Kegiatan Temu Lapang Petani (Farmer’s Field Day) sebagai salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antara para petani, peneliti, dan penyuluh untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan serta diharapkan adanya umpan balik dari petani. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada saat panen dan atau pada tahapan proses budidaya untuk menyampaikan pesan terkait dengan penerapan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan produksi dan produktivitas, baik pada komoditas padi, jagung, kedelai, ataupun aneka jagung, sesuai dengan program pembangunan pertanian yang digulirkan pemerintah.
FFD dilaksanakan tanggal 19 Desember 2025 di demplot Kelompok Tani Jaya Sepakat Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau. FFD dihadiri 100 petani, Penyuluh, Lurah Pematang Pudu, Kepala UPT Penyuluh Pertanian, Camat Mandau dan Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis.
“Pada kesempatan ini, saya berterimakasih kepada seluruh kelompok tani di Kecamatan Mandau, terkhusus kepada 10 kelompok tani yang mengikuti kegiatan pembelajaran kursus tani. Harapannya semoga seluruh kegiatan yang telah kita laksanakan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Kita juga berharap agar kegiatan ini bisa berlanjut agar kelompok tani lain juga bisa turut mengikuti kegiatan pembelajaran SL-Tematik ini” ujar Desy Susanty, SH, Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Mandau.
Komoditi yang menjadi demplot adalah Tanaman Semangka Varietas Amara, Tanaman tumbuh subur sesuai harapan dengan menggunakan bahan-bahan organik diharapkan produk yg dihasilkan aman untk dikonsumsi. Demplot ini merupakan lahan percontohan dimana hasil pembelajaran kursus tani telah diaplikasikan.
Menurut Edi Supriono sebagai petani yang mengelola lahan demplot ini, kegiatan praktek pada kursus tani sangat bermanfaat sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengaplikasikan pertanian organik. Manfaat yang paling terasa adalah dapat mengurangi biaya keluar dalam kegiatan budidaya kali ini serta dapat meningkatkan hasil produksi. Produktivitas tanaman semangka yang semula di angka 14-16 ton perhektar, diperkirakan naik menjadi 20-25 ton perhektar. Hal ini tentu sangat membangkitkan semangat petani dan dapat menarik perhatian petani yang lain untuk mulai mengaplikasikan pertanian organik.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ramlah, anggota Kelompok Tani Anyelir yang turut serta dalam kegiatan sekolah lapang tematik. “Kami berterimakasih kepada Kementerian Pertanian yang memberikan kami kegiatan sekolah lapang tematik. Melalui kegiatan ini, kami memiliki wadah untuk belajar, berdiskusi dan bertemu dengan petani dari desa lain sehingga menambah relasi kami para petani. Selain kami mendapatkan ilmu dari narasumber yang selalu memberikan penjelasan yang menarik dan sangat penting untuk kami pelajari, metode demonstrasi cara yang kemudian kami praktekan sendiri menjadi metode yang sangat efektif untuk bisa kami pahami dengan cepat”.
Dengan adanya kegiatan Farmer Field Day ini maka kegiatan sekolah lapang tematik telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan panen bersama tanaman semangka di demplot ini. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan faktor pendukung bagi petani untuk mendapatkan informasi dan inovasi tanaman hortikultura.