Loading...

MONITORING KABID TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KE POKTAN KHUSPA UNTUK MEMAKSIMALKAN PERSAWAHAN DESA TANJUNG MEDANG

MONITORING KABID TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KE POKTAN KHUSPA UNTUK MEMAKSIMALKAN PERSAWAHAN DESA TANJUNG MEDANG
TANJUNG MEDANG – KAMIS (21/11/2024) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan monitoring di persawahan kelompok tani Khuspa Desa Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara. Sesuai ungkapan presiden saat ini bapak Prabowo subianto yang mana salah satu target Pembangunan saat ini adalah di bidang ketahanan pangan Dimana bapak presiden mernargetkan indonesia mencapai swasembada beras di masa pemerintahannya. Untuk mendukung program swasembada beras pemerintah Kabupaten Bengkalis menggali lagi sektor Pertanian di setiap kecamatan yang dapat mendukung program dari bapak presiden Prabowo Subianto. Salah satu kecamatan yang memiliki potensi untuk mendukung program swasembada beras yakni kecamatan Rupat utara. Hal ini di dukung dengan data luas catak sawah 150 Ha yang berada di Desa Tanjung Medang saat ini belum maksimal penggarapannya. Lahan Sawah tadah hujan seluas 150 Ha yang saat ini belum scara maksimal digunakan karena sumber air dan sistem pengairan yang belum memadai, selain itu Lokasi sawah yang berada di Lokasi dataran rendah menyulitkan melakukan pembuangan air di musim penghujan. Dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada di kecamatan Rupat utara Ibu Rani sebagai kepala bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan pertemuan di kelompok tani khuspa sebagai kelompok penggarap lahan sawah 100 ha. Dalam pertemuan ini dihadiri oleh kepala bidang TPH, Penyuluh Pertanian dan dihadiri oleh 25 orang petani yang berdomisili di sekitar sawah yang siap menggarap lahan sawah sekiranya lahan sawah dalam kondisi optimal untuk digunakan. Dalam pertemuan tersebut berbagai diskusi dilakukan mulai permasalahan dan Solusi yang harus dilaksanakan dan akhirnya di sepakati Bersama: Untuk tahap awal petani meminta setidaknya lahan seluas 20 ha di revitalisasi, sebagai bahan percontohan sebelum dilakukan revitalisasi keseluruhan lahan yakni 150 ha. Dalam pelaksanaan revitalisasi sawah beberapa persyaratan perlu dipenuhi sesuai kebutuhan hidup padi diantaranya. Harus ada embung untuk mencukupi kebutuhan baku air sawah pada saat tanam serentak. Dilakukan perbaikan saluran primer di sekitar sawah untuk mempermudah mengeluarkan dan memasukkan air ke dalam petakan sawah. Untuk menahan resapan air pada embung dan saluran sebaiknya menggunakan plastik HDPE seperti yang digunakan pada usaha tambak udang pada umumnya. Dilakukan perbaikan pada saluran sekunder dan perbaikan pematang keliling Lokasi sawah. Petani yang berada di sekitar sawah ini merasa optimis bisa menanam padi pada Lokasi sawah karena Sebagian besar petani ini merupakan penduduk yang berasal dari daerah Sumatera utara, Dimana disalah satu Lokasi Sumatera utara tepatnya di Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Percut memiliki lahan yang kondisi kontur dan topografinya bisa dibilang sama dengan sawah di desa tanjung medang dan letak lokasinya yang lebih dekat dengan laut namun bisa secara maksimal di tanami padi sawah. Setelah pertemuan tersebut ibuk kabid Bersama rombongan merasa optimis dengan semangat para petani dan beliau berujar akan berusaha secara maksimal untuk menghidupkan Kembali lahan sawah yang ada di Rupat utara dan akan melakukan bebagain upaya lobi kepada berbagai stekholder agar sawah ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Masyarakat dan menghasilakan pangan bagi Masyarakat sekitar.