Loading...

MENYULAP LIMBAH JADI BAHAN BERNILAI TAMBAH

MENYULAP LIMBAH JADI BAHAN  BERNILAI TAMBAH
Jamur tiram (Pleurotus sp.)merupakan salah satu jenis komoditas sayuran eksotik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan sangat potensial untuk dikembangkan dalam skala komersial.Tidak memerlukan tempat terlalu luas,pemasarannyapun cukup mudah serta menyerap banyak tenaga kerja.Tidak mengherankan sekarang banyak bertumbuhan usaha bisnis budidaya jamur tiram di berbagai tempat sperti di desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel. Ketersediaan bahan baku pembuat media tumbuh yang begitu mudah yaitu dari penggergajian kayu ,karena sekarang banyak industri penggergajian kayu. Media tanam yang berbahan dasar serbuk gergaji yang sudah di campur dengan bahan lainnya atau disebut Bag log hanya dapat digunakan sekali selama masa petumbuhan dan tidak bisa digunakan untuk media tanam lagi menjadi salah satu permasalahan di seda Urut Sewu karena hanya menjadi sampah / limbah yang yang tidak bermanfaat.Dari sinilah pengelola Jamur Tiram di desa Urut Sewu mulai mencari solusi bagaimana agar limbah Bag log ini, yaitu dimanfaatkan atau didaur ulang menjadi bahan lain yang bermanfaat dari pada dibuang percuma. Daur ulang tersebut diantaranya memanfaatkan limbah untuk bahan campuran membuat pupuk Bokashi.Tujuan dari ulang ini antar lain untuk mengurangi limbah dengan mengolah menjadi bahan yang bermanfaat, meningkatkan nilai tambah limbah yang akhirnya bias meningkatkan pendapatan PEMANFAATAN LIMBAH SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PUPUK BOKASHI Besarnya jumlah kebutuhan pupuk organik sekarang ini memaksa pengusaha pupuk organik mencari bahan-bahan yang murah melimpah dan mudah di sekitarnya.Terkadang sampai tidak mempertimbangkan kwalitas demi mengejar kwantitas dan profit semata.Sebagai bahan campuran bokashi limbah log/media tanam ini punya keunggulan dari pada serbuk gergajian biasa sebab :¢ pada proses pembuatanya terdiri dari campuran serbuk kayu gergajian,kapur dan gips serta dedak dengan perbandingan tertentu,sehingga kandungan unsur bahan lebih bagus.¢ Sedikit banyak limbah bag log ini telah mengalami pelapukan/penguraian/fermentasi awal,sehingga mempercepat proses selanjutnya.¢ Tidak mengandung bahan kimia/pestisida Adapun bahan dan cara pembuatanya sebagai berikut : kotoran ternak 50 kg, Dedak/bekatul 5 kg, Limbah log jamur 15 kg, Arang sekam 10 kg, Dolomit 2,5 kg, Tetes 2-5 ml / liter air, EM4 1“2 ml/liter air, Air 10 liter.Cara membuatnya : - Semua bahan padat diaduk jadi satu- Larutkan EM dengan air 10 lt sebanyak 1-2 ml/ltr dan 2-5 ml/ltr air - Tuangkan air kedalam bahan padat yang telah diaduk tani,aduk lagi sampai menjadi adonan yang dapat dikepal,namun tidak terlalu basah(kadar air 30 % )- Buat gundukan dari campuran tadi setinggi 20 cm,tutup rapat dengan terpal atau plastik selama 4 hari,dicek suhunya 3 kali sehari jangan lebih dari 50 derajat Cesius,bila lebih tutup dibuka sambil diaduk-aduk,bila sudah turun suhunya maka tutup lagi rapat-rapat.- Bila sudah 4 “ 7 hari bokashi sudah jadi,siap digunakan atau dikemas- Bokashi yang baik adalah dingin adonan kering dan berbau segar/tidak busuk. Kesimpulanya adalah Limbah media tanam jamur tiram (bag log ) masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan yang berguna. Daripada dibuang percuma atau sebagai sampah yang menjadi masalah, dapat dimanfaatkan sebagai bahan yang bernilai. Salahsatunya sebagai bahan campuran pembuatan pupuk bokashi. Karena semakin tingginya kebutuhan pupuk organik dan semakin langkanya bahan baku, limbah log ini diharapkan dapat sedikit menjawab masalah tersebut. ( Penulis : Purwanti, S.TP, Penyuluh Pertanian Kec. Ampel Boyolali ) DAFTAR PUSTAKA1.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Pengantar Pengembangan Penerapan Dan Penyebarluasan Teknologi Tepatguna ( Jakarta 1988 ).2. Dirjen Hortikultura,Jamur tiram ,(Jakarta 2007).3. .Muhali,Imam,Ir,Pengetahuan Pupuk,( Yogyakarta,Lembaga Pendidikan Perkebunan 1983).