Tanjung Punak - Program Ketahanan Pangan Desa dalam Mendukung Swasembada Pangan bertujuan untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha di sektor pangan seperti petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan, dan pelaku usaha sektor pangan lainnya di Desa serta mengoptimalkan potensi ekonomi Desa dalam program dan kegiatan ketahanan pangan. Melalui Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Dalam Mendukung Swasembada diharapkan Pemerintah Desa dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan potensi desanya, bagaimana Dana Desa dipergunakan untuk kegiatan Ketahanan Pangan tergantung pada hasil Musyawarah Desa. Berdasarkan hasil Musyawarah Desa pada tanggal 5 Maret 2025, yang di hadiri oleh Kades, Sekdes, Kasi PMD, Pendamping desa, Penyuluh Pertanian, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Direktur BUMdes, serta perwakilan masyarakat setempat, maka penggunaan Dana Desa untuk Program Ketahanan Pangan yang menjadi prioritas di Desa Tanjung Punak yaitu 50 % utuk penanaman jagung guna mendukung program swasembada pangan dan 50% lainnya untuk penanaman cabai dan semangka. “Kita dianjurkan melakukan penanaman jagung 2ha perdesa guna mendukung program bapak presiden, untuk itu sangat dibutuhkan kerjasamanya mulai dari penyuluh Pertanian, Bhabinkamtibmas, Bumdes serta unit yang akan mengelola kegiatan ini agar kegiatan ini dapat dijalankan semaksimal mungkin.” Ujar Kades. Penanaman jagung serentak ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong perekonomian daerah melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta, Kecamatan Kenohankita hrus siap menjadi contoh keberhasilan menuju swasembada jagung nasional. Dalam sambutannya penyuluh pertanaian yang di wakili oleh Darwis, S.S.T.Pi mengatakan kami dari pihak UPT Penyuluh Pertanian mendukung kegiatan ini dan siap membantu apa yang diperlukan dilapangan. Untuk tahap awal kita akan melakukan survey Lokasi dan mengecek pH tanah. Pengukuran pH tanah berguna untuk mengetahui kondisi tanah pertanian dan dampak penggunaan bahan kimia pada lahan sehingga kita akan tahu apa yang dibutuhkan oleh tanah. Sehingga pupuk yang akan kita masukkan ke tanah tidak menjadi sia-sia.