Loading...

MERAUP UNTUNG BISNIS HIJAUAN PAKAN TERNAK

MERAUP UNTUNG BISNIS HIJAUAN PAKAN TERNAK
Peluang usaha komoditi hijauan pakan ternak terbilang besar, karena pelaku usaha masih jarang melakukan bisnis ini yang menyebabkan indikator salah satu jarangnya pelaku usaha penyedia pakan ternak hijauan adalah para peternak skala besar masih banyak yang mencari rumput sendiri dengan cara ngarit di sekitaran kandang mereka. Bisnis peternakan yang menguntungkan tak melulu hanya dari produksi hasil ternaknya saja seperti daging, telur, susu dan lainnya, keuntungan lain yang bisa diraih dari sektor ini juga bisa didapat dari usaha pakan hijauan atau rumput untuk ternak ruminansia. Kesuksesan peternak dalam menyajikan hijauan pakan berkualitas tinggi seperti legum akan menambah efisiensi produksi ternak. Sebab, selain biayanya murah juga nilai nutrisinya tinggi, yang memungkinkan pertumbuhan komparatif dengan pemberian ransum berbasis konsentrat. Penyediaan hijauan pakan berkualitas tinggi setiap waktu dapat mengurangi biaya pemeliharaan, karena dapat mengurangi biaya penggunaan konsentrat, yang harganya terus meningkat. Hijauan pakan adalah produk yang dihasilkan dari tanaman pakan atau tumbuhan lain yang menghasilkan biomasa dan berklorofil yang dapat berfungsi sebagai hijauan pakan, sehingga hijauan pakan dapat diperoleh dari semua tanaman pakan atau tanaman lain seperti jagung, jerami padi, kakao, pelepah kelapa sawit, pelepah pisang, pelepah sagu dan lain-lain. Hijauan pakan berperan sangat penting baik secara strategis maupun teknis dalam upaya mengembangkan ternak ruminansia. Sebagai sumber utama serat kasar, pakan hijauan dari jenis rumput dan legume mampu mensuplai kebutuhan protein bagi ternak sapi untuk hidup pokok, pertumbuhan, produksi daging dan reproduksi. Hijauan pakan berkualitas dapat menekan biaya produksi karena mampu menggeser penggunaan kosentrat yang mahal harganya. Hijauan pakan sebagai menu utama ternak ruminansia harus selalu tersedia setiap saat. Peran hijauan pakan lainnya bagi ternak ruminansia adalah meningkatkan mutu dan keamanan produk ternak yang mengonsumsi hijauan pakan. Ketersediaan hijauan pakan juga terbukti dapat mempertahankan stabilitas usaha ternak ruminansia di beberapa perusahaan ternak sapi perah maupun pedaging. Para peternak skala besar ini ngarit bukan karena mau irit tetapi pasokan pakan rumput dari para petani tidak bisa diandalkan tersedia setiap hari. Faktor lain yang kadang membuat pasokan kurang stabil dikarenakan kebutuhan dari para peternak cukup besar, kebutuhan pasokan rumput bukan hanya untuk kepentingan ternak sapi perah dan pedaging. Kebun binatang pun membutuhkan pasokan yang cukup besar dan harus rutin untuk hewan-hewan mereka. Besarnya kebutuhan pasokan menjadi tanda peluang pasar usaha bertanam rumput sangat menjanjikan. Intinya, selama dunia peternakan sapi dan hewan ruminansia lain masih ada, usaha pakan hijauan akan terus menghasilkan. Ada dua jenis rumput gajah yakni jenis Pak Chong dan Odot. Rumput gajah Pak Chong untuk pakan sapi, dengan tinggi tumbuh mencapai 3 meter, sedangkan rumput gajah jenis Odot untuk pakan kambing atau domba dengan ukuran tumbuh antara 1- 1,5 meter pada masa panen. Salah satu kelebihan bertani rumput gajah adalah cukup sekali tanam bibit, panennya bisa berkali-kali sejak ditanam, baru bisa dipanen pada umur 100 hari, untuk panen kedua dan seterusnya bisa dilakukan pada umur 40-50 hari. Untuk panen kedua dan seterusnya, tak perlu menanam dari bibit lagi. akar rumput yang tersisa setelah panen pertama akan trubus atau tumbuh tunas lagi, begitu seterusnya. Harga rumput gajah di petani per kg dihargai Rp 200. Ditambah ongkos kirim dan lainnya, sampai di peternak bisa mencapai Rp 600-700 per kg. Berdasarkan perhitungan per hektare bisa menghasilkan keuntungan bersih rata-rata Rp 10 juta sekali panen, saat ini luas lahan Asep mencapai 10 hektare lebih. Selain rumput hasil panen, juga menyediakan bibit rumput gajah. Untuk satu batang bibit berukuran dua titik mata, panjangnya sekitar 15 cm. Harganya per batang Rp 150, belum termasuk ongkos kirim. Satu stek ditanam sekali bisa dipanen berkali-kali. Jarak tanam 50 cm antar bibit. Karena saat tumbuh akan terus bercabang akarnya dan tumbuh tunas baru. Tentang kandungan nutrisi antara rumput gajah hasil tanam dengan rumput liar, Asep menyebut beda. Kandungan nutrisi rumput liar lebih bagus untuk ternak. Sebab, jenis rumput liar sangat beragam sehingga nutrisinya sudah pasti lebih lengkap. Sedangkan rumput gajah hanya satu jenis nutrisi. Hanya saja, keterbatasan ketersediaan rumput liar sering menjadi masalah bagi para peternak. “Kebun Binatang Ragunan butuh 3 ton rumput liar per hari, tapi tidak bisa saya sanggupi karena susah dapatnya. Biaya untuk tukang ngarit-nya juga besar,” ucapnya. Sulit Andalkan Pasokan Meski ladang rumput cukup luas, namun untuk sebagian peternak, pasokan pakan hijauan ini tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Banyaknya peternak yang membutuhkan pasokan rumput dan kendala transportasi, menjadikan hambatan untuk mendapatkan pasokan pakan hijauan secara rutin. Ternak itu butuh makan setiap hari. Sementara untuk mengandalkan pasokan dari petani rumput agak sulit. Satu-satunya jalan kami ngarit sendiri untuk memenuhi kebutuhan harian kandang, selain juga mendatangkan pasokan dari petani. Kalau beli dari petani memang praktis. Tapi risiko kalau mengandalkan pihak ketiga, kalau tidak datang rumputnya, produksi susu sapi perah kami bisa berantakan. Makanya saat ini full ngarit, kurang lebih 2 ton per hari. Kebutuhan pakan hijauan akan makin banyak di saat jelang Hari Raya Idul Adha. Beberapa bulan sebelumnya, sudah masuk ratusan sapi potong yang akan dijual kembali. Di saat seperti ini, pakan berkualitas, ternak sehat, potensi dan peluang pasar pakan hijauan di dalam negeri cukup besar. Seperti diketahui, hijauan pakan merupakan bagian dari tumbuhan selain akar dan biji yang layak dikonsumsi ternak, baik dalam keadaan segar maupun sudah diolah. Kekurangan hijauan pakan untuk ternak ruminansia akibat musim kemarau, sangat mempengaruhi performa pertumbuhan ternak. Hijauan pakan juga sangat berperan dalam turut menjaga kesehatan rumen dengan cara memelihara fungsi rumen melalui proses fermentasi. Bagian tanaman yang bisa menjadi hijauan pakan antara lain daun, ranting, batang dan pelepah. Dengan demikian, hijauan pakan adalah produk yang dihasilkan dari tanaman pakan atau tumbuhan lain yang menghasilkan biomasa dan berklorofil yang dapat berfungsi sebagai hijauan pakan. Sehingga hijauan pakan dapat diperoleh dari semua tanaman pakan atau tanaman lain seperti jagung, sorgum, pelepah kelapa sawit, pelepah pisang, pelepah sagu dan lainnya. Beternak sapi termasuk ke dalam usaha agribisnis yang mendatangkan keuntungan. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilannya adalah hijuan pakan ternak. Ketersediaannya merupakan salah satu pilar usaha produksi ternak ruminansia dalam hal ini sapi dan kambing. Perubahan musim, kesulitan pendistribusian dan kurangnya lahan khusus produksi hijauan pakan menjadi kendala ketersediaan hijauan pakan secara kontinyu yang berakibat pada rendahnya produksi dan produkstifitas ternak. Kondisi ini membuka peluang bagi bisnis penyediaan hijaun pakan untuk ternak ruminansia. Penerapan inovasi sajian hijauan pakan bagi ternak dengan mempertimbangkan kemudahan distribusi dan teknik pemberian pakannya. Jika strategi-strategi bisnis tersebut dapat diimplementasikan secara terintegrasi dan konsisten dengan melibatkan para pemangku kepentingan, maka bisnis penyediaan hijauan pakan akan dapat berkembang dan makin banyak pelaku usaha yang terjun ke bisnis tersebut. Hasilnya, tidak hanya terbuka peluang baru sebuah bisnis pendukung budi daya peternakan, namun lebih dari itu, usaha peternakan ruminansia juga lebih bisa produktif dan kompetitif karena pasokan rutin hijauan pakan yang terjaga kualitas dan ketersediaannya. penulis: Yoceu Hadinovianti (pp bppsdmp kementan). sumber: berbagai artikel peternakan dan https://www.sembadapangan.com, https://www.agropustaka.id › uploads › 2021/01, https://www.majalahinfovet.com/2022/10/meraup-untung-dari-bertanam-pakan.html