Loading...

MODIFIKASI MESIN POMPA AIR BERBAHAN BAKAR BENSIN KE GAS ELPIJI

MODIFIKASI MESIN POMPA  AIR  BERBAHAN BAKAR BENSIN KE GAS ELPIJI
“Ditengah keresahan petani karena kesulitan air yang melanda areal persawahan mereka, dan harga bensin yang notabene merupakan bahan bakar utama pompa air melonjak tinggi, mesin pompa air berbahan bakar gas hadir memberi secercah harapan.” Di daerah Langkat sekitar 75,16 % dari potensi lahan persawahan yang merupakan persawahan tadah hujan. Sehingga dengan kondisi musim yang semakin sulit diramalkan menjadi kendala bagi petani di daerah ini. Kekeringan dan ancaman gagal panen menjadi momok sanagt menakutkan bagi mereka. Sangat miris bila melihat kondisi areal persawahan yang mengalami kekeringan. Hal inilah yang membakar semangat Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK THLTB PP) Kabupaten Langkat untuk mencari alternatif sebagai jalan keluar dari permasalahan yang menimpa petani di Kabupaten ini. Bertempat di kediaman Bapak Bambang Agus, DS (THL dan pengurus Kelompok Tani Jaya Desa Sidomulyo), berlangsunglah diskusi bersama Pengurus FK THLTB PP Kabupaten Langkat. Diskusi ini membuahkan ide untuk memodifikasi mesin pompa air berbahan bakar gas. Selain dengan tujuan menghemat biaya bahan bakar, penggunaan gas ini juga dimaksudkan untuk meminimalkan polusi, dikarenakan emisi hasil pembakaran gas lebih sempurna dibandingkan dengan bensin. CARA PERAKITAN DAN PENGOPERASIAN MESIN POMPA AIR BERBAHAN BAKAR GAS A. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam perakitan mesin pompa air berbahan bakar gas adalah sebagai berikut : Mesin pompa air 1 unit Tabung elpiji (LPG) ukuran 3 kg 1 buah Regulator 1 buah Selang vakum ( karet ) ukuran 8 x 3 mm sepanjang 1.5 m Kran atau supply gas 1 buah Naple vakum atau pipa kuningan ukuran 4 mm sebanyak 2 buah sepanjang 20 cm Klem selang 2 buah Cincin ikat 1 buah B. Cara Perakitan Mesin pompa Air berbahan Bakar Gas adalah Ujung Naple/pipa Kuningan dimasukkan ke karburator mesin Di posisi lubang Cok/lubang gas mesin Selanjutnya ujung Naple/pipa kuningan yang lainnya disambungkan dengan menggunakan cicin ikat ke ujung selang Vakum ( Karet ) Ujung selang Vacum (karet) yang lainnya dihubungkan ke regulator yang sudah terhubung dengan tabung gas ( antara selang vacum dan regulator di pasang keran supply gas) Mesin pompa air berbahan bakar Gas siap dioperasikan C. Cara mengoperasikan mesin pompa air berbahan bakar gas adalah sebagai berikut : Mesin pompa air kita hidupkan (masih menggunakan bahan bakar bensin) Ketika mesin telah hidup dan air keluar dari pompa keran minyak bensin ditutup Setelah mesin mulai agak tersendat, keran dari tabung gas elpiji dibuka secara perlahan-lahan (keran saringan hawa ditutup). Setelah mesin normal berarti supplay gas elpiji ke mesin pompa air telah sesuai kebutuhan Mesin pompa air berfungsi seperti yang diinginkan. D. Analisa Biaya Biaya yang dibuthkan untuk membuat 1 unit mesin pompa air berbahan gas yaitu Rp. 2.727.500 (Lampiran 1). Dari hasil modifikasi mesin pompa air berbahan bakar bensin ke gas elpiji dihasilkan mesin pompa air yang hemat biaya (ekonomis). Hal ini ditunjukkan pada Tabel yang termuat pada Lampiran 2 yaitu tabel tentang perbandingan biaya yang dibutuhkan antar mesin pompa air berbahan bakar bensin dan gas dalam waktu operasional ± 10 jam. Selain itu mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Sidomulyo Kecamatan Binjai Kabupten Langkat terutama jika terjadi kenaikan atau kelangkaan BBM jenis bensin untuk menghidupkan mesin pompa airnya, Petani juga tidak bergantung kepada alam, petani dapat tepat waktu atau tidak terkendala dalam menyiram tanaman budidayanya, sehingga pencapaian produksi dan produktifitas sesuai yang diharapkan. Pendapatan petani di Desa Sidomulyo dapat meningkat yang pada akhirnya terwujud keluarga petani yang sejahtera sesuai dengan harapan pemerintah. Keuntungan yang didapat dengan menggunakan bahan bakar gas elpiji diantaranya adalah : Lebih hemat jika dibandingkan dengan menggunakan bensin. Emisi gas yang lebih bersih. Menurut beberapa penelitian emisi CO gas elpiji 50 % lebih rendah daripada premium (bensin). Lebih mudah untuk mendapatkan gas elpiji, harga lebih murah dibandingkan dengan BBM non subsidi Mesin lebih awet karena LPG menghasilkan emisi karbon lebih sedikit sehingga tidak perlu terlalu sering mengganti oli Gas elpiji berwujud gas dan memiliki oktan yang tinggi sehingga menghasilkan tenaga lebih besar Mempunyai kemasan atau tabung yang lebih praktis, kuat, dan aman. Penggunaan gas LPG untuk mesin Pompa Air dinyatakan aman, selama kita tahu bagaimanan seharusnya memperlakukan gas elpiji. Gunakanlah bahan-bahan yang cukup baik kualitasnya dan jangan lupa selalu melakukan perawatan dan pemerikasaan secara berkala terhadap peralatan-peralatan yang ada. DAMPAK PENGGUNAAN MESIN POMPA AIR BERBAHAN BAKAR GAS ELPIJI DI DESA SIDOMULYODampak penggunaan mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji di Desa Sidomulyo antara lain : Secara teknisPenggunaan mesin pompa air berbahan bakar gas tidak menuntut atau memerlukan teknologi yang tinggi artinya siapapun bisa untuk mengoperasionalkannya termasuk petani di Desa Sidomulyo Secara EkonomiPenggunaan mesin pompa air berbahan bakar gas lebih murah (ekonomis) biaya operasionalnya jika dibandingkan dengan menggunakan mesin pompa air berbahan bakar bensin. Secara SosialPenggunaan mesin pompa air berbahan bakar gas dapat diterima oleh masyarakat karena berdampak positif terhadap pertanian yang ada di Desa Sidomulyo terutama dapat mengatasi keadaan iklim artinya petani di Desa Sidomulyo tidak terlalu bergantung kepada alam didalam usaha budidaya pertaniannya. Ditulis oleh : Nisron, S.TP; Safrul Ansari, A. Md; Bambang Agus, DS; Marlina, A.Md