Lakatuo ketua Gapoktan Tujuh Wali-Wali kelurahan Pammase kecamatan Tiroang, Pinrang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika Bupati dan Kadis pertanian Sulsel hadir di panen perdana padi hibrida Sembada 168 di hamparan 380 ha milik kelompoknya. Bukan kali ini sukses panen padi hibrida tapi di Gapoktan tersebut sudah tujuh musim tanam menimkati manisnya panen padi hibrida. Ketua KTNA Pinrang Andi Agussenga IBM, SE, SP mengatakan padi hibrida akan panen maksimal jika ditanam dalam hamparan minimal 50 ha. Sebab jika ditanam secara spot-spot maka padi hibrida menjadi umpan bagi hama tikus dan berbagai jenis OPT lainnya. "Padi hibrida sembada pertumbuhannya cepat jika ditanam secara spot bersamaan dengan tanaman padi non hibrida dalam satu hamparan maka padi hibrida inilah yang menjadi pokus mangsa utama bagi OPT khususnya tikus, tapi jika dalam hamparan minimal 50 ha semua hibrida maka serangan OPT bisa menyebar dan tingkat kerusakannya bisa dikendalikan," jelas Andi Senga. Apa yang dikatakan oleh ketua KTNA Pinrang itu dibuktikan oleh Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Tujuh Wali-Wali kelurahan Pammase kecamatan Tiroang Pinrang. Pada musim tanam Oktober-Maret 2011-2012 Gapoktan tersebut menanam padi hibrida Sembada 168 dalam hamparan SLPTT seluas 380 dengan hasil panen ubinan rata-rata 12,30 ton/ha GKP. Padi hibrida sembada 168 memiliki potensi hasil 13,8 ton/ha dengan rata-rata hasil 10,5 ton/ha. Padi hibrida ini memiliki banyak kelebihan antara lain tahan HDB (Hawar Daun Bakteri) patotipe III, panjang malai 28.7 cm, jumlah gabah isi tinggi 274 butir/malai, Bobot 1.000 butir tinggi 30.5 gram, rendemen beras kepala tinggi, rata-rata 90.8%, dan rasa nasi enak dan pulen. "Salah satu upaya untuk menggenjot produksi padi harus menerapkan inovasi teknologi salah satunya adalah penggunaan benih hibrida dan kita bersyukur karena di Gapoktan ini sudah beberapa musim tanam sukses panen dengan hibrida sembada," ungkap Bupati Pinrang H.Andi Aslam Patonangi ketika hadir di panen perdana padi hibrida sembada 168 di Gapoktan tujuh wali-wali. Panen perdana padi hibrida sembada 168 yang berlangsung Senin (2/04) dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Ir.H. Lutfi Halide, MP, Kepala BPTP Sulsel Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang Ir. Yohanis Sampebua, MP dan sejumlah aparat terkait di Pinrang. Camat Tiroang melaporkan pada musim tanam Oktober-Maret luas tanam di wilayahnya mencapai 5.110 ha. Dari luasan tersebut 950 ha diantaranya ditanami padi hibrida. Khusus hamparan SLPTT padi hibrida sembada 168 seluas 420 ha dan 380 ha di antaranya ada di hamparan Gapoktan tujuh waliwali kelurahan Pammase kecamatan Tiroang berhasil panen dengan ubinan 12,30 ton/ha GKP. Sedangkan rata-rata hasil panen ubinan padi non hibrida di sekitar hamparan gapokktan hanya mampu capai 8,9 ton/ha GKP. Hingga minggu pertama April 2012 realisasi panen di kecamatan Tiroang mencapai 2.020 ha. "Pada musim tanam sebelumnya (April-September 2011) kelompoktani Sipakaingan I kelurahan Pammase Tiroang dengan luas hamparan 50 ha panen padi hibrida sembada B9 dengan hasil ubinan 12 ton/ha GKP," kata Hj. Supiani, SP penyuluh pertanian di daerah itu. Kepala Bidang Produksi Tanaman pangan Dinas Pertanian Pinrang Ir. Andi Calo Karrang, M.Si mengatakan perkembangan pertanaman padi hibrida di Pinrang terus meningkat, karena sudah ada beberapa titik SLPTT padi hibrida sembada berhasil panen dengan baik pada musim tanam ini. "Sudah tujuh musim tanam petani Boki sudah buktikan padi hibrida sembada pola hamparan mampu meningkatkan pendapatan petani," kata Hj. Supiani, SP. Dengan bukti keberhasilan pola hamparan padi hibrida kata Andi Calo maka petani di kecamatan lain akan meniru teknologi budidaya maupun pola hamparannya. (Abdul Salam Atjo, Penyuluh BP4K Pinrang)