Pendahuluan? Di Pulau Jawa terjadi penciutan lahan sawah akibat konversi lahan untuk kepentingan non pertanian ± 100.000 ha/tahun dan munculnya fenomena penurunan kesuburan lahan menyebabkan produktivitas padi sawah cenderung melandai. ? Kendala lain yang dijumpai di beberapa sentra produksi padi adalah keterbatasan tenaga kerja dalam usahatani padi terutama pada tenaga kerja tanam. ? Meskipun seluruh areal lahan sawah dapat ditanami namun tidak tepat waktu. Hal tersebut disebabkan karena telah mulai terjadi keterbatasan tenaga kerja tanam ? Dalam budidaya padi, salah satu kegiatan yang banyak menyerap tenaga kerja adalah kegiatan tanam pindah bibit padi. ? Pelaksana kegiatan tanam padi pada umumnya adalah tenaga wanita dengan rata-rata usia 54 tahun. ? Tenaga kerja dengan struktur umur demikian tidak dapat diandalkan untuk jangka panjang dan memerlukan regenerasi .? Di satu sisi minat generasi muda untuk meneruskan mata pencaharian sebagai petani semakin berkurang, karena mereka lebih memilih bekerja sebagai buruh di pabrik ataupun di perusahaan-perusahaan non pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat memprihatinkan bagi pemerintah dalam peningkatan ketahanan pangan. ? Dampak dari kelangkaan tenaga kerja tanam antara lain mengakibatkan jadwal tanam sering mundur dan tanam tidak serentak/serempak sehingga berpengaruh terhadap indeks pertanaman padi, ganguan OPT yang akhirnya berpengaruh terhadap produksi padi. ? Sejak beberapa tahun terakhir ini telah diperkenalkan dan dikembangkan mesin tanam pindah bibit padi (rice transplanter). ? Rice transplanter adalah mesin penanam padi yang dipergunakan untuk menanam bibit padi yang telah disemaikan pada areal khusus (menggunakan tray/dapog) dengan umur atau ketinggian tertentu, pada areal tanah sawah kondisi siap tanam, dan mesin dirancang untuk bekerja pada lahan berlumpur (puddle) dengan kedalaman kurang dari 40 cm. Oleh karena itu mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung.? Inovasi teknologi rice transplanter berpeluang dapat mempercepat waktu tanam bibit padi dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam bibit padi pada daerah-daerah tertentu. Mesin Tanam Bibit Padi (Rice transplanter)? Rice transplanter adalah inovasi teknologi mesin tanam pindah bibit pada tanaman padi. ? Mesin Rice Transplantar berpeluang dapat mempercepat waktu tanam bibit padi dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam bibit padi.? Permasalahan tentang kelangkaan tenaga kerja tanam padi mulai terjadi di beberapa sentra produksi padi. Meskipun seluruh areal lahan sawah dapat ditanami namun tidak tepat waktu. Hal tersebut disebabkan karena telah mulai terjadi keterbatasan tenaga kerja tanam. ? Dengan adanya kelangkaan tenaga kerja khususnya penanaman padi menyebabkan jadwal tanam sering mundur dan tidak serempak sehingga berpengaruh terhadap indeks pertanaman padi, gangguan OPT yang akhirnya berpengaruh terhadap produksi padi. ? Oleh karena itu, sejak beberapa tahun terakhir ini mulai diperkenalkan dan dikembangkan mesin tanam pindah bibit padi (rice transplanter). ? Inovasi teknologi rice transplanter merupakan inovasi teknologi yang dipergunakan untuk menanam bibit padi yang telah disemaikan pada areal khusus dengan umur tertentu, pada areal tanah sawah kondisi siap tanam, mesin dirancang untuk bekerja pada lahan berlumpur (puddle). ? Oleh karena itu mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung. ? Di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan telah mendapat bantuan mesin tanam padi (rice transplanter) baik yang dikelola oleh kelompoktani, Gapoktan maupun UPJA Berdasarkan pengalaman petani pengguna mesin Transplanter Merk Tanikaya, Yanmar maupun Maxxi, di Kecamatan Gempol, persyaratan utama penggunaan rice transplanter meliputi:1. Bibit : tinggi bibit padi 12-17 cm, umur bibit 12-20 hari, kerapatan merata 3 s/d 4 bibit/cm2 atau dalam satu nampan semai/dapog sebanyak 200 - 220 gram bibit pada mesin tanam biasa dan 90 - 100 gram bibit pada mesin tanam jajar legowo, merata dan datar seragam, ketebalan media semai (campuran tanah dengan kompos) 20-25 mm 2. Lahan/sawah: datar, terolah sempurna, ketinggian genangan 1 – 3 cm. Untuk tanah lempungan perlu pengendapan sekitara 1 – 2 hari sedangkan tanah pasiran tidak diperlukan pengedapan. 3. Beberapa keunggulan rice transplanter diantaranya:a. Kecepatantanam cukup tinggi 5 – 6 jam/hab. Jarak tanam dalam barisan dapat diatur dengan ukuran 12, 14,16, 18, 21 cmc. Penanaman yang presisi (akurat)d. Tingkat kedalaman tanam dapat diatur dari 0,7 cm hingga 3,7 cm (5 level kedalaman)e. Jumlah tanaman dalam satu lubang berkisar 2 – 5 tanaman per lubang danf. Jarak dan kedalaman tanam seragam sehingga pertumbuhan dapat optimal dan seragam. 4. Disamping mempunyai keunggulan, ada beberapa kelemahan rice transplanter diantaranya:a. Jarak antar barisan (30 cm) tidak dapat diubahb. Tidak bisa dioperasionalkan pada kedalaman sawah lebih dari 40 cmc. Untuk membawa mesin ke sawah, diperlukan alat angkutd. Perlu bibit dengan persyaratan khusus dane. Harga mesin masih relatif mahal. 5. Hasil pelaksanaan di lapangan menunjukkan bahwa rice transplanter hanya memerlukan tenaga kerja 3 orang, dan biaya tanam Rp. 400.000-500.000/ha atau Rp 1.200.000 - Rp. 1.480.000/ha bila bibit dari pengelola jasa mesin transplanter. 6. Ditinjau dari pengguna jasa mesin transplanter (petani) dapat menghemat biaya Rp.110.000 - 340.000 , waktu tanam 5 - 6 jam/ha.7. Serta dapat meningkatkan hasil 10-20 % dibandingkan dengan cara tanam manual. 8. Dengan menggunakan mesin transplanter dapat menghemat waktu kerja 10 kali lebih singkat bila dibandingkan dengan cara manual9. Jarak tanam dapat diatur dengan penyetelan (setting) pada kuku penanam (planting claw) dengan jarak tanam yang paling ideal 30 x 18 cm, hasil uji coba transplanter pada beberapa daerah menunjukkan dapat meningkatkan hasil 10 – 15 % per ha di lahan sawah beririgasi. 10. Untuk luasan 1 ha penggunaan alat tanam padi ini hanya memerlukan waktu ± 5 jam dengan 3 orang tenaga kerja dan hanya memerlukan bahan bakar (bensin) 4,5 liter. Sumber:• Operator Transplanter di masing-masing kelompoktani pengguna, Petani pemanfaat mesin transplanter Kecamatan Gempol – Pasuruan• Penyuluh Wiker BPP Gempol