Loading...

Meyakinkan petani melalui demplot

Meyakinkan petani melalui demplot

MEYAKINKAN PETANI MELALUI DEMPLOT 

1.    PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap penduduk demi kelangsungan hidupnya. Pangan yang bermutu, bergizi, dan berimbang menjadi prasyarat utama demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas. Cukup atau tidaknya ketersediaan pangan bahkan bisa berpengaruh pada aspek politik. Jika terjadi kekurangan pangan, maka stabilitas masyarakat akan terganggu. Oleh karena Kapasitas Petani dalam Penerapan Teknologi .Pemerintah diharapkan mampu menyediakan pangan yang cukup, aman, dan merata baik setiap penduduk. Adanya peningkatan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan permintaan pangan beras menjadi masalah utama yang dihadapi pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional

Keberlanjutan usahatani sangat bergantung sekali dengan kapasitas petani sebagai pelaku usaha pertanian. Kapasitas petani merupakan aspek-aspek yang terinternalisasi dalam diri petani yang ditunjukkan oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk menjalankan kegiatan usahatani dalam kegiatan usahatani agar petani dapat berhasil dalam melakukan usahatani diperlukan kapasitas petani yang tinggi agar mampu dalam mengidentifikasi potensi dan memanfaatkan peluang yang dimiliki agar usahatani yang dilakukan sesuai dengan tujuan usahatani yang telah ditetapkan dan mencapainya tujuan tersebut secara tepat

1.2.  Rumusan Masalah

Untuk mencapai tujuan dalam hal ini khususnya peningkatan kesejahteraan para petani, perlu adanya Upaya peningkatan kualiatas sumberdaya para petani, agar para petani mampu menghasilkan produk yang melimpah, berkualitas, berkelanjutan, dapat bersaing dipasaran dan ramah lingkungan. Upaya-upaya agar meyakinkan petani agar mau menggunakan teknologi yang efisien, tepat guna dalam usaha bididayanya, salah satunya dengan menggunakan metoda penyuluhan pertanian yang tepat yaitu  Demplot(demonstrasi Plot)

 

2.      PEMBAHASAN

 

2.1. Metode penyuluhan pertanian

Demplot adalah singkatan dari demonstration plot, yaitu lahan percontohan yang digunakan sebagai metode penyuluhan pertanian untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan teknik, varietas, atau teknologi baru secara langsung kepada petani. Tujuannya adalah agar petani dapat melihat dan membuktikan sendiri manfaatnya sehingga lebih mudah menerima dan mengadopsi inovasi pertanian tersebut

Metode penyuluhan pertanian adalah cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan kepada petani agar mereka tahu, mau, dan mampu menolong dirinya sendiri dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Metode ini dapat dikategorikan berdasarkan teknik komunikasi (langsung atau tidak langsung), jumlah sasaran (perorangan, kelompok, atau massal), dan indera penerima (pendengaran, penglihatan, dll.). Pemilihan metode harus sesuai dengan karakteristik sasaran, tujuan penyuluhan, dan efektivitas yang diinginkan.

2.2. Tujuan metode Demplot

Demplot merupakan salah satu metode penhuluhan pertanianmemperkenalkan dan memperagakan suatu inovasi atau teknik baru dalam pertanian secara nyata kepada para petani. 

Secara lebih rinci, tujuan demplot meliputi:

  • Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan: Petani dapat melihat langsung, mempelajari, dan mempraktikkan teknik, varietas tanaman, atau penggunaan pupuk/teknologi baru yang didemonstrasikan.
  • Adaptasi Teknologi: Membantu petani untuk mengadopsi teknologi baru yang sebelumnya mungkin belum mereka kenal atau gunakan, misalnya penggunaan sistem irigasi modern atau pupuk tertentu.
  • Membuktikan Efektivitas: Lahan percontohan ini berfungsi sebagai bukti nyata hasil dan manfaat dari metode yang disosialisasikan, sehingga petani lebih yakin untuk menerapkannya di lahan sendiri.
  • Mendemonstrasikan teknologi: 

Memperagakan teknik pertanian baru, seperti sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik, atau penanganan hama. 

  • Meningkatkan produktivitas: 

Membuktikan bahwa penerapan teknologi baru dapat meningkatkan hasil panen. 

  • Mengenalkan varietas unggul: 

Memperkenalkan jenis tanaman baru yang memiliki keunggulan tertentu dan dapat dibudidayakan. 

  • Mengedukasi petani: 

Memberikan contoh nyata dan praktis agar petani lebih cepat paham, mau, dan mampu melaksanakan kegiatan pertanian dengan baik. 

  • Meningkatkan ketahanan pangan: 

Membantu mencapai swasembada pangan dengan meningkatkan luas tanam dan hasil pertanian. 

Contoh penerapan Demplot

  • Demplot padi: 

Menunjukkan sistem tanam jajar legowo atau penggunaan varietas padi unggul baru. 

  • Demplot cabai: 

Memperagakan teknik budidaya cabai yang baik menggunakan pupuk organik untuk menekan inflasi di daerah tertentu. 

  • Demplot hortikultura: 

Mengkampanyekan diversifikasi usaha dengan menanam sayuran seperti mentimun yang bisa dipanen lebih cepat. 

  • Demplot hortikultura: 

Memperkenalkan tanaman yang berpotensi seperti mentimun karena mudah dibudidayakan dan cepat panen. 

  • Demplot lainnya: 

Bisa juga mencakup budidaya sapi perah, kedelai, atau komoditas lainnya

 

2.3. Tahapan metode Demplot

Luasan demplot (demostrasi plot) bervariasi tergantung tujuan dan jenisnya, tetapi umumnya berkisar antara 0,1 hektare hingga 1 hektare. Sebagai contoh, terdapat demplot seluas 0,1 hektare untuk demonstrasi awal, hingga yang lebih besar seperti 1 hektare untuk komoditas tertentu, atau 25 hingga 50 hektare untuk area yang lebih luas yang disebut Dem Area

Proses pembelajaran melalui demplot (demonstrasi plot) melibatkan tahap perencanaan, pelaksanaan di lapangan, dan evaluasi, di mana petani belajar dengan melihat langsung dan mempraktikkan teknologi atau metode pertanian baru di lahan percontohan. Proses ini terdiri dari identifikasi masalah, sosialisasi kepada petani, pembuatan lahan demplot, pengamatan berkala, dan diakhiri dengan acara temu lapang (Farmer Field Day) serta penyusunan laporan hasil.

Tahapan proses pembelajaran melalui demplot

  1. Identifikasi dan perencanaan:
    • Identifikasi masalah pertanian dan menentukan paket teknologi yang akan didemonstrasikan, seperti metode pemupukan, varietas unggul, atau sistem tanam baru.
    • Memilih lokasi demplot dan petani demonstrator yang akan terlibat.
    • Menentukan waktu pelaksanaan dan mengundang petani terkait untuk sosialisasi awal.
  1. Pelaksanaan di lapangan:
    • Penyuluh dan petani demonstrator melakukan penanaman sesuai paket teknologi yang telah disepakati.
    • Penyuluh bersama demonstrator melakukan pengamatan rutin terhadap perkembangan tanaman dan kondisi lahan.
    • Petani-petani lain diajak untuk berkunjung secara rutin ke demplot untuk melihat perkembangan secara langsung.
  1. Evaluasi dan penyerapan ilmu:
    • Farmer Field Day (FFD): Mengadakan pertemuan besar untuk membahas hasil demplot, di mana petani dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan penyuluh dan demonstrator.
    • Praktek langsung: Petani lain dapat melihat secara konkret manfaat dan keunggulan teknologi yang didemonstrasikan.
    • Pemanenan dan pelaporan: Setelah panen, hasil demplot akan dianalisis dan dilaporkan secara menyeluruh kepada seluruh petani, khususnya peserta demplot.
  1. Penerapan di lahan sendiri:
    • Tujuan utamanya adalah agar petani terdorong untuk menerapkan teknologi yang telah terbukti di demplot ke lahan mereka sendiri, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. 

Rencana Tindak Lanjut (RTL) pembelajaran melalui demplot adalah dokumen perencanaan yang disusun setelah kegiatan demonstrasi plot (demplot) untuk memastikan penerapan pengetahuan dan keterampilan baru secara berkelanjutan. Demplot sendiri merupakan metode pembelajaran atau penyuluhan yang menggunakan lahan percontohan nyata agar peserta (petani, siswa, dll.) dapat melihat dan membuktikan suatu inovasi atau teknologi secara langsung. RTL bertujuan agar hasil pembelajaran dari demplot tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan terus diimplementasikan, dievaluasi, dan ditingkatkan di lingkungan masing-masing peserta

Komponen Utama RTL Pembelajaran Melalui Demplot

Format RTL dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, namun umumnya mencakup komponen-komponen kunci berikut: 

  1. Latar Belakang: Menjelaskan mengapa demplot dilaksanakan dan pentingnya tindak lanjut untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih luas.
  2. Tujuan RTL: Menetapkan sasaran spesifik yang ingin dicapai melalui kegiatan tindak lanjut (misalnya, mengimplementasikan teknik baru pada lahan sendiri, mengimbaskan pengetahuan kepada rekan kerja/kelompok lain).
  3. Sasaran/Peserta: Menentukan siapa yang akan terlibat atau menjadi target dari kegiatan tindak lanjut (misalnya, petani lain di desa, siswa di kelas lain).
  4. Materi/Kegiatan Tindak Lanjut: Merinci kegiatan konkret yang akan dilakukan. Ini bisa berupa:
  5. Penerapan Mandiri: Peserta menerapkan inovasi di lahan atau lingkungan mereka sendiri.
  6. Pendampingan/Mentoring: Adanya dukungan berkelanjutan dari fasilitator atau penyuluh.
  7. Diskusi Kelompok/Pertemuan Rutin: Berbagi pengalaman dan menyelesaikan masalah yang timbul saat penerapan.
  8. Pelaporan dan Dokumentasi: Mendokumentasikan hasil dan hambatan yang dihadapi.
  9. Evaluasi: Penilaian berkala terhadap keberhasilan penerapan.
  10. Waktu dan Lokasi: Jadwal pelaksanaan kegiatan tindak lanjut dan tempat di mana kegiatan tersebut akan berlangsung.
  11. Penanggung Jawab dan Pihak Terkait: Menunjuk individu atau tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan setiap kegiatan serta pihak-pihak yang diajak bekerja sama (misalnya, penyuluh, kepala sekolah, kelompok tani).
  12. Indikator Keberhasilan: Kriteria yang jelas untuk mengukur apakah tujuan RTL telah tercapai (misalnya, peningkatan hasil panen sebesar X%, jumlah petani yang mengadopsi teknologi baru).
  13. Sumber Daya dan Anggaran (jika ada): Kebutuhan sarana, prasarana, atau dana yang diperlukan untuk mendukung kegiatan tindak lanjut.
  14. Hambatan dan Solusi Antisipasi: Mengidentifikasi potensi masalah selama tindak lanjut dan merencanakan cara mengatasinya. 

Manfaat RTL dalam Pembelajaran Demplot

  • Keberlanjutan: Memastikan pembelajaran berlangsung secara terus-menerus dan berkelanjutan.
  • Peningkatan Mutu: Berfungsi sebagai upaya perbaikan dan peningkatan mutu dalam penerapan inovasi atau teknologi.
  • Agen Perubahan: Mendukung peserta didik atau petani untuk menjadi agen perubahan aktif di lingkungan mereka sendiri. 

Secara ringkas, RTL mengubah pengetahuan teoritis dan percontohan demplot menjadi aksi nyata dan hasil yang terukur di lapangan

Kesimpulan dari kegiatan demplot umumnya menunjukkan bahwa teknologi baru (misalnya, varietas unggul, pupuk, atau teknik budidaya) terbukti efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman. Selain itu, demplot berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani serta mendorong mereka untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih baik secara mandiri. 

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani

  • Petani mendapatkan pemahaman langsung tentang cara penerapan teknologi baru, seperti teknik budidaya bawang merah di musim hujan atau penggunaan bio-pestisida.
  • Demplot berfungsi sebagai wadah edukasi dan percontohan yang konkret, memungkinkan petani untuk melihat, mempraktikkan, dan membuktikan keunggulan suatu teknologi secara langsung. 

 

3.      KESIMPULAN

 

       3.1.   Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian 

  • Teknologi yang didemonstrasikan di demplot menunjukkan hasil yang lebih baik, seperti peningkatan kuantitas dan kualitas produksi.
  • Sebagai contoh, demplot bawang merah berhasil mengendalikan penyakit dan mempertahankan potensi produksi dengan menggunakan kombinasi varietas toleran, biopestisida, dan penyesuaian drainase serta jarak tanam.
  • Demplot juga dapat membantu petani meningkatkan produktivitas lahan mereka dengan menerapkan praktik terbaik yang mereka lihat. 

3.2.       Adopsi teknologi dan pengembangan

  • Kesuksesan demplot meyakinkan petani untuk menerapkan teknologi tersebut secara mandiri di lahan mereka sendiri, misalnya dengan mengganti pestisida kimia dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
  • Kegiatan ini juga memperkuat komunitas petani melalui berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta mendorong kerja sama dalam menerapkan praktik pertanian terbaik.
  • Tujuannya adalah untuk mendorong petani agar dapat tumbuh dan berkembang melalui penerapan teknologi yang terbukti. 
  •  

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      https://bbpplembang.bppsdmp.pertanian.go.id/publikasi-detail/1125

2.      Indah Listiana, KAPASITAS PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADI SAWAH DI KELURAHAN SITUGEDE KOTA BOGOR (Farmers Capacity in Integrating Pest Control Technology Application (PHT) Rice Field Ward in Situgede Bandung City)