Microgreens adalah sebutan untuk nama sayuran yang dipanen pada umur yang masih muda, yakni sekitar 7-14 hari setelah semai. Kata microgreens berasal dari bahasa Inggris yang merupakan gabungan dari kata micro (kecil) dan green (hijau). Trend microgreens sebagai sumber makanan sehat dan bergizi terus menerus berkembang. Peminatnya pun semakin banyak, terutama dari para pelaku yang menginginkan hidup sehat. Awalnya, tanaman microgreens banyak digunakan oleh para chef sebagai bahan penghias kudapan atau garnish. Namun seiring berjalannya waktu, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa microgreens mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Mulai saat itulah, microgreens semakin digemari dan dikonsumsi oleh banyak orang. Adapun berbagai nutrisi yang terkandung dalam microgreens di antaranya adalah vitamin C, vitamin E, vitami B1, phytochemical dan betakaroten. Kandungan gizi microgreenss dipercaya lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman sayur yang sudah berumur dewasa. Microgreens sendiri sebenarnya adalah tunas dari aneka tanaman sayur. Semua jenis bibit sayur yang berdaun bisa dikembangkan menjadi tanaman microgreens. Selain aneka bibit sayuran berdaun, bibit bunga seperti bunga matahari dan jenis bunga edible lainnya pun juga bisa untuk dikembangkan menjadi microgreens. Perlu diketahui bahwa microgreens berbeda dengan kecambah. Microgreens sudah mempunyai daun dan batang yang lebih menyerupai sayuran sementara kecambah belum. Selain itu, kecambah tumbuhnya di air, sedangkan microgreens sengaja ditanam dan ditumbuhkan di media tumbuh. Akan tetapi, kecambah ini bisa dijadikan microgreens, jika kecambah tersebut ditumbuhkan hingga menghasilkan batang, akar dan beberapa daun. Dua daun pertama yang tumbuh disebut dengan daun kotiledon. Sedangkan daun yang akan muncul selanjutnya disebut dengan daun sejati. Nah, apabila sudah muncul daun sejati biasanya tanaman ini akan dipanen. Dan, hasil panen inilah yang disebut dengan microgreens. Menanam microgreens sangatlah praktis dan efisien baik dari segi waktu, ruang, maupun tenaga. Microgeens dapat ditanam di dalam rumah atau ruangan yang ternaungi, baik dalam skala kecil maupun besar. Berikut adalah cara sederhana untuk menanam microgreens. Terlebih dahulu perlu disiapkan wadah tanam (misalnya tray brownies atau plastik), benih microgreens, media tumbuh (bisa menggunakan tanah, cocopeat dan sekam bakar, rockwool, kapas, atau spons), nutrisi cair dan air. Microgreens dapat langsung dipanen dengan cara digunting batangnya. Dapat pula langsung dimakan, ditumis, atau dijadikan sebagai salad. Kemudian, wadah tanam tersebut diisi dengan media tumbuh dan ditaburkan benih microgreens secara merata, lalu disiram dengan air dan nutrisi. Selanjutnya tunggu sekitar 7-14 hari. Sementara itu, kelemahan dalam melakukan penanaman microgreens adalah hasilnya hanya dapat dipanen sekali dan tidak dapat tumbuh kembali. Apabila ingin menanam kembali, maka media tanam harus diganti dan mengulangi langkah-langkah penanaman dari awal hingga panen. Ditulis Oleh : Kristyanti Banaya, SP, Penyuluh Pertanian BPP Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara Sumber : https://8villages.com/full/petani/article/id/5c22efef59678e677c05ada1