MOL (Mikroorganisme Lokal) merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk dimanfaatkan menjadi pupuk sehingga tidak merusak lingkungan. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Saka Taruna Bumi di BPP Jogoroto pada pertemuan rutin setiap hari Rabu Sore adalah membuat MOL. Saka Taruna Bumi belajar mengenal bahan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai MOL serta mengetahui cara membuatnya. Keunggulan dan kelebihan MOL antara lain Mengandung bermacam-macam unsur organik dan mikroba yang bermanfaat bagi tanaman. Penggunaan MOL terbukti mampu memperbaiki kualitas tanah dan tanaman. Tidak mengandung zat kimia berbahaya dan ramah lingkungan. Mudah dibuat, bahan mudah didapatkan dan juga mudah dalam aplikasinya. Sebagai salah satu upaya mengatasi pencemaran limbah rumah tangga dan limbah pertanian. Memperkaya keanekaragaman biota tanah. Penggunaan bonggol pisang sebagai bahan dasar pembuatan MOL didasarkan pada pertimbangan bahwa hormon pertumbuhan yaitu: giberelin dan sitokinin terkandung pada bonggol pisang. Selain itu, bonggol pisang juga mengandung mikroorganisme yang berguna bagi tanaman di antaranya adalah pelarut phospat, aspergilus, azospirillium. Bahan: Bonggol pisang 5 kg Gula merah 1 kg Air cucian beras 10 liter Cara Pembuatan: Bonggol pisang dihaluskan dengan blender atau alat lainnya. Gula merah dilarutkan dengan air cucian beras. Semua bahan dimasukkan ke dalam jerigen, ditutup rapat dan diberi lubang udara dengan cara memasukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air, ujung selang plastik harus terendam dalam air. Kemudian didiamkan selama 2 minggu secara anaerob. Larutan kemudian disaring dan dimasukkan dalam wadah penyimpanan (jerigen). MOL siap digunakan untuk membuat pupuk organik Penulis : Leni A Sumber referensi : https://8villages.com/full/petani/article/id/5a27cc23b62e5cf65e90b359