Penggunaan bibit yang baik merupakan salah satu faktor yang akan perpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Untuk menyiapkan dan memenuhi kebutuhan bibit lada yang baik dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya dengan membuat kebun induk lada di lapang, dan membuat kebun induk mini. Kebun induk lada di lapang Untuk menjamin ketersediaan sumber bibit lada yang baik perlu dibangun kebun induk lada varietas unggul Natar-1. Kebun induk tersebut bisa sekaligus sebagai kebun produksi lada. Bibit lada varietas unggul Natar-1 ditanam dengan jarak tanam 2 m x 2 m atau 2 m x 2,5 m. Tanaman lada yang mati di kebun induk disulam secara teratur setiap musim penyulaman. Penyulaman dilakukan secara klonal menggunakan bibit lada atau bahan tanaman dari varietas lada yang sama sesuai spesifik lokasi untuk daerah Lampung, yaitu varietas lada Natar-1. Secara periodik tanaman lada dipangkas agar tumbuh tunas vegetatif baru sebagai bahan tanaman untuk sumber bibit. Kebun induk mini Bisa juga dibangun Kebun Induk Mini lada Natar-1 sebagai alternatif pengembangan sumber bibit lada secara klonal dalam waktu relatif singkat. Bibit awal berasal dari kebun induk sumber bibit (UPBS) milik Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat di Kebun Percobaan Lada Cahaya Negeri Lampung Utara. Pengembangan sumber bibit lada di Kebun Induk Mini dimaksudkan untuk menyediakan bibit lada dalam jumlah banyak dalam waktu cepat, agar mudah diseleksi dan diawasi. Penanaman bibit lada di kebun induk mini dilakukan dengan jarak tanam rapat (25-20 cm), diberi naungan dengan paranet intensitas 60% - 70%, diberi tajar dari belahan bambu, pertumbuhan cabang buah dibuang dan pemeliharaan dilakukan secara intensif terutama dalam pemupukan organik, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyiraman. Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Lada