Kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) bertujuan untuk peningkatan pelayanan irigasi dan penguatan akuntabilitas pengelolaan skema irigasi. Melalui program SIMURP diharapkan terjadinya peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan pertanian cerdas iklim, mengurangi resiko gagal panen, mengurangi efek gas rumah kaca, dan meningkatkan peran petani di daerah irigasi (DI) dan daerah rawa (DR). Sasarannya adalah untuk meningkatkan intensitas tanam melalui kegiatan rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi irigasi, serta terwujudnya system irigasi berkelanjutan melalui revitalisasi pengelolaan irigasi, peningkatan pengaturan kelembagaan, serta peningkatan kapasitas dan kompetensi sumberdaya manusia pengelolaan irigasi, peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Program SIMURP di Nusa Tenggara Timur memasuki tahun kedua yang dimulai Tahun 2022 berlokasi di Kabupaten Nagekeo. Kegiatan utama program SIMURP Tahun 2023 adalah Dukungan Penerapan Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) melalui kegiatan Sekolah Lapang CSA Scaling Up. Prinsip CSA yaitu penggunaan benih unggul yang adaptif dengan perubahan iklim; penerapa teknologi hemat air (pengairan yang terputus-putus/Intermitten; AWD/pengairan basah-kering)); Penerapan tata tanam Jajar Legowo; Pemupukan berimbang; Penggunaan pupuk organik; Penggunaan kalender tanam; Pembuatan/penerapan pestisida nabati; Penggunaan alat penangkap GRK (pengukuran emisi gas rumah kaca).Sasaran kegiatan CSA adalah 24 kelompok tani yang merupakan kelompok inti dan Scaling up seluas 50 ha yang didalamnya terdapat 2 unit Laboratorium Lapangan. Kegiatan CSA pada Kelompok Inti telah dimulai penanaman padi varietas INPARI 6 pada Minggu keempat bulan Januari 2023 dengan menerapkan pola tanam Jajar Legowo 2:1, pemupukan berimbang serta menggunakan sistim pengairan hemat air dan mengikuti kalender tanam. Pertumbuhan tanaman padi cukup baik, diperkirakan panen pada bulan Mei 2023. Kegiatan Scaling up pada lahan seluas 50 ha melibatkan 3 kelompok tani yaitu kelompok tani Nesi Susa I, kelompok tani Idola dan kelompok tani Nusa Kemma. Penanaman padi di lokasi scalling up telah dimulai pada Minggu Pertama bulan Pebruari 2023, menggunakan varietas padi INPARI 6, dengan menerapkan pola tanamJajar Legowo 2:1, pemupukan berimbang serta menggunakan sistim pengairan hemat air dan mengikuti kalender tanam. Tahapan dan proses kegiatan Sekolah Lapang CSA Scaling up masih berlangsung, sehingga pendampingan dan pengawalan perlu dilakukan lebih intensif agar pelaksanaan kegiatan di tingkat lapangan sesuai yang diharapkan. =Haedar Aziz, S.Pi= (Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertnian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT)