Loading...

Mini Huller Gas Karya Penyuluh Garut: Inovasi Pascapanen yang Mengangkat Nilai Tambah Petani Padi

Mini Huller Gas Karya Penyuluh Garut: Inovasi Pascapanen yang Mengangkat Nilai Tambah Petani Padi

Di tengah persoalan klasik rendahnya efisiensi penggilingan padi, sebuah inovasi lahir dari tingkat tapak. Achmad Nasir Ginanjar, SST., MP, penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menciptakan mesin mini huller padi portabel berbahan bakar gas yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan petani skala kecil.

Selama ini, petani masih bergantung pada penggilingan konvensional dengan rendemen rata-rata hanya 64,11 persen (BPS, 2018) serta persyaratan minimal 30 kilogram gabah per proses. Biaya penggilingan pun relatif tinggi, mencapai Rp700 per kilogram beras, sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati di hilir, bukan di tangan petani.

Berbeda dengan sistem konvensional, mesin mini huller ini menunjukkan kinerja yang lebih efisien. Berdasarkan hasil uji kelayakan mutu di Balai Mekanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat, mesin ini mencatat rendemen 68,32 persen, kapasitas kerja 118 kg per jam, dan konsumsi gas hanya 0,86 kg per jam (Balai Mektan Jabar, 2024). Perhitungan biaya menunjukkan ongkos penggilingan turun drastis menjadi sekitar Rp130 per kilogram beras menggunakan LPG non-subsidi, dan sekitar Rp55 per kilogram bila menggunakan LPG bersubsidi.

Dari sisi legalitas, inovasi ini telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Nomor EC00202379037, sertifikat uji kelayakan mutu (Test Report) Nomor 3388.214/PT.05.03/Mektan, sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Nomor 9604/TKDN/IK/VIII/2024, serta izin operasional produksi dari Kementerian Perindustrian Nomor 24960.

Hingga kini, mesin mini huller gas tersebut telah diproduksi enam unit dan dimanfaatkan oleh UMKM penggilingan padi, kelompok tani, serta BUMDes di Kabupaten Garut dan Purwakarta. Inovasi ini menjadi bukti bahwa peningkatan nilai tambah pertanian dapat dimulai dari teknologi tepat guna yang lahir langsung dari pemahaman mendalam terhadap realitas petani.