Loading...

MESIN POTONG PADI

MESIN POTONG PADI
Kendala kelangkaan tenaga kerja panen dan mahalnya biaya potong akan terkurangi dan teratasi bila para petani padi menggunakan mesin potong atau dikenal dengan sebutan mesin potong Combine Harvester. Menurut beberapa sumber mesin ini sekaligus juga dapat mengurang angka kehilangan hasil mencapai 10-12% sehingga produksi yang diperoleh akan lebih tinggi dibanding dengan menggunakan pedal tresser atau power tresser.. Disamping itu penggunaan waktu panen juga lebih sedikit kalau mesin potongnya besar untuk luasan 1 ha hanya dibutuhkan waktu sekitar 2 jam atau dalam satu hari bias memanen sampai 6 hektar dan hanya membutuhkan tenaga kerja 2-5 orang dimana untuk tenaga panen konvensional sekitar 30 sampai 40 orang. Menurut Tohari dari Desa Loning Kecamatan Petarukan selaku pengelola combine harvester biaya diperlukan untuk jasa pemanenan seluas 1 Ha petani hanya mengeluarkan jasa pemotongan sekitar 2 juta rupiah jauh lebih murah hingga 40-65% dari pada pemanenan secara manual menggunakan ala-alat panen konvensional.Pemerintah Kabupaten Pemalang sangat peduli dengan permasalahan petani utamanya permasaahan paska panen. Melalui dana DAK maupun APBD Dipertanhut telah membantu pada gapoktan maupun kelompok tani untuk memiliki mesin ini sehingga sekarang ini sudah setiap kecamatan utamanya kecamatan di daerah bawah semua sudah memilki mesin potong combine harvester dengan berbagai klasifikasi. Memang sudah saatnya mekanisasi secara berangsur-angsur diterapkan karena untuk mencari tenaga kerja sudah semakin sulit. Pemuda desa lebih menyukai kerja kantoran atau di pabrik yang berseragam dan memakai sepatu serta jam kerja yang lebih teratur dibanding dengan kerja di pertanian walaupun hasilnya belum tentu kalah. Dalam menggunakan mesin potong harus memperhatikan lahan yang akan kita potong karena setiap lahan membutuhkan mesin potong yang berbeda. Mesin potong padi atau combine harvester dapat diklasifikasikan menjadi 3 katagori sebagai berikut:? Combine harvester Jumbo (besar) cocok pada lahan datar dan cakupan lahannya luas dan tanahnya kering karena beratnya mesin potong ini mencapai 2500 Kg sehingga padi yang akan di panen betul-betul lahannya kering. Kelebihan dari penggunan mesin ini adalah a) waktu yang relative singkat sekitar 2 jam lahan seluas 1 ha dapat selesai b) gabah yang dihasilkan bersih karena blowernya cukup besar sehingga mampu memisiahkan padi hampa dan berisi serta kotoran lainnya.? Combine harvester mediumcocok pada lahan yang tingkat kebasahannya masih lumayan tinggi. Pada lahan-lahan yang sulit dikeringkan tapi juga tidak basah sekali dapat menggunakan mesin potong ini.? Combine harvester miniSangat cocok pada lahan tanaman padi dengan luasan yang sempit-sempit dan pada daerah yang masih berair karena bobotnya yang relative ringan dan pengendalinya berada di luar mesin potong sehingga Nampak seperti mengendalikan traktor. Mesin ini juga sanat baik digunakan pada daerah agak berlereng karena mudah di pindahkan. Anjuran tanam serentak membawa implikasi pada panen serentak pula yang tentunya tenaga kerja panen yang terbatas akan berdampak pada kualitas gabah dan harga menjadi rendah akibat permainan para tengkulak. Melalui teknologi paska panen mesin potong combine harvester akan ikut mengatasi dampak dari panen serentak sehingga pola tata tanam akan berdampak lebih baik karena panen serentak dapat berdampak tanam serempak demikian pula sebaliknya.Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang)Tohari Ketua kelompok tani Nuju hasil Desa Loning Kecamatan Petarukanhttp://pertanianpurworejo.blogspot.co.id/2012/12/alat-mesin-panen-padi-combine-harvester.htmlHtpp://.tanamanbawangmerah.blogspot.com