Loading...

METODE PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT FLU BURUNG

METODE PENYULUHAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT FLU BURUNG
Seperti halnya penyakit yang lain, flu burung termasuk kategori yang berbahaya apabila kita tidak mewaspadai dan segera mengatasinya. Sebab, penyakit jenis ini sangat cepat menularnya sehingga dalam waktu yang relatif singkat akan berdampak luar biasa baik kepada penderitanya maupun terhadap lingkungan di sekitarnya. Flu Burung (Avian Influenza) adalah penyakit yang terdapat pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang merupakan famili dari Orthomyxoviridea yang dibedakan menjadi 3 tipe. Virus Avian Influenza tipe A menular pada unggas (ayam, itik, burung dll) dan babi, sedang tipe B dan C menular pada manusia. Masa inkubasi virus ini beberapa jam sampai dengan 21 hari. Penyakit Flu Burung/ Avian Influensa sudah menjadi wabah dunia. Indonesia salah satu negara yang sudah terjadi wabah flu burung. Dari dampak terjadinya wabah flu burung tersebut terhadap para petugas peternakan dan para peternak unggas khususnya ayam adalah meningkatkan kegiatan-kegiatan atau aktivitasnya dalam pengelolaan peternakannya menjadi lebih intensif untuk melindungi agar wilayahnya dan peternakannya tidak terjadi wabah dan serangan flu burung. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah dengan melakukan biosekuriti, vaksinasi, perlakuan-perlakuan terhadap ternak dan peralatannya, serta barang dan orang yang masuk di peternakannya. Apabila sudah terjadi wabah dan ayam-ayamnya terserang flu burung, para peternak akan mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar, karena ayamnya harus dimusnahkan, yang berarti modal yang ditanamkan akan hilang, keuntungan tidak akan didapat yang terjadi adalah kerugian yang besar, bahkan akan menjadi kebangkrutan bagi para peternak ayam. Dengan adanya wabah flu burung menimbulkan dampak sosial yang cukup besar baik terhadap para peternak maupun pada masyarakat pada umumnya. Untuk mencegah kekhawatiran para peternak dan masyarakat pada umumnya terhadap berbagai dampak teknis, dampak ekonomi dan dampak sosial diperlukan metode penyuluhan pencegahan dan penanggulangan penyakit flu burung terhadap para peternak dan masyarakat pada umumnya. Adapun metode penyuluhan pertanian yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : 1. Metode Penyuluhan Pertanian Melalui Pendekatan Perorangan. Melalui pendekatan ini, penyuluh pertanian berkomunikasi dengan peternak secara individual atau perorangan. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain : a) Kunjungan rumah atau kunjungan tempat usaha dengan melakukan penjelasan dan atau demonstrasi cara tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; b) Demostrasi Plot (Demplot) tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; c) Penyampaian materi penyuluhan pertanian dalam bentuk cetakan, kaset, CD dll, yang berisi tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; d) Komunikasi melalui telepon dengan penjelasan singkat tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah. 2. Metode Penyuluhan Pertanian Melalui Pendekatan Kelompok. Melalui pendekatan ini, penyuluh pertanian berkomunikasi dengan peternak secara individual atau perorangan. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain : a) Kunjungan pada pertemuan kelompok, dengan melakukan penjelasan dan atau demonstrasi cara tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; b) Demonstrasi Farm (Demfarm) atau Demonstrasi Area tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; c) Penyampaian materi penyuluhan pertanian dalam bentuk cetakan, kaset, CD dll, yang berisi tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; d) Karya Wisata atau Studi Banding kelompok ketempat peternakan unggas yang berhasil sehingga tidak terkena wabah flu burung, dengan mempelajari tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; e) Pelatihan , kursus dan lokakarya kelompok tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah. 3. Metode Penyuluhan Pertanian Melalui Pendekatan Massal. Melalui pendekatan ini, penyuluh pertanian berkomunikasi dengan peternak secara individual atau perorangan. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain : a) Kampanye atau ceramah umum ditempat terbuka yang dihadiri oleh masyarakat termasuk para peternak yang jumlahnya banyak, dengan melakukan penjelasan dan atau demonstrasi cara tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; b) Penyebaran materi penyuluhan pertanian dalam bentuk cetakan, kaset, CD dll, yang berisi tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah; c) Siaran radio, siaran TV, berita koran/majalah, pemasangan poster/spanduk, pameran, pemutaran film, pertunjukkan kesenian (seperti wayang, ketoprak, ludruk, sadiwara) dan sarasehan, yang berisi tentang pencegahan flu burung, perlakuan ternak unggas dan peralatannya, serta tidakan penanggulangan apabila terjadi wabah flu burung di suatu wilayah. Dengan adanya beberapa metode penyuluhan pencegahan dan penanggulangan penyakit flu burung secara baik, diharapkan dapat memperkecil terjadi penyakit flu burung sehingga tidak terjadi wabah penyakit Flu Burung (Avian Influenza) di Indonesia. (Penulis Inang Sariati) Sumber : 1. Brosur "Pola Aksi Penyuluhan Pertanian Tumpas Flu Burung", Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian-BPSDMP Tahun 2006. 2. http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/08/21/6/176183/700-Ayam-di-Tiga-Desa-di-Bengkulu-Tewas-kena-Flu-Burung