Loading...

Menyimpan Gabah dalam Karung

Menyimpan Gabah dalam Karung
Gabah Mudah Rusak Gabah sebagaimana produk pertanian lainnya juga mudah rusak apabila tidak ditangani dengan baik. Sebab, pada keadaan suhu gabah 30 0 dan kadar air 15 % atau lebih, respisrasi (penguapan) gabah menjadi meningkat dengan cepat. Dengan terjadinya peningkatan respirasi gabah, maka akan mengakibatkan meningkatnya suhu dan kelembaban butiran gabah dimana kondisi ini merupakan media yang baik untuk pertumbuhan jamur dan serangga hama. Supaya tahan lama, gabah yang akan disimpan dikeringkan (kadar air 12 % s.d. 14 %) dan dibersihkan dahulu dari debu, kotoran dan serangga hama serta lindungi dari suhu lingkungan yang ekstrem panas. Usahakan gabah yang disimpannya itu dalam keadan kering (kadar air 12 % s.d. 14 %) , sejuk dan hindarkan dari gangguan serangga hama gudang, tikus dan burung. Tergantung Dari Lama Penyimpanan Perlu diketahui, selama penyimpanan, gabah bisa susut 2 % s.d. 6 % secara mekanis, kimiawi dan biologik. Kadar air gabah yang disimpannya tergantung dari lama penyimpanan gabah tersebut. Jika disimpan selama 1 s.d. 3 bulan, kadar air gabah 13 %, 4 s.d. 6 bulan kadar air gabah 12 % dan apabila disimpan selama 7 s.d. 12 bulan, kadar air gabah 11 %. Jadi, semakin lama gabah disimpan, akdar air gabah ahrus semakin rendah. Jika gabah ini akan disimpan dalam karung, ada bebeapa aspek yang perlu diperhatikan dari karung yang akan digunakan untuk menyimpan gabah tersebut, yaitu : 1. Karung harus dapat melindungi gabah dari kerusakan dalam pengangkutan dan atau penyimpanan. 2. Karung tidak boleh mengakibatkan kerusakan atau pencemaran oleh bahan kemasan/karung dan tidak menmbawa organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti serangga hama. 3. Karung harus kuat,d apat menahan tumpukan dan melindungi fisik dan tahan terhadap goncangan serta dapat mempertahankan keseragaman. Kelebihan menyimpan gabah dalam karung, gabah yang disimpannya itu dapat sedikit kurang kering karena dapat diaerasi (kena udara) secara alami dan dapat dipasang label dan gabah dari berbagai jenis dapat disimpan secara terpisah, misalnya gabah untuk benih dismpan secara tgerpisah dengan gabah untuk konsumei. Selain itu, karung mudah dipindah-pindahkan dan dapat disimpan di rumah, tak perlu gudang khusus sehingga lebih aman dari pencuri. Sedang kelemahannya, relatif mahal karena sekali dua kali pakai, karung mudah rusak sehingga tidak dapat melindungi dari ancaman tikus atau serangga hama dan air. Cara Menyimpannnya : Gabah yang akan disimpan dalam akrung bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Gabah yang akan disimpan dikeringkan sampai kadar airnya 12 % s.d. 14 % dan karung sebelum diisi gabah dibersihkan dan disucihakaman (disterilkan) agar bebas dari hama dan penyakit. 2. Gabah yang sudah kering dimasukkan ke dalam karung yang sudah bersih. Setiap 2 minggu, periksa kondisi gabah, apa gabah tersebut menjadi panas, bau, berkutu dan sebagainya. 3. Karung tempat penyimpanan gabah ini jangan ditaruh langsung di atas lantai atau menempel dindign gudang. Tumpukan karung harus di atas pallet atau flonder. 4. Sususn tumpukan karung itu secara rapih dan upayakan ada sirkulasi udara yang baik. 5. Tempat penyimpanan gabah aman dari serangga hama dan gangguan lainnya. Oleh akrena itu, tempat penyimpanan gabah usahakan selalu bersih. Penulis : Muchdat Widodo Sumber : 1. P.Suharno : Tata Cara Pengepakan dan Penyimpanan Gabah dan Beras 2. DR.Sutrisno Mardjan. Pengantar Penanganan Pasca Panen. Staf Pengajar Fateta IPB