Kegiatan ubinan padi adalah kegiatan untuk memperkirakan hasil panen padi dengan mengambil sampel, mengukur, dan menimbang hasil panen. Ubinan adalah luasan pada pertanaman, yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas), yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang) dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan).Dalam kegiatan ubinan, petugas juga akan melakukan wawancara dengan pemilik lahan atau penggarap untuk mengumpulkan data valid terkait produktivitas tanaman padi. Data yang dikumpulkan meliputi: Penggunaan pupuk, Penggunaan benih, Pengairan, Pestisida, Cara penanaman. Kegiatan ini sebelumnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh petugas dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis. Namun semenjak berkurangnya lahan tanam padi di Kecamatan Mandau, maka titik-titik yang seharusnya menjadi sampel BPS menjadi titik kosong sehingga tidak dilakukan perhitungan. Itulah sebabnya UPT Penyuluh Pertanian melakukan kegiatan ubinan secara mandiri bersama petani untuk mendapatkan informasi tentang produksi tanaman padi dan mengetahui angka produktivitas tanaman padi secara tepat. Dari kegiatan ubinan pada 2 Agustus 2024 di lahan penanaman padi milik Anggota Kelompok Tani Makmur ini, dilakukan dalam petakan sawah ini ditentukan dua titik ubinan dengan luas 2,5 X 2,5 m2. Diketahui data rata-rata yang diperoleh yaitu jumlah anakan padi berkisari dari 14 sampai 21 anakan, dengan jumlah rumpun berkisar dari 82 sampai 85 rumpun, dengan berat hasil padi dari petakan ubinan rata-rata 2.132 kg . Dari hasil ubinan yang didapat, kemudian dilakukan perhitungan yang akan dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 hektar. Dalam ubinan ini, perkiraan hasil produksi yaitu sebesar 3,4 ton per hektar. Angka produktivitas ini belum meningkat dari angka produksi sebelumnya dan belum masuk dalam kategori tinggi. Melalui kegiatan ubinan ini, harapannya dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)Agustus 2024