Loading...

MENJAGA LUMBUNG PANGAN: MENGENAL GERDAL HAMA TIKUS SAWAH DAN TIPS ANTI GAGAL PANEN

MENJAGA LUMBUNG PANGAN: MENGENAL GERDAL HAMA TIKUS SAWAH DAN TIPS ANTI GAGAL PANEN

Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) masih menjadi musuh bebuyutan petani di Indonesia. Serangannya yang masif dan cepat sering kali mengakibatkan kerusakan mulai dari fase persemaian hingga menjelang panen. Untuk mengatasinya, pemerintah dan kelompok tani menggalakkan Gerdal (Gerakan Pengendalian) secara terpadu.

Apa itu Gerdal Tikus Sawah?

Gerdal bukan sekadar membasmi tikus saat populasi membeludak, melainkan sebuah aksi bersama yang terencana dan berkelanjutan. Prinsip utamanya adalah pengendalian hama terpadu (PHT) yang dilakukan secara serempak oleh seluruh petani dalam satu hamparan luas. Jika pengendalian dilakukan sendiri-sendiri, tikus hanya akan berpindah dari satu petak sawah ke petak lainnya.

Strategi Utama dalam Gerdal

  1. Gropyokan Masal: Dilakukan pada masa bera (istirahat lahan) atau awal musim tanam. Petani bersama-sama membongkar lubang aktif, mengejar, dan mematikan tikus secara fisik.
  2. Sanitasi Habitat: Membersihkan semak belukar, tanggul, dan saluran air yang sering menjadi sarang tikus. Memperkecil ukuran pematang (lebar kurang dari 30 cm) juga efektif agar tikus sulit membuat lubang di sana.
  3. TBS (Trap Barrier System): Penggunaan tanaman perangkap yang ditanam lebih awal (sekitar 3 minggu) dan dikelilingi pagar plastik serta bubu perangkap. Tikus akan tertarik ke tanaman tersebut dan masuk ke dalam perangkap.
  4. Pemanfaatan Musuh Alami: Salah satu cara paling ramah lingkungan adalah dengan memasang Rubuha (Rumah Burung Hantu) untuk burung Tyto alba. Seekor burung hantu mampu memangsa 3–5 ekor tikus setiap malam.

Tips Agar Tidak Gagal Panen Akibat Tikus

Agar usaha tani Anda tetap aman hingga masa panen, lakukan langkah-langkah preventif berikut:

  • Tanam Serempak: Usahakan selisih waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 2 minggu. Hal ini bertujuan untuk memutus siklus hidup dan ketersediaan pakan tikus.
  • Gunakan Rodentisida Secara Bijak: Jika populasi sudah di atas ambang batas, gunakan umpan beracun (rodentisida) sesuai dosis. Lakukan pengumpanan pada awal masa tanam sebelum padi mulai berbulir, karena saat padi sudah berisi, tikus akan lebih memilih memakan padi daripada umpan.
  • Fumigasi (Pengasapan): Lakukan pengasapan pada lubang-lubang aktif menggunakan belerang. Setelah diasap, segera tutup lubang tersebut dengan tanah agar tikus di dalamnya mati lemas.
  • Pengairan Berkala: Pada fase tertentu, menggenangi sawah dengan air dapat merusak sarang tikus yang berada di area pematang rendah.
  • Hindari Penggunaan Listrik: Sangat dilarang memasang kawat listrik di sawah. Selain berbahaya bagi manusia, metode ini tidak efektif secara sistemik dan melanggar hukum.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Pertanian RI. (2021). Pedoman Pengendalian Hama Tikus Sawah. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.
  2. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT). Strategi TBS dan LTBS dalam Pengendalian Tikus.
  3. Sudarmaji, & Herawati, N. (2017). Perkembangan Populasi dan Kerusakan oleh Tikus Sawah Serta Upaya Pengendaliannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian.