Loading...

MERANCANG IKLIM MIKRO ATASI DAMPAK IKLIM EKSTRIM (EL-NINO) TERHADAP USAHA PERTANIAN

MERANCANG IKLIM MIKRO ATASI  DAMPAK  IKLIM EKSTRIM (EL-NINO) TERHADAP USAHA  PERTANIAN
Iklim merupakan kondisi karakteristik dari atmosfer yang paling dekat dengan permukaan bumi pada tempat tertentu di bumi. Dua faktor penting yang menentukan iklim suatu daerah adalah suhu udara dan pengendapan hujan, yang dipengaruhi oleh matahari dan bulan, peredaran, sudut pencahayaan dan kedekatan dengan permukaan bumi.Terdapat interaksi amat lekat antara tempat dengan faktor iklim lokal, pada kemiringan, konfigurasi lembah, kedekatan geografis (proksimisitas) dengan pantai, dan ketinggian terhadap permukaan air laut yang mempengaruhi kerja cuaca. Faktor-faktor iklim berkaitan erat dengan lokalitas petani dalam mengembangkan pertaniannya. Dengan adanya perubahan iklim, catatan pranata mangsa memerlukan penyesuaian dan dapat digunakan untuk membantu petani menyadari iklimnya dan secara cerdas membangun strategi pertanian sadar iklim dengan pengamatan, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim yang ada. Desain Iklim Mikro. Iklim mikro adalah sebuah atmosfer lokal. Iklim yang terbentuk berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Biasanya iklim mikro berada pada lapisan udara dekat permukaan bumi sehingga tingginya kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah. Iklim mikro tercipta, misalnya, di dekat sebuah telaga yang sejuk, atau di sebuah lingkungan perkotaan di mana beton dan bata menyerap panas matahari, menghangatkan suasana sekitarnya. Jadi iklim mikro dapat terjadi di mana saja, faktor lain yang dapat memberikan kontribusi penciptaan iklim mikro adalah aspek lahan dan kemiringan. Lahan miring yang menghadap Selatan di area sebelah Utara atau sebaliknya akan terpapar cahaya matahari langsung dibanding lahan miring yang di sebaliknya (lahan miring menghadap selatan di bagian selatan) sehingga hangat lebih lama. Sebuah iklim mikro memberikan peluang kawasan tumbuh bagi tanaman yang tidak dapat tumbuh di tempat yang umum. Iklim mikro digunakan para petani untuk memilih posisi yang tepat bagi tanaman mereka. Merancang Iklim Mikro. Pengamatan merupakan tindakan awal untuk merancang iklim mikro. Analisis dan perancangan iklim mikro yang diawali dengan pengamatan sehingga: Kita dapat membaca pola bentang dan memprediksi iklim mikro yang tercipta. Contoh pengamatan: cat tembok yang mengelupas karena hembusan angin kering yang memapar tembok. Memodifikasi iklim ekstrim. Contoh: membuat teras pada bidang miring untuk memaksimalkan tangkapan cahaya matahari dan menghangatkan permukaan. Strategi desain yang efektif untuk menghasilkan iklim mikro. Contoh: penempatan dengan seksama pohon pemecah angin sekaligus sebagai penangkap matahari yang dapat menghangatkan suhu sekitar. Memperluas atau memperpanjang musim pertumbuhan tanaman dan keanekaragaman. Contoh: naungan pohon mengurangi intensitas cahaya matahari dan membuatnya lebih sejuk sehingga tanaman yang tidak memerlukan banyak cahaya matahari dapat tumbuh dengan baik. Hidup lebih nyaman dan menggunakan lebih sedikit bahan yang tidak terbarukan. Contoh: mendesain rumah dengan tenaga surya Tanaman dan Iklim Mikro di Kebun. Tanaman berinteraksi dengan dan mengubah faktor-faktor iklim mikro lainnya seperti tanah dan air. Tanaman menyerap panas dan cahaya. Tanpa tanaman, radiasi matahari dan pantulannya sangat intens; tanah cepat kering, kehilangan hara, dan mudah erosi. Tanaman berperan sebagai tampungan karbon. Tanaman merupakan media efektif menampung karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang merupakan penyebab utama pemanasan global. Memberikan ruang hidup bagi berbagai jenis hewan, termasuk predator hama, yang juga berfungsi sebagai pemanen sinar matahari, pemecah angin, sabuk pelindung kawasan, sabuk anti kebakaran atau pemecah kebakaran. Debu, penyakit, dan kelembaban berlebihan yang dibawa angin disaring oleh tanaman sebagaimana polutan dalam tanah dan air disaring akar tanaman. Tanaman dapat belajar dan beradaptasi, sesuai desain dan iklim sekitarnya. Misalnya pohon di hutan hujan (rainforest) biasanya memiliki daun yang lebat dan hijau tua, yang menyerap panas dan cahaya, kemudian melepaskan uap air, membuat hujan, sehingga suhu sekitar menjadi sejuk. Sebuah iklim mikro terbentuk. Tanaman juga dapat digunakan sebagai perangkat arsitektural. Dalam biotektur, karakter dan sifat tanaman dimanfaatkan untuk membentuk iklim mikro. Kesadaran iklim dengan desain iklim mikro akan membangun ekosistem pertanian menjadi berkeanekaragaman dan stabil. Cara ini dapat menghasilkan lebih banyak produktivitas pertanian, terutama pangan, yang beradaptasi dengan perubahan pola cuaca dan musim serta dapat mencegah atau memitigasi kerusakan lebih lanjut pada iklim. Penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian berkewajiban memastikan para petani berserta keluarganya yang terlibat dalam produksi pertanian dan pangan untuk menghadapi tantangan iklim ekstrim(El-nino) menjadi peluang secara partisipatoris dan lokal melalui rekayasa iklim mikro sehingga menjadi lebih efisien serta lebih tahan terhadap perubahan dan guncangan. Pertanian harus berubah untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan lebih baik, melestarikan lingkungan dengan lebih sedikit input luar, sumberdaya air yang hemat, hemat energi, dan input lainnya. Lilik Winarti Penyuluh Pertanian Madya ( Sumber: disarikan dari Modul-3, Pertanian Cerdas dan sadar Iklim oleh WAIBI)