Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Melalui persuasi setiap individu mencoba berusaha mempengaruhi kepercayaan dan harapan orang lain. (Wikipedia) Persuasi pada dasarnya adalah sebuah seni, yang dalam penerapannya sangatlah fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi yang ada, maupun dengan siapa kita berinteraksi. Tidak ada rumusan yang pasti dalam mempengaruhi orang lain, tapi terdapat pola yang memungkinkan kita untuk membangun relasi dan kepercayaan yang pada akhirnya bisa membuat orang terpengaruh dengan lebih mudah. Dalam penerapannya, persuasi banyak di gunakan dari hal yang paling sederhana, seperti mengarahkan pilihan orang lain, membuat orang lain menyetujui pendapat kita, ataupun membuatnya menyukai dan tertarik kepada apa yang kita bicarakan. Dan yang menariknya, persuasi juga telah di praktikan di banyak hal yang "lebih serius" dari yang kita duga, seperti penjualan, pengajaran, pilihan politik, bahkan "mencuci otak" orang lain secara radikal. Cuci otak adalah sebuah upaya pembentukan ulang tata berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu menjadi sebuah tata nilai baru, praktik ini biasanya merupakan hasil dari tindakan indoktrinasi, dalam psikopolitik diperkenalkan dengan bantuan penggunaan obat-obatan, hipnosis/bius dan sebagainya. (Wikipedia). Berikut ini adalah beberapa pola yang bisa “mencuci otak” atau menanamkan sebuah kepercayaan kepada diri manusia : Crossroad (Persimpangan Jalan) Kebingungan akan identitas, tujuan dan mengalami permasalahan hidup bisa menjadi celah yang cukup besar bagi sebuah nilai baru (ajaran tertentu) masuk ke dalam diri kita. Biasanya “pikiran sadar” kita akan cenderung tidak waspada dan tidak menganggap hal yang masuk akal sebagai ancaman yang membahayakan diri sendiri. “persimpangan jalan” adalag saat seseorang memutuskan untuk mengendalikan hidupnya sendiri atau malah memberikan ajaran (orang lain) yang pada akhirnya mengendalikan hidup mereka. The Soft Selling (Pendekatan) Para “pencuci pikiran” tersebut pada awalnya menjanjikan hal-hal yang memang dicari oleh sebagian besar kita. Yaitu kehidupan yang lebih baik, kenyamanan, kebahagiaan, kesempurnaan hidup dan hal lainnya. Tidak ada yang benar-benar menunjukkan jati diri mereka pada waktu pertama kali. Semua hal tersebut terbungkus rapi, cantik dan sangat indah seperti hadia yag diberikan kepada kita. A New Reality (Kenyataan Baru) Pada fase ini, realita atau kenyataan baru mulai ditanamkan ke dalam diri seseorang. Biasanya sebuah aliran akan mulai membatasi para pengikutnya dalam beberapa hal yang berhubungan dengan dunia luar. Mereka menganggap dunia luar sebagai “racun” yang mencemari pikiran pengikutnya dari ha-hal yang tidak benar. Pada hal cara ini efektif untuk membuat seseorang hitup dalam kotaknya sendiri, berpikiran tertutup dan tidak memiliki pilihan lain selain mempercayai ajaran aliran tersebut. Dear Leader and The Enemy Setelah masuk ke dalam realita yang mereka inginkan, inilah saatnya memperkenalkan siapa yang harus dipatuhi dan siapa yang menjadi musuh besar bersama. Jika pada awalnya sebuah aliran atau pemimpin mebggunakan cara “halus”, maka disini tidak berlaku lagi. Di bagian ini juga akan diperkenalkan musuh besar yang menghambat, itu bisa jadi adalah sosok tidak nyata (iblis, setan, rroh halus) atau sosok nyata (tokoh, pemerintahan, system, budaya, suku, ras) Peer Pressure “Peer Pressure” adalah cara untuk mengikat seseorang untuk patuh. Ada perasaan “senasib sepenanggungan”, padahal banyak dari anggota sebuat sekte atau kelompok tertentu yang sebenarnya tidak sepenuhnya setuju dengan Tindakan kelompok mereka, tapi karena mereka ada didalamnya, mereka terpaksa setuju dan melakukan apa yang kelompoknya baik. Karena Ketika seseorang sudah menjadi bagian dari suatu kelompok, maka secara tidak langsung banyak perilakunya di putuskan oleh kelompok tersebut. (dHa)