Loading...

Merangsang Tanaman Buah Cebat Berbuah

Merangsang Tanaman Buah Cebat Berbuah
1. Pendahuluan Tanaman dewasa yang sudah saatnya berbuah, tapi belum juga menghasilkan buah, dapat segera berbuah kalau keseimbangan C/N rasionya diatur. Tidak imbangnya C/N rasio ini dapat mengganggu fase vegetatif dan fase reproduksi tanaman. Unsur C dalam rasio ini adalah kandungan karbohidrat dalam tanaman, sedang unsur N adalah kandungan nitrogennya. Dengan demikian tanaman yang C/N rationya tinggi, rangsangan untuk terbentuknya bunga dan buah semakin tinggi pula. Keseimbangan C/N rasio dapat diatur dengan pemangkasan, pelilitan (pencicinan dan pengikatan kulit dan batang), pelukaan (batang, akar dan umbi), serta pemotesan ujung tunas cabang (pinching). Beberapa tanaman buah yang bisa segera berbuah dengan perlakuan lewat cara pengaturan C/N rasio tersebut seperti pada tabel di bawah ini. Beberapa tanaman buah yang segera berbuah dengan mengatur C/N rasio Jenis tanaman Pemangkasan Pelilitan/ pengikatan batang Pelukaan batang, Akar, umbi Pemotesan ujung tunas cabang Anggur x - - - Apel - x - - Alpukat - - - x Jambu biji - - - x Jambu monyet - - - x Jeruk - x - - Kedondong - - - x Lengkeng - - x x Mangga - x - - Nangka - x x - Rambutan - - x - Sirsak - x x - 2. Pemangkasan a. Pemangkasan bentuk Pemangkasan bentuk ini bertujuan untuk membentuk tanaman sesuai selera si penanam, pada umumnya untuk mengatur dan megarahkan tanaman berkaitan dengan sinar matahari. Adapun langkahnya adalah : Tinggi pangkasan pertama sekitar 0,75 – 11 meter. Pemangkasan dilakukan pada batang yang sudah berwarna kecoklatan. Sisakan 2 – 3 batang untuk dipelihara. b. Pemangkasan produksi Pemangkasan ini dimaksudkan untuk melestarikan produksi. Biasanya dilakukan pada tanaman yang sudah berbuah. Berikut ini langkah-langkah yang biasa dilakukan untuk mencapai maksud tersebut adalah : Tanaman yang buahnya berada di ujung, tunas-tunas terminal perlu dipangkas agar pembungaan terangsang dan setelah panen ranting-rantingnya yang semula membawa buah dikurangi. Menjarangkan buah, terutama pada buah yang berdompolan. Membuang anakan pada pisang yang sedang berbunga. Membuang sucker dan carang pada nanas. Memangkas akar sewaktu tajuk beristirahat untuk bertunas dan mengurangi tajuk pada waktu akar kurang aktif tumbuh. 3. Pelilitan Cara ini biasa dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu. Bagian batang tanaman yang dililit dengan kawat, maka pengangkutan karbihidrat hasil fotosintesa dari tajuk ke bagian akar menjadi terhambat, sehingga terjadi penimbunan zat makanan pada batang dan cabang. Dengan adanya penimbunan zat makanan ini pohon terangsang untuk berbunga dan berbuah. 4. Pelukaan dan pengerokan Pelukaan dan pengerokan prinsipnya sama dengan pelilitan batang, yaitu menghambat hasil fotosintesa dari daun yang akan menuju ke akar. Lebar pelukaan ini sekitar 10 sampai 20 cm. Untuk tanaman lengkeng pengerokan dilakukan dengan langkah sebagai berikut : * Pengerokan setelah pohon mendapatkan perlakuan pemangkasan ringan. * Pemangkasan dan pengerokan dilakukakan pada bulan Januari sampai Maret. * Alat yang digunakan adalah pisau yang tidak tajam agar tidak melukai bagian dalam batang dekat kulit. 5. Pemotesan Pemotesan yang dilakukan membuat karbohidrat yang seharusnya pertumbuhan tunas, tertimbun untuk pembentukan bunga dan buah. Penulis : Tarsuwi, S.ST, M.MA (Penyuluh Pertanian Madya, Distankan Kab. Indragiri Hulu) Sumber : - Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupatenb Indragiri Hulu, tahun 2019 - Saptarini et al. 2003. Membuat Tanaman Cepat Berbuah, Penebar swadaya