas sangat disarankan untuk menghindari biji kopi pecah. Fermentasi biji kopi. Biji kopi yang kulitnya sudah dikupas masih menyisakan lendir yang menempel. Lendir ini harus dihilangkan dengan cara fermentasi. Pada umumnya, hanya jenis kopi arabika saja yang dilakukan proses fermentasi ini, untuk mempertahankan cita rasanya. Cara fermentasi biji kopi dengan merendamnya di dalam air ataupun memasukkannya ke dalam plastik rapat. Diamkan selama 12 sampai 36 jam, kemudian lakukan tahap pencucian. Pencucian. Biji kopi yang sudah difermentasi, perlu dilakukan pencucian untuk menghilangkan sisa lendir yang masih menempel. Pengeringan. Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air yang semula 60% sampai 65% menjadi 12%. Proses pengeringan dapat dilakukan menggunakan cahaya matahari, maupun mesin pengering. Pengemasan. Setelah biji kopi kering dilakukan pengemasan dengan wadah yang menjamin kualitas kopi tetap terjaga. Karung goni merupakan wadah yang paling tepat untuk menyimpan biji kopi. Hal ini karena karung goni dapat menyerap kelembaban. Penyimpanan. Tahap akhir sebelum di olah menjadi kopi siap konsumsi adalah penyimpanan. Simpan biji kopi pada tempat yang tepat, supaya terhindar dari kerusakan yang disebabkan karena jamur, serangga, dan tikus. Gunakanlah Gudang yang memiliki atap tidak bocor, ventilasi udara cukup, tidak lembab. Lokasi gedung di dataran rendah sangat disarankan karena berada di lingkungan yang hangat. Djanu Sutrino Penyuluh Madya, Edp 01/2024