Mikro Organisme Lokal (MOL) merupakan hasil penggalian potensi sumberdaya alam yang sangat bermanfaat bagi fungsi peningkatan sumberdaya tanah secara optimum, mencakup mikrobia, mikrofauna tanah yang berperan dalam menyediakan dan memfasiliatasi penyerapan hara, pemacuan tumbuh tanaman, perombakan bahan organik dan pembenahan tanah dalam pengelolaan teknologi tanah ( Anonimous, ).1. Tujuan yang ingin dicapai dalam membuat mikro organisme lokal adalah :a). Memperoleh mikroorganisme yang bermanfaat bagi peningkatan produksi sebagai pupuk alternatifb). Memperoleh mikroorganisme dalam penyediaan dan memfasilitasi penyerapan hara tanaman dalam tanahc). Untuk memacu pertumbuhan tanaman ( jumlah anakan, akar, panjang malai, serta jumlah bulir per malai)d). Untuk mempercepat perombakan bahan organik (dekomposer) dalam pembuatan kompos2. Manfaata). Sebagai decomposer atau perurai komposb). Sebagai pupuk alternatifc). MOL sebagai pupuk majemuk, mengandung unsur ha ra makro dan mikro, bahan aktif pembuat kompos.d). Produk yang dihasilkan berkualitas dan aman dikon sumsie). Ramah lingkungan bagi ekosistem3. Teknik mengembangkan MOLMikro organisme dapat juga dibuat dari tanaman (daun, buah – buahan, anakan, bonggol dll), hewan, limbah dapur dll.1. MOL bonggol pisang (mengandung sitokinin) a. Bahan 1 kg bonggol pisang2.5 lt air kelapa 0.35 kg gula merah7 lt air cucian beras b. Alat Timbangan, literan, parutan, golok, pisau, ember, pengaduk, kertas koran, tali rafia, spidol c. Cara membuat : • Gula merah diiris tipis • Masukkan air kelapa dalam ember dan tambahkan irisan gula serta aduk hingga rata• Kupas bonggol pisang timbang 1,00 kg dan parut• Masukkan parutan bonggol pisang dalam larutan gula dan masukkan air beras aduk hingga rata• Tutup dengan kertas koran dan ikatlah dengan tali rafia.• Tulis jenis MOL, tanggal pembuatan dan nama kelompok.• Simpan selama satu minggu d. Penggunaan • Untuk kompos ( dekomposer ) di campur air dengan perbandingan 1 : 5 ( 1 lt MOL : 5 lt air )• Untuk tanaman padi 400 cc untuk 14 lt air disermprotkan setiap 10 hari sekali sampai tanaman umur 40 hari2. MOL limbah dapur a. Bahan 1 kg limbah dapur2.5 lt air kelapa 0.35 kg gula merah7 lt air beras b. Alat Timbangan, literan, parutan, golok, pisau, ember, pengaduk, kertas koran, tali rafia, spidol c. Cara membuat : • Gula merah diiris tipis • Masukkan air kelapa dalam ember dan tambahkan irisan gula serta aduk hingga rata• Timbang limbah dapur 1,00 kg dan hancurkan• Masukkan hancuran limbah dapur dalam larutan gula dan masukkan air beras aduk hingga rata• Tutup dengan kertas koran dan ikatlah dengan tali rafia.• Tulis jenis MOL, tanggal pembuatan dan nama kelompok.• Simpan selama satu minggu d. Penggunaan • Untuk kompos (dekomposer) disaring dicampur air dengan perbandingan 1 : 5 (1 lt MOL : 5 lt air)• Untuk tanaman padi 400 cc untuk 14 lt air disermprotkan setiap 10 hari sekali sampai tanaman umur 40 hari3. MOL Keong mas a. Bahan 1 kg keong mas2.5 lt air kelapa 0.35 kg gula merah7 lt air beras b. Alat Timbangan, literan, parutan, golok, pisau, ember, pengaduk, kertas koran, tali rafia, spidol c. Cara membuat : • Gula merah diiris tipis • Masukkan air kelapa dalam ember dan tambahkan irisan gula serta aduk hingga rata• Timbang keong mas 1,00 kg, masukkan ke dalam karung dan hancurkan• Masukkan hancuran keong mas dalam larutan gula dan masukkan air beras aduk hingga rata• Tutup dengan kertas koran dan ikatlah dengan tali rafia.• Tulis jenis MOL, tanggal pembuatan dan nama kelompok.• Simpan selama satu minggu d. Penggunaan • Untuk kompos ( dekomposer ) di campur air dengan perbandingan 1 : 5 ( 1 lt MOL : 5 lt air )• Untuk tanaman padi 400 cc untuk 14 lt air disermprotkan setiap 10 hari sekali sampai tanaman umur 40 hari4. MOL rebung bambu (mengandung auxin) a. Bahan 1 kg rebung bambu2.5 lt air kelapa 0.35 kg gula merah7 lt air beras b. Alat Timbangan, literan, parutan, golok, pisau, ember, pengaduk, kertas koran, tali rafia, spidol c. Cara membuat : • Gula merah diiris tipis • Masukkan air kelapa dalam ember dan tambahkan irisan gula serta aduk hingga rata• Kupas rebung bambu,timbang dan parut• Masukkan parutan rebung bambu dalam larutan gula dan masukkan air beras aduk hingga rata• Tutup dengan kertas koran dan ikatlah dengan tali rafia.• Tulis jenis MOL, tanggal pembuatan dan nama kelompok• Simpan selama satu minggu d. Penggunaan • Untuk kompos ( dekomposer ) di campur air dengan perbandingan 1 : 5 (1 lt MOL : 5 lt air)• Untuk tanaman padi 400 cc untuk 14 lt air disermprotkan setiap 10 hari sekali sampai tanaman umur 40 hari5. MOL buah berenuk (mengandung zat pengatur tumbuh) a. Bahan 1 kg buah berenuk2.5 lt air kelapa 0.35 kg gula merah7 lt air beras b. Alat Timbangan, literan, parutan, golok, pisau, ember, pengaduk, kertas koran, tali rafia, spidol c. Cara membuat : • Gula merah diiris tipis • Masukkan air kelapa dalam ember dan tambahkan irisan gula serta aduk hingga rata• Potong buah berenuk dan parut• Masukkan parutan buah berenuk dalam larutan gula dan masukkan air beras aduk hingga rata• Tutup dengan kertas koran dan ikatlah dengan tali rafia.• Tulis jenis MOL, tanggal pembuatan dan nama kelompok• Simpan selama satu minggu d. Penggunaan • Untuk kompos ( dekomposer ) di campur air dengan perbandingan 1 : 5 (1 lt MOL : 5 lt air)• Untuk tanaman padi 400 cc untuk 14 lt air disermprotkan setiap 10 hari sekali sampai tanaman umur 40 hari Penulis : Trigiyani, S.PtSumber : Diklat Padi Organik di Cihea-Cianjur