Tumbuhan berkayu menjulang ke angkasa, cahaya matahari menyusup ke sela-sela ranting pohon. Lelaki bertopi jerami itu menekurkan kepala, memetik satu persatu buah cabai merah menyala. Suryanto, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Maju Bersama sedang panen di Kebun Jalan Bandes. Ia bersama 12 orang anggota panen, memetik sekitar 6 ribu batang cabai merah. Pria kelahiran Pulau Bengkalis, 19 Agustus 1979 itu memang hidup di keluarga yang bergelut dalam dunia pertanian. Sejak kecil ia biasa ikut kedua orang tuanya yang memiliki kebun pisang yang di sebelahnya juga ditanami sayuran. Rutinitas pertanian mulai lagi diusahakannya lagi sejak Tahun 2009, setelah sebelumnya mencari nafkah lewat kerja kuli bangunan. Awal kisah sore sepulang kerja, ia lewat di depan kebun cabai milik seorang kawan. Petani tersebut menanam cabai merah dan berhasil panen dengan harga tinggi. Mulailah ia belajar dari petani itu, sambal membuka lahan sendiri untuk ditanaminya cabai. Panen pertama hasil budidaya cabai rawit 1000 batang sukses dengan hasil memuaskan. Musim kedua di lahan yang sama ia menaikkan jumlahnya menjadi 4.000 batang cabai rawit dan berhasil juga. Ia akhirnya sadar bahwa profesi petani cabai sangat menjanjikan, ia pun fokus ke budidaya tanaman Capsicum Annuum. Puncaknya di Tahun 2024, Ketika kelompoknya memanen enam ribu batang cabai merah. Hasilnya adalah 5 Ton cabai merah seharga 55.000 Rupiah perkilogram. Petani Suryanto, 46 Tahun menceritakan bahwa tantangan yang dihadapinya adalah makin hari, harga benih maupun bibit cabai makin mahal. Ia mulai mengawinkan bibit unggul dengan bibit kampung, ilmu didapat secara otodidak, belajar dari penyuluh, ikut pelatihan, hingga beli buku pertanian. Tiap musim tanam, disiapkan satu bedengan khusus untuk persiapan bibit cabai masa tanam berikutnya. Saat ini ia menanam di 50 bedengan, 1 untuk bibit cabai tanpa menggunakan pupuk kimia. Suryanto dan anggota kelompok menanam 11 ribu batang cabai dengan jarak tanam 30 cm. Pemupukan mulai dilakukan 10 hari setelah tanam, memadukan antara pupuk kimia sesuai dosis anjuran dan pupuk organik padat. Bila tanaman cabai ada 50 bedengan, maka kelompok Maju Bersama mesti menyiapkan 2 ton pupuk kandang. Ayah 3 orang anak ini pun didapuk menjadi narasumber kursus tani perdana di Kecamatan Bukit Batu. Pupuk organik atau pupuk kandang dari kohe ayam adalah salah satu jenis pupuk yang umum digunakan dalam dunia pertanian. Karakteristik dari pupuk kendang yaitu kaya nutrisi, mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium yang bermanfaat bagi tanaman. Pupuk organik padat merupakan cara alami untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Kohe ayam diolah dulu sebelum digunakan, dikompos bersama dedak serta bantuan pengurai. Mikroorganisme menguraikan bahan organik lebih cepat dan menghilangkan bau tidak sedap, serta mengurangi risiko penyebaran pathogen.