Hari Senin tanggal 25 Juni 2012, halaman Balai Penyuluhan Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek tampak jauh lebih ramai dibanding biasanya. Hari itu, sekitar 200 orang penyuluh yang terdiri dari penyuluh pertanian, perikanan, dan kehutanan berkumpul bersama untuk mengadakan Apel Siaga dalam rangka mengawali Hari Krida Pertanian yang diperingati setiap tahunnya selama satu bulan, mulai tanggal 21 Juni sampai dengan 21 Juli. Selain Kepala Bapelluh Kabupaten Trenggalek, tampak hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, perwakilan dari Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Muspika Kecamatan Karangan. Bertindak selaku pembina Apel Siaga adalah Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR, MMT. Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek mengatakan bahwa penetapan Hari Krida Pertanian didasarkan atas pertimbangan bahwa pada saat ini posisi matahari yang merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, berada pada garis balik utara (23,5o LU) dan akan kembali bergerak menuju lintang selatan, dimana saat ini terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan-perubahan kegiatan pertanian. Musim kemarau akan perlahan-lahan ditinggalkan, secara bertahap berganti musim penghujan. Dengan demikian inilah saat yang tepat untuk mempersiapkan diri dan merencanakan berbagai kegiatan di musim penghujan yang akan mencapai puncaknya pada bulan Desember. Selain disambut dengan rasa bangga dan penuh syukur, Bupati Trenggalek juga mengingatkan agar peringatan Hari Krida Pertanian ke-40 ini juga dijadikan sebagai saat untuk bermawas diri dan introspeksi atas segala kelemahan dan kekurangan yang kita lakukan di masa lampau dalam mendarmabaktikan diri membina dan menangani berbagai permasalahan pertanian sebagai tiang penyangga ekonomi mayoritas masyarakat, untuk kemudian kita benahi dan perbaiki di masa mendatang. Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa Undang-Undang No 16 Tahun 2006 telah mengamanatkan bahwa tugas pokok penyuluh, baik penyuluh pertanian, perikanan, maupun kehutanan adalah memberdayakan petani dan keluarganya sehingga kemampuan dan ketrampilannya meningkat. Hari Krida Pertanian juga dipandang sebagai saat yang tepat untuk memberikan penghargaan bagi insan masyarakat yang dianggap telah berprestasi atau berjasa dalam pembangunan bidang pertanian. Untuk itu dalam peringatan Hari Krida Pertanian yang ke-40 tersebut, Bupati Trenggalek juga menganugerahkan penghargaan kepada petugas, petani, dan gapoktan berpretasi, dengan rincian sebagai berikut: - Gapoktan Berprestasi dalam Pelaksanaan PUAP: Gapoktan Sido Rukun Desa Pule Kec. Pule - Gapoktan Berprestasi dalam Agribisnis Tanaman Obat: Gapoktan Mulyo Sari Desa Sidomulyo Kec. Pule - Gapoktan Berprestasi dalam Agribisnis Tanaman Pangan: Gapoktan Subur Rahayu Desa Gading Kec. Tugu - Gapoktan Berprestasi dalam Agribisnis Tanaman Buah: Gapoktan Bunga Harapan Desa Karangrejo Kec. Kampak - Penyuluh Berprestasi I : Mulyadi, SP. - Penyuluh Berprestasi II : Titik Sumiati, SP. - Penyuluh Berprestasi III : Nurhadi, SP. - Mantri Tani Berprestasi : Siti Mubarokah, SP. - Penyuluh Swadaya Berprestasi : Nur Khamim - Petani Berprestasi : Riyono Penghargaan tersebut diberikan agar dapat dijadikan pendorong dan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dan mampu memunculkan cipta karsa dan cipta karya yang lebih baik. Selain menganugerahkan perhargaan, dalam kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek juga menyerahkan 10 unit kendaraan bermotor roda dua dari Kementerian Pertanian kepada 10 orang penyuluh untuk memperlancar dalam menjalankan tugas-tugasnya. Oleh: Titik Amrih Rahayu, STP./PPL pada Bapelluh Trenggalek