Musim hujan membawa tantangan baru bagi para petani vanili. Dalam merawat tanaman vanili, mencegah busuk batang menjadi kunci utama. Adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama penyakit busuk batang vanili yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. vanillae, menjadi salah satu faktor penghambat dalam pengembangan komoditas vanili. Patogen ini sangat spesifik untuk tanaman vanili dan dapat ditularkan melalui berbagai media seperti tanah, air, bahan tanaman, alat-alat pertanian, dan hewan. Perlu diwaspadai spora patogen yang berlendir, mudah melekat, dan dapat tersebar ke lokasi lain. Kemampuan pembentukan klamidospora juga membuat jamur ini dapat bertahan dalam tanah selama 7-10 tahun tanpa inang. Penyakit busuk batang vanili dapat dikenali melalui ciri khasnya, yaitu pembusukan pada jaringan batang. Bagian batang yang terinfeksi akan membusuk dan mengubah warnanya menjadi kecoklatan. Meskipun gejala penyakit ini dapat muncul pada seluruh bagian tanaman, termasuk akar, batang, buah, pucuk, dan kadang-kadang pada daun, namun serangan paling umum terjadi pada batang vanili. Perawatan Saat musim hujan tiba dengan curah hujan yang melimpah, cahaya matahari pun berkurang, berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman vanili dan meningkatkan risiko penyakit busuk. Oleh karena itu, penting untuk secara rutin merawat tanaman vanili selama musim hujan. Untuk menjaga kesehatan tanaman vanili pada musim hujan, segera bersihkan dedaunan yang menghalangi dengan cara memotongnya. Pastikan tidak ada daun yang menutupi sulur, mengingat intensitas cahaya yang rendah dan curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko busuk batang pada tanaman vanili. Tanaman liar yang memanjat pada tanaman vanili perlu dibersihkan sepenuhnya. Selain melindungi vanili dari risiko penyakit busuk batang, pembersihan ini juga merupakan langkah persiapan untuk mendukung pembungaan yang optimal di awal musim panas. Upaya Pengendalian Upaya pengendalian penyakit busuk batang vanili dapat disesuaikan dengan kondisi kebun dan tingkat serangan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan: a. Pada kebun baru yang belum pernah ditanami vanili: - Gunakan stek/benih vanili yang bebas dari penyakit busuk batang. - Agar benih bebas dan toleran terhadap penyakit BBV, setek vanili dapat dicelupkan ke dalam suatu produk yang dibuat menggunakan Fusarium oxysporum non patogenik (Fo.NP) yang bisa menginduksi ketahanan vanili terhadap serangan patogen. - Gunakan pupuk bio-organik yang sudah difermentasi, hindari pupuk kotoran hewan yang belum difermentasi. - Budidaya vanili sesuai anjuran. b. Pada kebun vanili yang belum terserang busuk batang vanili: - Gunakan pupuk bio-organik yang sudah difermentasi. - Terapkan biopestisida dengan interval 3-4 bulan. - Gunakan pupuk hayati yang mengandung mikroba pemacu pertumbuhan (PGPM) seperti Bacillus, Pseudomonas flourescens, dan Trichoderma. - Budidaya vanili sesuai anjuran. - Lakukan monitoring. c. Pada kebun yang terserang ringan: - Lakukan sanitasi pada bagian tanaman yang menunjukkan gejala penyakit. - Potong bagian tanaman yang sakit dan olesi luka bekas potongan dengan fungisida berbahan aktif eugenol. - Eradikasi tanaman yang terserang berat. - Aplikasikan pupuk bio-organik. - Terapkan biopestisida. - Pengendalian dilakukan dengan cara memotong atau menyayat bagian tanaman yang sakit, lalu diolesi dengan fungisida nabati menggunakan kapas. Atau Anda juga bisa langsung menggunakan fungisida nabati dengan dosis 3 – 5 ml/l air. - Gunakan pupuk hayati PGPM. - Budidaya vanili sesuai anjuran. d. Pada kebun yang terserang berat: - Tindakan pengendalian dianggap tidak menguntungkan, mengingat spora Fo.sp.f. vanillae dapat bertahan selama 7 tahun dalam tanah tanpa tanaman inang. - Lakukan sanitasi dan eradikasi tanaman yang terserang berat. - Rotasi dengan tanaman jahe, bawang-bawangan, temulawak, dan sayuran selama 2-3 tahun. - Gunakan pupuk hayati PGPM. Penulis : Lidia (Pusat Penyuluhan Pertanian)