Loading...

Mutu Pisang Kurang Baik, Coba Lakukan Seperti Ini

Mutu Pisang Kurang Baik, Coba Lakukan Seperti Ini
Mutu pisang berpengaruh terhadap penampilan dan rasa buah pisang, yang merupakan faktor penting pada mutu buah pisang. Buah yang di panen kurang tua, meskipun dapat matang, namun kualitasnya kurang baik. Karena rasa dan aromanya kurang baik. Sebaliknya, bila buah pisang dipanen terlalu tua, rasa manis dan aroma buah kuat, tetapi memiliki daya simpan yang pendek. Karena itu perlu mengetahui apa saja yang harus dilakukan agar dapat menghasilkan buah pisang yang bermutu. Artinya penampilan bagus dan kualitasnya buah pisang sesuai selera konsumen dan tujuan pengguna buah. Umur panen. Panen pisang ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Waktu panen pisang dapat dilakukan dengan 2(dua) cara, yaitu dengan menghitung jumlah hari dari bunga mekar sampai siap dipanen atau dengan melihat bentuk buah. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari, tergantung varitas. Cara penentuan panen ada pula yang berdasarkan hari setelah jantung pisang di potong, kemudian dilakukan penandaan dengan pita.Buah yang tua biasanya sudut buah tumpul dan membulat, daun bendera mulai mengering, dan bekas putik bunga mudah patah. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai ditangan konsumen. Sedangkan untuk keperluam ekspor, pisang dipanen tidak terlalu tua (tingkat kematangan 75-85%) tetapi sudah masak fisiologis (kadar patinya sudah maksimum). Pada keadaan ini kualitas buah cukup baik dan mempunyai daya simpan cukup lama. Secara fisik , tanda-tanda ketuaan buah pisang diantaranya, yaitu : Buah tampak berisi, bagian lingir (tepi) buah sudah tidak ada lagi.Warna buah hijau kekuningan. Untuk buah pisang dengan tingkat kematangan penuh, pada tandannya akan ada buah yang sudah masak (2-3 buah).Tangkai di putik sudah gugur. Tingkat ketuaan buah dapat digolongkan menjadi beberapa tingkatan dengan tujuan menentukan saat panen yang tepat agar sesuai dengan permintaan pasar. Kematangan buah pisang dapat digolongkan menjadi beberapa tingkatan sebaagai berikut : Tingkat kematangan buah ¾ penuh. Tanda-tandanya bentuk lingir buah tampak jelas. Buah ini kurang lebih berumur 80 hari dari keluarnya jantung. Tingkat ketuaan buah hampir penuh. Beberapa lingir masih tampak. Umur buah ini kurang lebih 90 hari dari keluarnya jantung.Tingkat ketuaan penuh. Lingir buah sudah tidak tampak lagi. Umurnya kurang lebih 100 hari dari keluarnya jantung.Tingkat ketuaan buah benar-benar penuh. Bentuk lingir buah sudah tidak tampak lagi dan kadang-kadang buah pecah dan 1-2 buah berwarna kuning. Buah ini berumur 110 hari dari keluarnya jantung. Untuk pemasaran lokal, petani lebih suka memetik buah pisang pada stadia tingkat ketuaan penuh. Buah pisang yang dipetik pada stadium ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh. Untuk pemasaran keluar daerah, keluar pulau atau untuk ekspor, buah sebaiknya di panen pada tingkat ketuaan ¾ penuh. Hal ini, agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.Selain tanda-tanda fisik tersebut, tingkat ketuaan pisang juga dapat ditentukan dari umurnya. Waktu yang diperlukan sejak tanaman pisang di tanam sampai panen adalah sekitar 12-15 bulan. Bila dihitung sejak pisang mulai berbunga, sekitar 4-6 bulan atau tergantung varitasnya. Waktu panen Panen pisang dapat dilakukan pada pagi hari (pukul 07.00-10.00) atau sore hari (pukul 15.00-17.00) dalam keadaan cuaca cerah. Namun, panen pisang yang baik adalah pada pagi hari. Panen pisang tidak dianjurkan pada waktu hujan, karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan. Prosedur pelaksanaan panen pisang, sebagai berikut : Gunakan parang yang tajam dan bersih, sebaiknya cuci parang dengan lysol/bayclin.Turunkan kayu atau bambu penyangga secara pelahan-lahan.Tebang batang pisang dengan cara menusuk batangnya atau membacok separuh batang setinggi ½ dari tinggi batang agar tanda pisang tidak menyentuh tanah.Potong tandan pisang dengan golok tajam. Lengkungan tandan sedapat mungkin melebihi diameter tandan agar getah tidak menetes ke buah.Buka plastik penutup sebelum atau setelah panen tergantung kondisi. Tangkai tandan segera balikkan menghadap ke bawah. Tujuannya agar getah yang keluar dari tangkai tandan tidak menetes pada buah dan buah tidak tergores oleh tanah.Angkut tandan pisang dengan dilapisi daun pisang kering atau bahan lain, seperti spons yang bertujuan untuk mencegah kerusakan mekanik.Pada tempat pengumpulan, beri alas tandan pisang untuk menghindari buah rusak/tergores. Pengumpulan. Setelah dipanen, buah pisang dikumpulkan ditempat yang teduh, bersih, kering dan beralas, tidak bertumpuk. Hindari penetasan getah dari tangkai yang dapat menodai buah pisang, karena penampilan buah menjadi kotor. Buah pisang dari sentra produksi diangkat dalam bentuk tandan atau sudah disisir di kebun dan di masukkan dalam kemasan boks. Pengangkutan pisang ke tempat pengumpulan dilakukan oleh petani dengan menggunakan pikulan ke rumahnya atau menggunakan truk/mobil bak pengangkut. Apapun sarana angkut yang digunakan, yang harus diperhatikan adalah pengumpulan pisang harus hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat benturan fisik/mekanis. Untuk menjaga kualitas buah pisang, cara terbaik dalam pengiriman buah adalah dalam bentuk sisir yang dikemas dalam boks karton atau peti plastik. Cara penyisiran pisang dilakukan sebagi berikut :Tempatkan tandan pisang dalam posisi berdiri dengan pangkal tandan sebelah atas.Pegang pangkal tandan pisang dengan tangan kipisau cekung diarahkan pada pangkal sisir yang masih melekat pada tandan. Pisau penyisir berbentuk cekung disesuaikan dengan ukuran lingkaran pangkal sisir.Serut pangkal sisir dengan pisau sendok untuk membuang sisa-sisa serat tandan yang masih melekat pada pangkal sisir pisang. Kelebihan alat penyisir pisang, yaitu :Mudah penggunaannya sehingga tidak memerlukan orang terampil yang selama ini khusus bekerja melakukan penyisiran pisang. Buah dalam sisir tidak tergores pisau.Penyisiran lebih cepat daripada cara tradisional. Sumardi Sunber : Direktorat Jenderal Hortikultura, 2020