Menyambut Bulan Ramadhan, Petani Siapkan Semangka Untuk Berbuah
Buah Semangka mengandung vitamin A, vitamin C dan vitamin lainnya serta mengandung antioksidan yang tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan, dan dapat mencegah dehidrasi karena banyak mengandung air. Karena hal inilah buah semangka menjadi salah satu buah favorit yang dicari pada saat berpuasa. Sehingga permintaan dan harga pasar dari buah semangka akan meningkat tajam pada bulan Ramadhan. Peluang inilah yang mendorong petani untuk mempersiapkan tanaman semangkanya agar dapat dipanen pada bulan puasa. Seperti contohnya anggota Kelompok Tani Jaya Sepakat, Bapak Edi yang sengaja melakukan budidaya untuk musim panen di bulan puasa. “Kami menanam semangka dimulai pada bulan Januari sehingga dapat diperkiraan panen akan dilakukan pada bulan Maret yaitu bulan puasa. Agar mendapati waktu panen yang tepat itu, maka proses penyerbukan juga harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu bulan Februari atau satu bulan sebelum waktu panen” ujarnya. Untuk mengoptimalkan bentuk dan ukuran buah sebaiknya dilakukan penyerbukan buatan terutama untuk semangka tanpa biji. Penyerbukan dilakukan pada pagi hari pada saat bunga betina sedang mekar. Apabila penyerbukan telah lewat pukul 09.00, biasanya bunga betina sudah layu. Caranya dengan mengusapkan bunga jantan semangka penyerbuk pada bunga betina semangka tanpa biji. Setelah 3-5 hari dilakukan penyerbukan dapat diketahui keberhasilan dar penyerbukan tersebut. Ciri penyerbukan yang berhasil yaitu bunga yang pada saat diserbuki menghadap keatas menjadi terbalik menghadap kebawah dan bakal buah berkembang. Jumlah buah yang dipelihara tergantung dari kondisi tanaman. Pengaturan waktu budidaya seperti ini mampu meningkatkan pendapatan petani karena produksi yang dihasilkan akan langsung terserap oleh pasar domestik dan harga jual yang tinggi juga akan menguntungkan petani. Oleh karena itu diperlukan peningkatan produktivitas semangka melalui penerapan teknologi budidaya semangka yang baik dan benar. Dengan hal tersebut maka kualitas dan kuantitas buah akan meningkat sehingga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas input seperti tenaga kerja, sarana produksi dan penanganan hasil yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) Februari 2024