Loading...

MENUMBUHKEMBANGKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK DAN JEJARING PASAR

MENUMBUHKEMBANGKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK DAN JEJARING PASAR
Penumbuhkembangan kelembagaan petani yang berbasis skala usaha ekonomi perlu dikembangkan secara masif. Pengusaha pertanian lokal dapat menjadi perintis awal untuk menggerakkan petani disekitar lokasinya membentuk kelembagaan tersebut dan menjadi mitra pemasaran yang saling menguntungkan satu sama lainnya. Oleh karena itu, penumbuhan kelembagaan ekonomi petani (KEP) harus sudah bergeser dari pola-pola yang sudah saat ini dengan melibatkan para pengusaha petani milenial yang memiliki empati terhadap para petani dan usahatani di sekitarnya. Pola pengembangan usaha dimulai dari mengidentifikasi dan menemukan pengusaha atau petani maju lokal yang mau dan mampu menjadi penggerak para petani disekitanya membentuk kelembagaan ekonomi dan menjadi mitra usaha yang saling menguntungkan. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat sentral kegiatan pembelajaran petani di tingkat kecamatan menjadi inisiator untuk mengkoordinasikan penumbuhkembangan kelembagaan ekonomi petani tersebut. Dibantu dengan petani pengusaha milenial, BPP merumuskan pengembangan usaha dan nilai tambah produk pertanian setempat dan harus mampu menggaet mitra usaha lainnya sehingga terjalin kemitraan yang kuat antara petani, kelembagaan ekonomi dan pengusaha lokal dengan mitra lainnya yang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan berujung pada peningkatan pendapatan petani. Adapun konsep penumbuhkembangkan KEP sebagai berikut: Tahapan Penumbuhan KEP Melakukan tahap identifikasi pada pemuda tani yang memiliki minat untuk melakukan kegiatan usahatani komoditas unggulan (perkebunan, peternakan, tanaman pangan dan hortikultura) atau telah memiliki usaha di bidang pertanian. Tahap selanjutnya Pemuda tani terpilih untuk menjadi calon pengusaha petani melaksanakan pendidikan dan pelatihan. Menyusun rencana bisnis yang relevan untuk petani penerima program SIMURP yang akan menjadi anggota KEP sebagai langkah pembelajaran usaha. Pemuda tani yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan akan menjadi pelatih pada kegiatan Bimbingan Teknis di BPP terkait dengan rencana usaha bisnis kelompok. Sosialisasi dan Rintisan Penumbuhan Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai tahap persiapan awal dalam membentuk kelompok yang berorientasi pada ekonomi. Kegiatan sosialisasi melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), tokoh masyarakat seperti kepala desa, petani pengusaha milenial, pengusaha, dan penyuluh pertanian. Rintisan dan Penumbuhan Syarat Penumbuhan keanggotaan dapat berasal anggota kelompok tani atau kelompok usaha pertanian lainnya yang terafiliasi dengan P3A. Pemuda tani milenial memiliki kemampuan/skill dan atau minat untuk mengembangkan usahatani komoditas unggulan. Pengukuhan KEP oleh Kepala BPP, berita acara pengukuhan selanjutnya disampaikan ke Dinas yang menangani fungsi pertanian sebagai bahan registrasi dan informasi. Manajemen Organisasi Manajemen organisasi KEP dapat dibentuk dari kesepakatan antara anggota dan pengurus. Secara umum contoh atau konsep pengelolaan KEP dapat dilakukan dengan susunan pengurus seperti gambar dibawah ini. Untuk menjalankan KEP ini dalam pelaksanaannya dilakukan oleh pengurus (Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi-Seksi Usaha), Penumbuhkembangkan KEP melalui pengembangan jejaring pasar ini bisa menjadi salah satu alternif pilihan atau model dengan menyesuaikan kondisi dan situasi lapangan dalam ragka meningkatkan kinerja dan peran BPP serta penyuluh pertanian untuk mendukung upaya percepatan produksi komoditas strategis nasional. (Suwarna_ Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber : Petunjuk Teknis Pengembangan Produk dan Jejaring Pasar, Kegiatan menumbuhkembangkan Market Linkage Program SIMURP 2021.