Sumber bahan organik Sumber bahan organik menentukan kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Kandungan nutrisi hara dalam bahan organik tergolong lengkap namun dalam jumlah yang rendah dan agak lambat tersedia, sehingga diperlukan dalam jumlah banyak. Manfaat bahan organik Bahan organik dalam bentuk yang telah di komposkan ataupun segar bermanfaat untuk: Meningkatkan kadar bahan organik tanah Memperbaiki kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah Meningkatkan keragaman, populasi dan aktivitas mikroba dan memudahkan penyediaan hara dalam tanah Menyediakan hara makro dan mikro Cara menggunakan Penggunaan jerami segar (jerami yang baru dipanen atau sudah dikeringkan tetapi belum mengalami perombakan) secara langsung akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan menyulitkan pengolahan tanah, karena nilai C/N rasio jerami segar masih tinggi. Bahan organik segar perlu dikomposkan untuk menurunkan nilai C/N rasio, memudahkan penyediaan hara, mematikan mikroba toksik dan biji gulma Bahan organik matang diberikan ke dalam tanah pada saat meratakan tanah (2 – 3 hari sebelum tanam). Cara Pembuatan Kompos jerami Pengomposan dilakukan secara anaerob dan aerob. Cara anaerob memerlukan waktu 1,5 sampai 2 bulan dan sering menghasilkan kompos dengan bau kurang sedap, karena suhu yang dihasilkan kurang tinggi sehingga tidak mematikan organisme pengganggu. Pengomposan yang umum dilakukan adalah secara aerob, memerlukan waktu 1 – 3 minggu bergantung pada jenis bahan organik. Caranya sebagai berikut : Siapkan petak kompos ukuran 1 m x 1 m x 1,25 m, diberi pembatas bambu. Ukuran petak dapat bervariasi bergantung pada ketersediaan bahan organik. Tumpuk jerami selapis demi selapis setebal 20 cm. Setiap lapisan dibasahi air secukupnya dan disiram dengan larutan mikroba selulolitik atau lignolitik yang berperan sebagai dekomposer, antara lain Biodec, Stardec, M-dec, dan EM-4, hingga mencapai kebasahan 30-40%, atau ciri lain bila dikepal air tidak keluar dan bila kepalan dilepas bahan baku akan mekar. Bahan baku ditumpuk sampai tinggi 1,25 m. Tumpukan jerami yang diberi mikroba ditutup plastik atau terpal warna gelap untuk mempertahankan kelembaban. Suhu kompos diperiksa secara berkala (2-3 hari), pertahankan suhu pada kisaran 40-50o C. Jika suhu lebih tinggi, kompos diaduk sampai suhunya turun dan dilakukan penyiraman apabila jerami kering, selanjutnya ditutup kembali. 5. Lama pengomposan sekitar 2 minggu (untuk bahan organik berbahan selulosa) dan 4 minggu (untuk bahan organik berbahan dasar lignin). Kompos yang sudah matang berwarna kecoklatan dengan suhu sekitar 300C, kelembaban 40 – 60% tidak mengeluarkan bau. Oleh : Admin BPP Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat