Loading...

Menyusun Ransum Ayam Buras

Menyusun Ransum Ayam Buras
PENDAHULUAN Pakan / ransum merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam usaha pemeliharaan ayam buras. Walaupun peternak telah memiliki bibit yang bagus, tempat pemeliharaan yang baik namun kalau makanannya tidak baik maka hasilnya tidak sebaik yang diharapkan. Pakan / ransum yang diberikan dapat berupa makanan ternak setempat yang murah harganya. Bahan baku makanan tersebut adalah dedak / bakatul, bungkil kelapa, ampas tahu, bungkil kandang ternak dsb. Prinsip Penyusunan Ransum Ransum mengndung zat-zat makanan sesuai dengan kebutuhan ( tujuan ) pemeliharaan. Ransum terdiri dari bahan-bahan makanan yang murah, mudah didapat dan tersedia setiap saat. Bahan makanan tidak mengandung zat-zat yang membahayakan kepada ayam tersebut. Kebutuhan Pakan untuk Ayam Buras Anak ayam ( starter ) membutuhkan makanan yang mengandung kadar protein 20 % dengan konsumsi 10 – 30 gram / ekor / hari. Ayam yang sedang bertumbuh ( Grower ) membutuhkan kadar protein 18 % dengan konsumsi 65 gram / ekor / hari. Ayam dewasa ( Finisher ) atau bertelur membutuhkan kadar protein 16 % konsumsi / ekor / hari 100 gram. Metode Menyusun Ransum Dalam menyusun ransum dapat dugunakan beberapa metode antara lain sebagai berikut : Metode bujur sangkar ( square method ). Metode ini cukup baik bila hanya 2 bahan makanan yang dicampur kedalam, kalau lebih dari 2 bahan makanan yang dicampur maka dilakukan secara bertahap. Contoh : Mencampur 2 bahan makanan kosentrat (Protein 34 %) Jagung ( protein 9 % ). Kadar protein yang diinginkan 20 % dalam campuran 100 Kg. Kosentrat 34 % 34-20 = 11 Jagung = 9 % 14/25 x 100 kg = 45 / 25 Kosentrat = 11/25 x 100 kg = 44 kg 44/100x 34 = 14.96 Jagung = 14 / 25 x 100 kg = 56 kg 56/100x9 = 5.09/20.00 Metode Coba – Coba ( Methhod Trial And Error ) Metode ini yaitu dengan cara akhirnya diperoleh prosentase yang menjadi dasar utama protein. Untuk ancar-ancar dapat dimulai : Bahan sumber energy ± 30 % Bahan sumber protein nabati ± 30 % Bahan sumber hewani ± 5 % Hasil ikutan ± 30 % Sumber Ca, Pospor ± 3 % Premix 0.5-1 % Factor – factor yang mempengaruhi kabutuhan ransum : Umur ayam Besar kecilnya ayam Jenis kelamin Aktivitas ayam Bentuk Fisik Ransum Yaitu : Ransum berbentuk tepung halus. Ransum ini biasanya banyak digunakan untuk ayam. Ransum berbentuk butiran / pellet Ransum berbentuk butiran pecah, ransum ini sangat cocok diberikan pada ayam remaja. Ciri – cirri bahan pangan yang perlu diketahui Warna Bau dan rasa bila memungkinkan Menurut zat makanan yang dikandung bahan pakan di bagi 5 kelompok yaitu : Sumber protein Kacang-kacangan, bungkil-bungkilan, tepung ikan, dagiung dsb. Sumber karbohidrat Jagung, beras, sorgum, sagu, dsb. Lemak Macam-macam minyak nabati, minyak kelapa, minyak kacang, dsb. Sumber mineral Tepung tulang, tepung ikan, kulit kerang, dsb. Faktor – factor yang mempengaruhi kebutuhan ransum : a. Umur Ayam Ayam yang masih kecil membutuhkan ransum yang kadar proteinnya lebih banyak dari ayam dewasa. Juga ayam sedang bertelur membutuhkan makanan yang kadar proteinnya tinggi. b. Besar kecilnya ayam Ayam pelung yang lebih besar dari pada ayam kampung, tentu di beri ransum yang kandungan gizinya berbeda dengan ayam kampung. c. Jenis Kelamin Ayam Gizi yang membutuhkan ayam jantan berbeda dengan gizi yang dibutuhkan ayam betina karena ayam betina harus bertelur. d. Aktivitas Ayam Ayam di pelihara dengan sistem ekstensif atau semi intensif tentu membutuhkan kandungan energy yang berbeda.